Home Gaya Kesehatan

Ternyata Anak di Bawah 2 Tahun Tak Cocok Pakai Masker

88
Ilustrasi. Bayi dan anak di bawah 2 tahun tidak disarankan memakai masker. (F: theAsianparent.com)

Barakata.id, Batam – Di masa pandemi, masker menjadi salah satu protokol kesehatan yang wajib dipakai saat keluar rumah. Tak hanya orang dewasa, anak-anak pun memakai masker agar tidak terpapar virus. Namun ternyata masker tidak direkomendasikan untuk anak-anak.

Dilansir dari theAsianparents, Asosiasi Pediatrik (dokter anak) Jepang mengatakan masker terlalu beresiko untuk bayi dan balita terutama di bawah usia 2 tahun. Sebab masker membuat mereka sulit bernapas dan meningkatkan resiko tersedak.

“Mari kita hentikan penggunaan masker untuk anak di bawah dua tahun,” kata asosiasi dalam pemberitahuan di situs webnya.

Baca Juga :
Dear Bunda, Ini 4 Cara Meningkatkan Imunitas Anak

Menurut Nation Wide Children, penggunaan masker pada anak usia dua tahun ke bawah juga tak disarankan sebab saluran udara bayi lebih kecil, sehingga mereka jadi sulit bernapas. Menggunakan masker meningkatkan risiko mati lemas.

Penggunaan masker yang terlalu ketat membuat bayi sulit bernapas, tapi jika posisi longgar, masker tak memberikan banyak perlindungan. Kemudian jika mereka merasa kesulitan bernapas, bayi tak bisa melepaskan sendiri maskernya.

Hal itu bisa membuatnya mati lemas. Meskipun kesulitan melepaskan sendiri maskernya, tapi balita dan bayi yang memakai masker kemungkinan akan mencoba melepaskannya karena risih. Tindakan itu akan lebih banyak membuatnya menyentuh wajah.

Mengigat sulit dan dilematisnya memakaikan masker kepada balita dan bayi, banyak orang tua yang memilih memakaikan face shield kepada bayinya. Tapi ternyata hal itu juga tidak disarankan. Sebab face shield justru menghalangi keluar masuknya oksigen.

Baca Juga :
Jangan Larang Anak Buka Internet

Menurut dokter spesialis anak, dr Afrianto, Sp. A, daripada memakaikan face shield, ada baiknya bayi dilindungi dengan ditempatkan di lingkungan yang aman dari penyebaran Virus Corona, di rumah misalnya.

“Sebisa mungkin di rumah saja dan hanya ke luar saat mendesak, misalnya ketika imunisasi. Itu pun harus atur janji, datang langsung suntik,” kata dia.

****

Editor : Asrul R

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin