Home Nusantara Tiga Tahun Batal Gelar RAT, Ketua Koperasi Mutiara Kelud di Blitar Diduga...

Tiga Tahun Batal Gelar RAT, Ketua Koperasi Mutiara Kelud di Blitar Diduga Kuasai Aset

DPRD Batam

Barakata.id, Blitar – Koperasi sedikitnya satu kali dalam setahun wajib melakukan agenda Rapat Anggota Tahunan (RAT), guna sebuah pertanggungjawaban pengurus kepada anggota.

Baca juga: Meski Pandemi Corona, Wali Kota Blitar Berharap Koperasi Harus Tetap Eksis

artikel perempuan

Untuk itu, Kirman selaku anggota Koperasi Mutiara Kelud (KMK) yang beralamatkan di Desa Sumberasri, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar meminta kepada pengurus untuk segera mengadakan agenda wajib tersebut yang selama ini sudah tiga tahun tidak dilaksanakan.

Disamping itu, ia juga meminta kepada pengurus untuk tidak berbelit-belit dan mencari alasan lagi agar RAT gagal dilaksanakan. 

Menurutnya, pengurus tidak usah menunggu hasil audit lagi dari konsultan keuangan eksternal, karena dinilai tidak mampu dalam melaksanakan tugasnya.

“Masak tiga tahun gak selesai-selesai. Dikerjakan apa tidak?, entar hanya akal-akal saja,” ucap Kirman saat mengungkapkan permasalahan ini kepada barakata.id di kantornya Jalan Jenderal Ahmad Yani No. 25, Kota Blitar pada Senin (14/2/2022).

“Sementara, kalau ada masalah dan kendala kan bisa disampaikan saat rapat,” tandasnya.

Hal senada juga pernah disampaikan kepala dusun (Kasun) Desa Sumberasri, Kecamatan Nglegok Nuryanto yang juga sebagai anggota koperasi untuk meminta hal yang sama. 

Baca juga: 6 Indikator Mewujudkan Koperasi Moderen dan UMKM Naik Kelas, Apa Saja?

Kemudian ia berharap, semua aset koperasi yang saat ini mungkin masih berada di tangan-tangan pengurus lainya untuk segara dikembalikan terlebih dahulu.

“Sehingga, manakala itu telah menjadi sisa hasil usaha (SHU) bisa disampaikan ke anggota,” kata dia. 

Menanggapi hal itu, Ketua Koperasi Mutiara Kelud Nurkolis tidak banyak berkomentar saat dimintai keterangan. Alasanya, RAT akan sia-sia dilaksanakan jika hasil audit keuangan belum jadi. 

Bahkan, permasalahan ini pernah dibawa ke Dinas Koperasi Kabupaten Blitar untuk di mediasikan. Namun masih belum ada solusi atau titik temu. 

Masalahnya, banyak aset-aset koperasi yang dibawa kabur oleh manager koperasi. Dan ini yang menjadi pokok permasalahan mengapa RAT selalu gagal dilaksanakan.

“Kami tahu apa yang diharapkan anggota. Akan tetapi mana bisa dilaksanakan kalau banyak aset koperasi yang dibawa kabur. 

Baca juga: Seorang PNS Kediri Dipenjara, Gegara Gelapkan Mobil dari PT JACCS MPM Blitar

Maka dari itu, saya berharap agar semua anggota juga ikut berpartisipasi dalam menyelesaikan masalah ini. Sehingga, apa yang diinginkan segera terlaksana,” pungkasnya. (jun)

Dapatkan update berita pilihan setiap hari bergabung di Grup Telegram "KATA BARAKATA", caranya klik link https://t.me/SAHABATKATA kemudian join.