Tak Yakin Nurdin Korupsi, Warga Akan Gelar Doa Bersama

80
Warga Karimun membubuhkan tanda tangan di atas kain sepanjang 25 meter dalam aksi solidaritas untuk Gubernur Kepri, Nurdin Basirun di Coastal Area, Tanjungbalai Karimun, Minggu (14/7/19) sore. (F: Barakata.id/Abdul Gani)

Karimun – Meski Nurdin Basirun sudah ditetapkan sebagai tersangka dan menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tapi masih banyak warga Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri) yang tidak yakin jika Gubernur Kepri itu terlibat dalam kasus korupsi. Mereka pun akan menggelar doa bersama sebagai bentuk solidaritas untuk mantan Bupati Karimun itu.

Doa bersama rencananya akan dilaksanakan selepas salat Jumat, 19 Juli 2019 di kawasan Coastal Area, Tanjungbalai Karimun. Informasi dari panitia, hingga Senin malam sudah ada sekitar 2.000 lebih warga yang menyatakan siap menghadiri acara itu.

Doa bersama tersebut digagas oleh sekelompok warga yang tergabung dalam Forum Pembela Kadilan. Kelompok ini diklaim terbentuk secara spontanitas sejak informasi Nurdin Basirun terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Rabu (10/7/19) malam di Kota Tanjungpinang, Kepri.

Baca Juga : Warga Karimun Gelar Aksi Solidaritas untuk Nurdin Basirun

Koordinator Forum Pembela Keadilan, Datok Azman Zainal menegaskan, doa bersama itu untuk memberikan dukungan bagi Gubernur Kepri Nurdin Basirun. Pihaknya sudah mengajak seluruh elemen masyarakat di Karimun untuk ikut berpartisipasi.

“Semua agama, semua suku, semua organsiasi kemasyarakatan kita ajak untuk sama-sama bergabung, dan mereka sudah menyatakan bersedia. Rencananya selepas salat Jumat massa akan berkumpul di Coastal Area. Sampai tadi malam sudah ada sekitar 2.000-an orang yang siap hadir,” katanya di Tanjungbalai Karimun, Selasa (16/7/19).

Baca Juga : Isdianto: Pegawai Bekerja Jangan Asal Bos Senang

Azman mengatakan, di acara doa bersama itu juga akan digelar pernyataan sikap, atau orasi dari masing-masing tokoh agama, dan perwakilan organisasi. Acara akan ditutup dengan pembubuhan tanda tangan dukungan untuk Nurdin Basirun di atas kain putih yang panjangnya masih belum ditentukan.

“Sebenarnya, ide aksi solidaritas ini datang dari beberapa elemen masyarakat, lalu kami gabungkan semua. Kami ingin ada gerakan yang memberi dukungan moril untuk Gubernur Kepri. Kami tak yakin beliau terlibat korupsi, beliau bukan seperti yang disangkakan oleh KPK,” kata pria yang dikenal sebagai Datok Panglima Laskar Melayu Berzatu (LMB) Provinsi Kepri ini.

Menurut Azman, bukan hanya warga di perkotaan, warga dari pulau-pulau di Kabupaten Karimun juga telah menyatakan kesediaan mereka untuk hadir di acara doa bersama tersebut. Ia menegaskan, Nurdin Basirun selama ini dikenal sebagai tokoh yang santun, murah hati dan sangat dekat dengan masyarakat.

Baca Juga : Warga Karimun Kaget, Kok Pak Nurdin Begitu?

Seperti diketahui, KPK menangkap tangan Nurdin Basirun di Kota Tanjungpinang, Rabu (10/7/19) malam. Selain Nurdin, ada lima orang lain yang juga diamankan.

Dalam OTT itu, KPK menemukan uang 6.000 dolar Singapura. Kemudian, pada Kamis (11/7/19), KPK memboyong keenam orang tersebut ke Jakarta untuk selanjutnya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait izin reklamasi.

Pada Jumat (12/7/19), tim KPK melakukan penggeledahan di empat lokasi di Tanjungpinang di antaranya di rumah dinas dan kantor Nurdin. Di rumah dinas, Gedung Daerah Tanjungpinang, petugas menemukan uang dalam 13 tas dan kardus dengan nilai Rp5 miliar lebih.

*****

Reporter : Abdul Gani

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini