Home Kepulauan Riau Testing dan Tracing Rendah, Positivity Rate Covid-19 di Kepri 38,4 Persen

Testing dan Tracing Rendah, Positivity Rate Covid-19 di Kepri 38,4 Persen

75
Positivity Rate Covid-19 Kepri
Ilustrasi. (F: Freepik)
Himbauan Pemprov Kepri

Ikuti kami di Google Berita

Barakata.id, Kepulauan Riau- Positivity Rate Covid-19 di Kepri mencapai 38,4 persen. Hal ini mencerminkan masih rendahnya kapasitas testing dan tracing di Kepri.

Satgas Penanganan Covid-19 Kepri menyebutkan Positivity rate adalah jumlah total kasus positif dibagi dengan jumlah orang yang dites dan dikalikan 100. Jadi semakin rendah positivity rate menunjukkan jumlah orang yang dites makin banyak. Hal itu berarti pelacakan kontak memadai.


Saat ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan standar positivity rate di angka 5 persen.

Baca Juga:

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengatakan Kepri harus meningkatkan kapasitas pelacakan terhadap orang-orang yang kontak erat dengan pasien Covid-19.

Sebagai upaya tracing, Ansar meminta setiap ada satu kasus konfirmasi yang ditemukan, maka harus ditindaklanjuti dengan tracing kepada 15 kontak erat kasus konfirmasi.

Menurut dia, untuk meningkatkan kapasitas pelacakan terhadap orang berkontak erat dengan pasien Covid-19 lalu dilakukan swab dan pengoabtan butuh keseriusan pemerintah kabupaten dan kota.

Untuk itu, pada Jumat, 28 Juni 2021 lalu Ansar menyurati bupati dan wali kota se Kepri untuk meningkatkan kapasitas tracing, testing dan treatment terkait positivity rate Covid-19 di Kepri ini.

“Kami ingatkan kepada bupati dan wali kota menekan angka ‘positivity rate’ dengan meningkatkan kapasitas ‘tracing, testing dan treatment’ agar dapat memutus rantai penularan Covid-19 di Kepri,” kata Ansar di Tanjungpinang, Selasa (29/6/21) dikutip dari kepriprov.go.id.

Tingginya angka kasus konfirmasi positif Covid-19 ini juga menyebabkan keterisian tempat tidur rumah sakit atau tempat perawatan meningkat. Hingga Sabtu (26/6/21) keterpakaian tempat tidur pasien di Kepri mencapai 60,6 persen.

“Khusus Kota Tanjungpinang, keterpakaian tempat tidur untuk pasien COVID-19 telah mencapai 88,52 persen. Ini masuk dalam kategori darurat,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi minimnya tempat tidur pasien Covid-19, Ansar meminta pemerintah kabupaten dan kota untuk meningkatkan kapasitas tempat tidur khusus perawatan Covid-19 di seluruh rumah sakit.

Baca Juga:

Mulai Senin (28/6/21), seluruh rumah sakit rujukan Covid-19 diminta menyediakan 40 persen dari kapasitas tempat tidur yang ada untuk perawatan pasien Covid-19.

Selain itu juga kabupaten dan kota diminta mengoptimalkan penggunaan fasilitas atau bangunan milik pemerintah.

“Untuk fasilitasi tempat isolasi pasien COVID-19 dengan gejala ringan dan sedang,” katanya.

***

Editor: Asrul R

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin