Home Catatan Tanamkan Rasa Optimisme Anda Ditengah Covid -19

Tanamkan Rasa Optimisme Anda Ditengah Covid -19

Oleh: Amirul Khalish Manik, S.Fil., S.Pd. (Wakil Gubernur DPW LSM LIRA Kepri)

33
Amirul Khalis Manik
Amirul Khalis Manik
Himbauan Pemprov Kepri

Sungguh Covid-19 benar-benar telah menguji rasa optimisme kita semua, hampir satu tahun setengah telah berlalu belum juga ada kepastian tentang akhir masa pageblug akibat Covid-19. Setiap orang dibuat kalang-kabut dan diteror dalam kekhawatiran dan ketakutan. Semua orang diposisikan dalam sebuah dilema, antara menjalani kehidupan normal dengan kehidupan baru yang beberapa bulan terakhir disebut sebagai era kenormalan baru (new normal).

Mungkin bagi sebagian orang, kehidupan new normal hampir tidak berbeda dengan kehidupan normal yang telah biasa mereka jalani, semisal harus jaga jarak, harus pakai masker, harus di rumah, dan tidak berkerumun. Namun bagi mayoritas orang Indonesia (apalagi masyarakay lombok) tentu pola kehidupan new normal semacam ini sungguh tidak pernah terbayangkan sebelumnya.


Kehidupan era new normal (akibat Covid-19) menjadi kehidupan baru yang asing (aneh) bagi mereka lebih-lebih masyarakat yg ada di desa-desa. Berbagai kebiasaan yang sudah menjadi adat kebiasaan turun-temurun, tiba-tiba terpaksa atau dipaksa harus ditinggalkan karena adanya pembatasan sosial (social distancing).

Belum lagi masalah kebutuhan hidup sehari-hari. Adanya pembatasan sosial sudah pasti berpengaruh besar terhadap penghasilan mereka. Maka sangat wajar jika pada akhrinya mereka dicekam kepanikan, kebingungan, dan kegalauan dalam menjalani hidup di era new normal ini.

Dampak lanjutannya bisa saja memunculkan rasa pesimis dan putus asa, jika saja boleh memilih tentu banyak orang akan memilih berada pada kehidupan normal dari pada kehidupan new normal, biarpun dari sisi istilah terdengar lebih keren yang kedua (new normal).

Maka tidak bijak juga ketika ada orang yang dengan entengnya menyalahkan mereka yang tetap keluar rumah untuk bekerja mencari nafkah sebagai orang yang tidak mematuhi pemerintah, orang yang mau menentang maut, orang yang sombong dan sebutan sejenisnya.

Bagi mereka kelaparan justru lebih menakutkan daripada ketakutan mereka terhadap Covid-19 yang tidak jelas ujung ujungnya. Dan ini jelas terpampang di depan mata kita sekarang ini. Banyak orang seakan sudah jenuh dengan pembatasan-pembatasan, banyak orang tidak mau lagi memakai masker, banyak orang cuek dan tidak perduli lagi dengan bahaya Covid-19. Semua ini merupakan wujud dari pesimisme mereka terhadap ketidakpastian pandemi Covid-19.

Maka yang harus kita lakukan sekarang adalah tanamkan rasa optimisme dalam diri kita bahwa pandemi Covid-19 bukan akhir dari dunia, bahwa pandemi Covid-19 hanyalah satu bentuk ujian Allah SWT terhadap pentingnya kebersamaan. Lalu kita tebarkan benih-benih optimisme itu kepada orang-orang di sekitar kita. Ajaklah dan yakinkan mereka untuk melakukan hal yang sama, inilah bentuk nyata berbakti di masa pendemi Covid-19 sebagai ikhtiar bersama.

Semoga bermanfaat, Salam Literasi!!!

Penulis adalah aktifis diberbagai Organisasi Kepemudaan di Kepulauan Riau, tinggal di Kota Batam.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin