Home Kepulauan Riau Batam Terlibat Kasus Sex Phone, WNA Diamankan Polda Kepri

Terlibat Kasus Sex Phone, WNA Diamankan Polda Kepri

Ikuti kami di Google Berita

Barakata.id, Batam – Tim Subdit V Dit Reskrimsus Polda Kepri berhasil mengamankan 10 orang warga negara asing (WNA) atas kasus dugaan tindak pidana penipuan dan pemerasan dengan modus Sex Phone di Kota Batam.

Para tersangka terdiri dari satu (1) orang perempuan dan 9 orang lainnya laki-laki.  Ke sepuluh orang itu berinisial TTP, LH, MXJ, ZW, ZCG, LYW, TXQ, MTY, WB, dan MXW.  Para pelaku merupakan warga negara China dan Vietnam.

Hal tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si, didampingi Dir Reskrimsus Polda Kepri Kombes Pol Teguh Widodo, S.I.K., bertempat di Media Center Bidang Humas Polda Kepri, Kamis (6/1/22).

Baca juga: Di 2021, Polda Kepri Tangani 12 Kasus Korupsi, Baru 7 yang Selesai

“Anggota mengamankan sejumlah alat bukti sebagai alat komunikasi berupa   Laptop dan Handphone yang digunakan oleh ke 10 orang tersangka untuk melakukan aksinya,” ungkap Kombes Harry Goldenhardt.

Lanjut Kabid Humas, adapun tersangka berinisial TTP yang berperan sebagai icon yang melakukan Video Call Phone Sex, dan kemudian rekan-rekan tersangka lainnya yang akan melakukan tindakan pemerasan terhadap korban.

“Para tersangka melakukan aksinya sejak  Agustus 2021 dan mereka sudah berada di Indonesia sejak 6 bulan lalu,”ungkap Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S.

Baca juga: Sepanjang 2021, Polda Kepri Tangani 307 Kasus Narkoba

Dir Reskrimsus Polda Kepri Kombes Pol Teguh Widodo, S.I.K, di dampingi Kasubdit V Dit Reskrimsus Polda Kepri Kompol Robby Topan Manusiwa, S.I.K mengatakan penangkapan para tersangka berawal dari informasi masyarakat. Mereka ditangkap di  di komplek perumahan Palazzo Garden, Kota Batam, Kepulauan Riau. Para pelaku diduga melakukan tindak pidana penipuan dan pemerasan dengan modus Sex Phone melalui aplikasi Wechat.

“Dari 10 orang tersangka ini memiliki peran nya masing-masing. Ada yang bertugas melakukan profiling kepada korban yang berada di Negara China, ada juga yang menjadi Icon yang melakukan video call sex, dan juga melakukan pencarian korban, menghubungi korban, merekam video call sex, mengancam korban, serta memeras korban dengan menggunakan sistem elektronik aplikasi wechat. Selanjutnya Pagi ini kita akan melimpahkan berkas pemeriksaan atau kepada pihak Imigrasi,” ungkap Kombes Pol Teguh Widodo, S.I.K.

Baca juga: Kunjungi Pulau Terluar, Ini yang Dilakukan Kapolda Kepri

Sementara Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (TIKKIM) Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Tessa Harumdila, A.md. Im., S.H., M.Si menyampaikan apresiasi kepada pihak Polda Kepri atas pengungkapan kasus dugaan tindak pidana tersebut.

“Tentunya dari kejadian ini kita terus melakukan pengawasan lebih optimal disetiap  pintu masuk yang ada di Kota Batam, serta pintu masuk dari Jakarta dan kota-kota lainnya,” ungkap Tessa.

Atas perbuatannya para tersangka dijerat dengan Pasal 45 Ayat (1) Jo Pasal 27 Ayat (1) dengan Pidana Penjara Paling Lama 6 (Enam) tahun Dan/Atau Denda Paling Banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah). Dan/atau pasal 45 Ayat (4) Jo Pasal 27 Ayat (4) Dengan Pidana Penjara Paling Lama 6 (Enam) Tahun Dan/Atau Denda Paling Banyak RP 1.000.000.000,00 (Satu Miliar Rupiah) Undang Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik. (ali)

SebelumnyaASPPI Kepri Gelar Greencamp hingga Jungle Trekking, Ikutan Yuk!
SelanjutnyaAntisipasi Omicron, WNA dari 14 Negara Dilarang Masuk Indonesia

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin