Tiga Tersangka Kasus Pencurian Plat Baja Jembatan Dompak Ditahan

151

Batam – Tiga tersangka kasus pencurian plat baja sisa proyek Jembatan Dompak Tanjungpinang ditahan Polda Kepri. Ketiga tersangka itu adalah SY, SAR alias UD, dan JUL.

“Benar, tiga orang tersangka sudah kita tahan,” kata Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol S. Erlangga, Senin (6/5/19) malam.

“Ditahan tadi siang,” lanjutnya, dilansir dari Tribun Batam.

Dalam kasus yang merugikan negara hingga Rp4,4 miliar ini, Polda Kepri sudah menetapkan 6 orang tersangka. Dengan ditahannya tiga tersangka berarti masih ada tiga lagi yang belum masuk jeruji besi.

Dua tersangka terakhir yang ditetapkan Polda Kepri adalah Andi Cori Patahudin dan Andri Usman.

Peran Andi Cori dalam kasus ini disebut sebagai inisiator pencurian. Lembaran plat baja yang dicuri, dipindakan dari area Jembatan Dompak dan juga dari Kantor Satpol PP Provinsi Kepri ke penampungan sementara untuk selanjutnya dijual ke pembeli di Tanjungbalai Asahan, Sumatera Utara.

Satu tersangka yakni Lamane sebelumnya telah “bernyanyi” dengan menyebut peran Andi Cori dan Andri Usman dalam persidangan. Ia mengatakan, Andri Usman berperan sebagai orang yang mengatur secara teknis di lapangkan dalam memindahkan dan menjual barang.

Kemudian, soal peran tersangka lain yakni Ripin Siahaan, disebut sebagai pembeli plat baja curian melalui perantara Lamane. Adapun Among disebut sebagai pembeli atau penadah.

Kasus ini terungkap saat DPRD Kepri menggelar rapat dengar pendapat dengan mitranya Dinas PUPR Kepri melakukan rapat, setahun lalu. Dalam rapat itu dilaporkan bahwa ada sebagian plat baja sisa proyek pembangunan Jembatan Dompak yang menghubungkan Kota Tanjungpinang dengan Pulau Dompak hilang.

Hilangnya puluhan lembar plat baja itu pun terbuka ke publik, dan sempat membuat heboh masyarakat. Gubernur Kepri, Nurdin Basirun yang mendengar Maslah ini langsung meradang.

Kepada wartawan ia menegaskan, tidak pernah memerintahkan pegawainya untuk memindahkan, mengangkat, apalagi membersihkan plat yang merupakan aset Pemprov Kepri bernilai miliaran rupiah itu.

Nurdin kala itu meminta kepolisian mengusut kasus ini. Ia yakin ada “orang tak biasa” yang menjadi otak hilangkan plat baja tersebut, karena sudah berani mencuri plat baja milik pemerintah.

*****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini