Home Nusantara Uang Suap Rp9,8 M Dari Calon Eksportir Benur untuk Belanja Menteri...

Uang Suap Rp9,8 M Dari Calon Eksportir Benur untuk Belanja Menteri Edhy Probowo di Hawaii

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ditetapkan sebagai tersangka penerima suap terkait dengan urusan ekspor benih lobster atau benur. Edhy Prabowo berrompi oranye. Foto: Rifkianto Nugroho (detik.com)
Himbauan Pemprov Kepri

Ikuti kami di Google Berita

Barakata.id, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menjadi tersangka kasus suap soal ekspor benur.

Diduga, duit calon eksportir benur masuk ke rekening penampung (Panglong) dan akhirnya digunakan untuk belanja-belanja di luar negeri. Total uang yang masuk ke rekening penampung berjumlah fantastis.

“Atas uang yang masuk ke rekening PT Aero Citra Kargo (ACK) yang diduga berasal dari beberapa perusahaan eksportir benih lobster tersebut, selanjutnya ditarik dan masuk ke rekening AMR dan ABT masing-masing dengan total Rp.9,8 miliar,” kata Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango dalam jumpa pers di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/11) tengah malam.

Rekening PT ACK diduga sebagai “rekening penampung’ dari setoran para calon perusahaan eksportir benur. Barulah dari rekening PT ACK, duit dipindah ke rekening lain.

Baca Juga :

Untuk memahami kasus ini,  pihak-pihak yang diduga terlibat. PT ACK di atas adalah PT Aero Citra Kargo. Nawawi menggunakan inisial. Edhy Prabowo dia sebut sebagai EP. Adapun AMR yang dia maksud adalah Amri. ABT yang dia maksud adalah Ahmad Bahtiar.

Siapa Amri dan Ahmad Bahtiar?

1
2
3
SebelumnyaMaradona dan Kisah Gol “Tangan Tuhan” Piala Dunia 1986
SelanjutnyaYonif Para Raider 503 Kostrad Berhasil Selamatkan Masyarakat Sipil Kongo

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin