Home Warta Nusantara

Tak Perlu Fatwa Haram untuk Melarang Mudik

91
Larangan mudik
Poster yang mengajak masyarakat untuk menahan diri dan tidak mudik pada Lebaran tahun ini karena terkait ancaman penyebaran virus corona. (F: Istimewa)

Barakata.id, Batam – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan larangan mudik kepada masyarakat saat Hari Raya Idul Fitri, tidak perlu memakai fatwa haram. Meski ada imbauan dan permintaan dari pemerintah, MUI sejauh ini belum berencana menerbitkan fatwa haram mudik.

“Kami memandang itu (fatwa haram) enggak perlu kalau masalah mudik itu. Masalah perut itu, bukan masalah fatwa itu,” kata Ketua Komisi Fatwa MUI, Hasanuddin AF di Jakarta, Selasa (7/4/20), dilansir dari CNN Indonesia.

Hasanuddin berpendapat, yang perlu dilakukan pemerintah di tengah penyebaran virus corona (Covid-19) adalah menjamin kehidupan dan kebutuhan masyarakat bila nantinya diterapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Baca Juga :
Cegah Corona di Musim Mudik, Jokowi Siapkan Hari Libur Pengganti

Ia meyakini masyarakat tak akan mudik ke kampung halamannya masing-masing bila pemerintah dapat mencukupi kebutuhan masyarakat saat penerapan PSBB.

“Jadi kalau pemerintah mau memberlakukan PSBB ya jamin dong. Kalau tidak mau mudik, masyarakat yang dari daerah itu, kehidupannya gimana? Orang enggak bisa makan, enggak bisa kerja. Itu masalah negara itu. Bukan masalah fatwa itu,” ujarnya.

Hasanuddin memastikan sampai hari ini MUI belum berencana menyusun fatwa yang menyatakan kegiatan mudik di tengah wabah virus corona haram hukumnya.

“Komisi fatwa [MUI] belum berencana, walaupun ada imbauan dari pemerintah, termasuk dari wapres sendiri,” katanya.

Sebelumnya, Wakil Presiden Ma’ruf Amin mendorong MUI menerbitkan fatwa yang menyatakan kegiatan mudik ke kampung halaman haram hukumnya di tengah wabah virus corona di Indonesia.

Hal itu ia sampaikan untuk merespons kekhawatiran Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil terkait potensi banyaknya masyarakat yang berbondong-bondong mudik ke Jawa Barat.

“Kita sudah juga dorong MUI untuk menyatakan bahwa pada saat sekarang mudik itu haram hukumnya,” kata Ma’ruf saat melakukan teleconference dengan Ridwan Kamil, Jumat (3/4/20).

Baca Juga:
Catat, Sembako dan Kartu Prakerja Dibagi Mulai 9 April

Ma’ruf menyatakan MUI sendiri sudah mengeluarkan beberapa fatwa penting di tengah mewabahnya virus corona di Indonesia. Di antaranya, larangan salat Jumat di masjid, fatwa penanganan jenazah positif corona hingga fatwa petugas medis tak perlu wudu dalam melaksanakan salat saat mengenakan alat pelindung diri.

“Nanti saya coba supaya keluar fatwa soal mudik,” kata Ma’ruf.

Mendengar hal itu, Ridwan Kamil mengapresiasi langkah Ma’ruf yang mendorong MUI mengeluarkan fatwa tentang mudik. Dia menyatakan para pemudik dari episentrum rawan corona berpotensi menyebarkan virus tersrbut hingga ke polosok-pelosok daerah di Jawa Barat.

“Tugas saya sebagai umaro tinggal menguatkan. Seperti fatwa MUI soal salat Jumat, pas saya yang inisiatif [melarang] banyak yang bully, Pak. Tapi setelah MUI bikin fatwa, semua diam dan mengikuti. Fatwa yang menguatkan, Pak,” kata Ridwan Kamil.

*****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin