Home Warta Dunia

Tunisia Larang Perempuan Pakai Cadar di Tempat Umum

119
Ilustrasi. Puluhan wanita muslim yang tergabung dalam kelompok Kvinder i Dialog melakukan aksi protes penolakan peraturan larangan penggunaan cadar di Copenhagen, Denmark, Jumat, 10 Agustus 2018. (F: Ritzau Scanpix/Martin Sylvest via Reuters)

Tunisia – Dua aksi bom bunuh diri di ibu kota Tunisia pada 27 Juni 2019 membuat pemerintah meningkatkan pengamanan negara. Salah satunya, melarang penggunaan cadar bagi perempuan di tempat-tempat umum.

Larangan bagi perempuan memakai niqab atau cadar itu sudah diterbitkan
Perdana Menteri, Youssef Chahed, Jumat (5/7/19). Poin utama pelarangan itu menyusul pengetatan keamanan di seluruh penjuru negeri.

“Youssef Chahed telah menandatangani dekrit yang melarang siapa pun menutup wajahnya saat mengakses kantor-kantor pemerintahan. Ini demi alasan keamanan,” kata seorang sumber, dikutip dari aljazeera.com, Sabtu (6/7/19).

Baca Juga : PNS Cantik Rusia Dipecat karena Berfoto Erotis di Playboy

Serangan bom bunuh diri di ibu kota negara tersebut pada 27 Juni 2019, menewaskan dua orang dan tujuh orang luka berat.

Sejumlah saksi mata mengatakan satu pelaku bom bunuh diri itu memakai cadar. Namun Kementerian Dalam Negeri Tunisia menyangkal hal ini dengan mengatakan dalang pembom bunuh diri meledakkan diri sendiri untuk menghindari penangkapan.

Serangan bom bunuh diri pada 27 Juni itu adalah yang ketiga kali dalam sepekan dan terjadi saat jumlah kunjungan wisatawan mencapai puncaknya menyusul persiapan negara itu menggelar pemilu parlemen. Kelompok radikal ISIS mengklaim serangan tiga serangan teror yang terjadi dalam tempo seminggu.

Baca Juga : Yasmeen al-Maimani, Pilot Perempuan Pertama Pesawat Komersil Arab Saudi

Sebelumnya pada 2011 perempuan di negara itu diizinkan lagi memakai niqab atau cadar setelah puluhan tahun dilarang di bawah pemerintahan mantan Presiden Tunisia Zine El Abidine Ben Ali dan Habib Bourguiba yang menolak segala bentuk pakaian Islam. Pada Februari 2014, Kementerian Dalam Negeri menginstruksikan kepolisian Tunisia agar mengawasi penggunaan cadar sebagai bagian dari upaya memberantas terorisme dan menghindari penyalahgunaan cadar.

Beberapa negara di Eropa, Afrika dan Asia telah melarang penggunaan  cadar atau burqa yang menutupi hampir seluruh wajah karena alasan keamanan. Tunisia sendiri sedang berjuang memerangi kelompok-kelompok bersenjata yang beroperasi di wilayah pinggir negara itu dekat perbatasan Tunisia – Al-Jazair menyusul tergulingnya mantan Presiden Ben Ali.

*****

Sumber : Tempo.co

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin