Home Warta Ekonomi Tiga Jurus Kemenkop dan UKM Dongkrak Ekspor UMKM

Tiga Jurus Kemenkop dan UKM Dongkrak Ekspor UMKM

9
Ekspor UMKM
Menkop UKM Teten Masduki
Himbauan Pemprov Kepri

Barakata.id, Jakarta – Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop dan UKM) punya tiga jurus utama untuk mendongkrak ekspor UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah). Kemenkop pun mendorong pelaku UMKM agar memaksimalkan teknologi untuk pengembangan usaha.

Tiga jurus utama yang akan dan sedang dilakukan Kemenkop UKM untuk meningkatkan ekspor UMKM di Tanah Air adalah:

Pertama

Penguatan database, pemetaan potensi produk maupun pasar melalui Basis Data Tunggal UMKM, preferensi pasar di negara tujuan, jaringan distribusi dan gudang di luar negeri, serta affirmative-action penurunan tarif di negara tujuan dan memperluas kerja sama dagang luar negeri.

“Butuh peran aktif Kemenlu, KBI/KJRI, Atase Perdagangan dan ITPC (Indonesian Trade Promotion Center/ Pusat Promosi Perdagangan Indonesia), BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) serta beberapa inkubasi ekspor swasta yang sudah kuat,” kata Menkop UKM, Teten Masduki seperti dikutip dari situs Kemenkop UKM, Kamis (17/6/21).

BACA JUGA : Tingkatkan Daya Beli Masyarakat, Presiden Jokowi: Beri UMKM Stimulus

Kedua

Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan produk melalui program pendidikan dan pelatihan, sekolah ekspor (target 500 ribu eksportir), standardisasi dan sertifikasi, dan factory sharing (berbagi pabrik di kawasan terpadu UMKM).

“Kami telah membuka pendaftaran bagi UKM yang memenuhi syarat untuk sertifikasi ISO (International Organization for Standardization), HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) SNI (Standar Nasional Indonesia), Organik, FSSC (Food Safety System Certification)/BRC (British Retail Consortium) , dan SVLK (Sistem Verifikasi dan Legalitas Kayu),” ujar Teten.

Selain itu, bersama Bappenas, tahun ini KemenKopUKM akan melakukan pilot project factory sharing di lima provinsi, dengan rencana awal Feasibility Study (FS) untuk komoditas rotan (Jateng), komoditas kelapa (Sulut), komoditas sapi (NTT), komoditas nilam (Aceh), dan komoditas biofarmaka (Kaltim).

Ketiga

Kemudahan pembiayaan. Skema pembiayaan UKM untuk ekspor terus dipermudah di antaranya melalui kerja sama dengan beberapa sumber pembiayaan ekspor seperti LPEI/KURBE, LPDB-KUMKM, perbankan/himbara, dan skema alternatif lainnya seperti crowd funding, modal ventura, dan CSR (Corporate Social Responsibility).

“Skema KUR sebagaimana arahan Presiden terbaru dapat dimanfaatkan: plafon KUR dari sebelumnya maksimum Rp500 juta naik menjadi Rp20 miliar. Dan, KUR tanpa agunan naik dari Rp50 juta menjadi Rp100 juta,” ujar Teten.

BACA JUGA : UMKM Bertahan Hidup di Tengah Pandemi

Kemudian, tidak lupa membuat UMKM masuk ekosistem digital. Ia menegaskan, KemenkopUKM akan terus mendorong UMKM Go-Digital dengan 2 pendekatan, yaitu, pertama melalui peningkatan literasi digital, kapasitas dan kualitas usaha.

“Digitalisasi tidak hanya dalam memperluas pasar namun juga di dalam proses bisnisnya, melalui penguatan database (basis data tunggal), peningkatan kualitas SDM, dan pengembangan Kawasan/klaster Terpadu UMKM (factory sharing),” kata dia.

Pendekatan kedua, perluasan pasar digital melalui Kampanye Bangga Buatan Indonesia (BBI), On-boarding platform pengadaan barang & jasa (LKPP, PaDI), Live Shopping, dan Sistem Informasi Ekspor UMKM.

*****

Editor : YB Trisna

Advertisement
SebelumnyaKapolres Natuna Akan Tindak Pelaku Hoaks Vaksin Covid-19
SelanjutnyaGubernur Kepri Larang Pejabat Terima Pegawai Honor