Home Kepulauan Riau

Tingginya Kasus DBD di Kepri karena Warga Lalai Lakukan PSN

39
Demam Berdarah
Foto ilustrasi. (F: www.harapanrakyat.com)

Barakata.id, Kepri – Tingginya kasus DBD di Kepri dikarenakan masih banyak masyarakat yang lalai melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Padahal sarang nyamuk itu ada di bak mandi, tempat penampungan air, dispenser, pendingin, kaleng, ban bekas, serta sampah plastik yang ada di halaman depan rumah.

Jumlah kasus penderita DBD ia tahun 2019 pun naik tinggi dibanding kasus tahun 2018 yang mencapai 500 kasus DBD.

Jika tahun ini, hingga Januari 2020 ada 80 kasus, maka pada periode 2019 lalu penderita DBD di Kepri mencapai 800 kasus, dan 80 di antaranya menyebabkan pasien meninggal dunia. Menurut Tjejep, jumlah tersebut cukup mengerikan.

Untuk kasus demem berdarah ini paling banyak terjadi di Batam, Tanjungpinang dan Bintan.

BACA JUGA : 

Catatan Dinkes Kepri, kasus DBD di Kepri terus meningkat dari tahun ke tahun. Karena itu, ia mengajak seluruh pemerintahan dan instansi terkait di Kepri memberi perhatian khusus terhadap ancaman DBD ini.

“Apalagi mengingat peralihan cuaca yang terjadi saat ini sehingga rentan menjadi waktu perkembanganbiakan nyamuk Aedes Aegypti penyebab DBD”

Langkah utama membasmi jentik nyamuk di pemukiman, kata Tjejep adalah dengan melakukan tindakan 3M yaitu Menguras, Menutup, dan Mengubur.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana mengimbau kepada seluruh masyarakat Kepri untuk dapat terus melakukan gaya hidup sehat dan senantiasa menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggalnya.

Dinkes Kepri, turut aktif melakukan upaya sosialisasi dan fogging guna meminimalisir persebaran nyamuk. Menurut dia, pengasapan menjadi salah satu cara efektif membunuh nyamuk pembawa virus DBD.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin