Home Kepulauan Riau Tanjungpinang

Syahrul Tegaskan Empat Pilar Kebangsaan Harus Diterapkan Konsisten

25
Sosialisasi 4 Pilar MPR RI dengan tema Peran Gereja dalam Menjaga 4 Pilar Kebangsaan bersama Anggota DPR RI, Mayjen TNI MAR (Purn) Sturman Panjaitan, SH
Sosialisasi 4 Pilar MPR RI dengan tema Peran Gereja dalam Menjaga 4 Pilar Kebangsaan bersama Anggota DPR RI, Mayjen TNI MAR (Purn) Sturman Panjaitan, SH
Sosialisasi 4 Pilar MPR RI dengan tema Peran Gereja dalam Menjaga 4 Pilar Kebangsaan bersama Anggota DPR RI, Mayjen TNI MAR (Purn) Sturman Panjaitan, SH
Sosialisasi 4 Pilar MPR RI dengan tema Peran Gereja dalam Menjaga 4 Pilar Kebangsaan bersama Anggota DPR RI, Mayjen TNI MAR (Purn) Sturman Panjaitan, SH

Barakata.id, Tanjungpinang- Dalam rangka meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan dalam keberagaman masyarakat Indonesia, dilaksanakan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI dengan tema “Peran Gereja dalam Menjaga 4 Pilar Kebangsaan” bersama Anggota DPR RI, Mayjen TNI MAR (Purn) Sturman Panjaitan, SH dengan peserta dari Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Kota Tanjungpinang dan Bintan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Restoran Nelayan, Sabtu (14/3).

Walikota Tanjungpinang, H. Syahrul, S.Pd mengatakan 4 Pilar Kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika harus dipahami dan dilaksanakan secara konsisten karena menjaga kemajemukan sama halnya dengan mempertahankan dan merawat persatuan dan kesatuan bangsa.
Syahrul pun mengajak para pendeta untuk memegang teguh 4 pilar kebangsaan dan menerapkan secara konsisten dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, hal ini menjadi sangat penting untuk terus dilakukan karena dengan hal itu dapat membangun kebersamaan.
“Empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, itu merupakan warisan dasar bangsa Indonesia yang menjadi kesepakatan bersama untuk mengikat keutuhan bangsa dari ancaman kehancuran dan perpecahan,” kata Syahrul.
Lebih lanjut Syahrul mengatakan, untuk kembali membumikan empat pilar kebangsaan tidak cukup hanya dengan sosialisasi, tetapi perlu langkah nyata dengan memasukkan pelajaran dalam kurikulum pendidikan, seperti pelajaran Pancasila, budi pekerti, dan P4 yang sudah lama tidak ada.
“Kita harus memahami bagaimana pengamalan dan penghayatan Pancasila, dulu di zaman orde baru ada yang namanya P4 dan kita semua hapal dengan 36 butir Pancasila, namun saat ini menjadi hal yang terlupakan sehingga generasi muda milenial tak paham dengan apa yang terkandung dalam isi Pancasila, semoga dengan adanya sosialisasi ini para generasi muda dan lintas sektoral dapat memahami dan mengerti apa itu Pancasila,” ucapnya.
Diakhir sambutannya, Syahrul mengharapkan sinergitas antara pemerintah dengan elemen masyarakat khususnya pemuka agama agar dapat mewujudkan Kota Tanjungpinang yang maju, sejahtera, berbudaya dalam harmoni kebhinekaan masyarakat madani. “Semoga dengan adanya pertemuan ini, kita dapat menjalin sinergitas dengan seluruh elemen masyarakat khususnya pendeta agar dapat mewujudkan Kota Tanjungpinang yang maju, sejahtera, berbudaya dalam harmoni kebhinekaan masyarakat madani sesuai dengan visi Pemerintah Kota Tanjungpinang,” pungkasnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin