Home Warta Nusantara

Teroris Siapkan Aksi Bom Bunuh Diri Saat Pelantikan Presiden

118
Tim Densus 88 Mabes Polri, sekitar pukul 19.00 WIB, mengamankan seorang terduga teroris berinisial B, dari jaringan JAD di Kota Cirebon, Jawa Barat, Minggu (14/10/19) malam. (F:Dok/SINDOnews)

Barakata.id, Jakarta – Kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) disebut sudah mempersiapkan aksi bom bunuh diri pada pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI, 20 Oktober 2019. Aksi teror itu rencananya akan dilaksanakan di Solo dan Yogyakarta.

“Dari hasil pemeriksaan oleh tim Densus 88 bahwa pengantin bom bunuh diri sudah disiapkan untuk melaksanakan aksi teror pada tanggal 20 Oktober nanti di Solo dan DIY,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (15/10/19) dilansir Tempo.

Baca Juga : Bripda Nesti, Polwan Diduga Teroris Disiapkan Jadi “Pengantin Bom”

Untuk di Jakarta, lanjut Dedi, kelompok pimpinan Abu Zee itu juga sudah merencanakan aksi. Mereka menyiapkan bahan bom TATP yang sudah dirakit untuk menebar teror.

Dedi menuturkan, kelompok Abu Zee memiliki jaring komunikasi ke kelompok JAD Jambi pimpinan R alias Putra. Ia bahkan menyebut kelompok R alias Putra adalah yang tertinggi lantaran mengetahui semua rencana amaliyah seluruh kelompok JAD.

“Dia juga tahu rencana amaliyah dari kelompok JAD Bekasi, Bandung, Cirebon, Jateng, Jatim, Jogja, Lampung, Sulteng dan Sulut.”

“Abu Zee komunikasi terstruktur di media sosial cukup aktif, tapi kelompoknya dia delapan orang yang akan melakukan serangkaian aksi teror di Jakarta dengan bahan bom TATP yang dirakit,” pungkas Dedi.

Negara Laba-Laba

Sementara itu, pengamat terorisme, Al Chaidar mengatakan, kelompok teroris semakin meyakini bahwa Indonesia merupakan “negara laba-laba” setelah adanya peristiwa penusukan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam), Wiranto.

Negara Laba-laba ini diambil dari filosofi sarang binatang laba-laba yang dinilai mudah diserang dan dihancurkan.

“Dalam istilah mereka ini negara laba-laba. Itu diambil dari kitab suci tentang rumah laba-laba,” ujar Al Chaidar dilansir Okezone.

Baca Juga : 5 Tarif Akan Naik Usai Pelantikan Presiden, dari Listrik hingga BPJS

Ia mengatakan, kelompok teroris di Indonesia semakin bersemangat melakukan teror setelah melakukan penikaman terhadap mantan panglima ABRI itu.

Bahkan, sambung dia, kelompok terorisme saat ini telah bertransformasi dengan mengikuti semua perkembangan politik sebelum melakukan aksinya.

“Seperti Abu Zee itu orang yang sangat media literate. Jadi mereka tahu bagaimana perkembangan politik. Dulunya mereka sudah memulai menyerang acara hajatan politik seperti debat presiden. Debat yang kedua itu,” kata dia.

*****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin