Home Nusantara Tilang Elektronik Diterapkan di 12 Polda dan 244 Titik Lokasi

Tilang Elektronik Diterapkan di 12 Polda dan 244 Titik Lokasi

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kakrolantas Polri Inspektur Jenderal Istiono, Selasa (23/3/21). (F: Humas Polri)
Himbauan Pemprov Kepri

Ikuti kami di Google Berita

Barakata.id, Jakarta – Tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) mulai diterapkan setelah diluncurkan oleh Korps Lalu Lintas Polri, Selasa (23/3/21).

Peluncuran ETLE itu dibuka oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kepala Korps Lalu Lintas Polri Inspektur Jenderal Istiono.

“Hari ini kita akan launching secara nasional ETLE di 12 Polda dengan 244 titik lokasi yang telah terpasang kamera ETLE,” ujar Istiono dalam siaran persnya.

Baca Juga:

Di tahap I ini, 12 Polda yang menrapkan tilang elektronik adalah Polda Metro Jaya, Polda Jawa Barat, Polda Jawa Tengah, Polda Jawa Timur, Polda DIY, Polda Riau, Polda Jambi, Polda Sumatra Barat, Polda Lampung, Polda Sulawesi Selatan, Polda Banten dan Polda Sulawesi Utara.

Kamera ETLE terpasang di 224 titik lokasi meliputi,

  • Polda Metro Jaya 98 titik,
  • Polda Jawa Barat 21 titik,
  • Polda Jawa Tengah 10 titik,
  • Polda Daerah Istimewa Yogyakarta 4 titik,
  • Polda Jawa Timur 56 titik, Polda Riau 4 titik,
  • Polda Lampung 5 titik,
  • Polda Jambi 8 titik,
  • Polda Sumatera Barat 10 titik,
  • Polda Sulawesi Selatan 16 titik,
  • Polda Sulawesi Utara 11 titik dan
  • Polda Banten 1 titik.

Pada kesempatan itu Kapolri memberikan apresiasi atas diluncurkannya program ETLE. Menurut dia, ETLE merupakan merupakan salah satu program yang jadi perhatian Presiden Joko Widodo.

“Beliau mengharapkan institusi Polri bisa membangun sistem dan pelayanan terhadap masyarakat dengan memanfaatkan teknologi,” kata Listyo.

Cara Kerja Tilang Elektronik

Tilang elektronik atau ETLE bebasis teknologi informasi dengan memanfaatkan kamera CCTv. Dari sanalah pelanggaran lalu lintas dapat dideteksi.

ETLE mampu menyajikan data kendaraan bermotor secara otomatis. Sehingga penegakan hukum lalu lintas yang biasanya konvensional bergeser ke elektronik.

Metode ini juga tepat di era new normal. Petugas dan pelanggar tak harus melakukan kontak fisik. Surat tilang akan dikirim kepada pelanggar. Di surat konfirmasi itu ada barcode yang dapat mendeteksi video terkait pelanggaran yang dilakukan.

Setelah menerima surat konfirmasi, pelanggar wajib mengisi surat konfirmasi pelanggaran. Setelah itu pelanggar akan menerima pesan singkat kode pembayaran. Lalu pelanggar cukup membayar denda tanpa harus sidang.

Baca Juga:

ETLE ini mampu mendeteksi 10 pelanggaran lalu lintas diantaranya pelanggaran traffic light, pelanggaran marka jalan, pelanggaran ganjil- genap, tidak mengenakan sabuk keselamatan, menggunakan ponsel saat mengemudi, pelanggaran batas kecepatan, melawan arus, tidak menggunakan helm, pelanggaran jenis kendaraan pada jalur atau kawasan tertentu dan pelanggaran keabsahan STNK.

ETLE terhubung secara nasional, sehingga pelanggaran di suatu wilayah yang kendaraannya berasal dari wilayah lain dapat dikoordinasikan di wilayah kendaraan itu terdaftar.

ETLE ini menghasilkan foto dan video hasil analisa pelanggaran lalu lintas yang akuran serta transparan.

***

Editor: Asrul R

SebelumnyaTips Membuat Anak Jadi Lebih Mandiri
SelanjutnyaAPD Kabupaten Blitar Surati Presiden, Dewan Sarankan Begini…!!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin