Suplai Air Bersih Batam di Ambang Sekarat

176
IPA Tanjungpiayu
IPA Tanjungpiayu akan berhenti beroperasi ketika elevasi air di waduk Duriangkang mencapai level minus 3,4 meter dari permukaan bangunan pelimpah. (F: Dok. ATB)

Salah satu skema yang dipersiapkan adalah menyalurkan air kepada pelanggan yang selama ini dilayani melalui IPA Tanjungpiayu melalui IPA Duriangkang selama 3 hari dalam seminggu, dan 4 hari sisanya pelanggan di wilayah Tanjungpiayu tidak mendapat suplai air bersih.

Sementara di sisi lain, pelanggan yang dilayani melalui IPA Duriangkang akan berpotensi mengalami dampak selama 3 hari dan sebaliknya mengalir selama 4 hari.

Aliran air juga berpotensi mengecil hingga tidak mengalir sama sekali kepada sedikitnya 32 ribu pelanggan di wilayah Seipanas dan sebagian Batam Centre.

Baca Juga :
Siap-Siap, Suplai Air ATB Ada Gangguan Besok Malam, Jangan Lupa Tampung Air

Pelanggan juga akan mengalami pemulihan suplai setelah waktu penggiliran diberlakukan. Akan ada beberapa pelanggan yang membutuhkan waktu beberapa hari hingga suplai kembali normal.

Maria menegaskan, pemulihan suplai air ke rumah pelanggan, akan sangat bergantung kepada perilaku pelanggan.

“Kondisi pemulihan suplai akan semakin lama bila pelanggan yang berada dekat dengan IPA tidak bertoleransi dengan menampung air berlebihan. Ini bisa menyebabkan suplai kepada pelanggan di ujung pipa dan tempat yang tinggi membutuhkan waktu yang lebih panjang,” kata Maria.

Kirim air pakai mobil tanki

Sementara opsi mengirimkan air melalui mobil tanki tidak mungkin dilakukan. Kehilangan 225 liter per detik akibat berhentinya produksi IPA Tanjungpiayu, sama dengan kehilangan 17 ribu meter kubik air bersih.

Baca Juga :
Siap-Siap Tampung Air, Besok Malam Suplai Air ATB Terganggu

Menurut Maria, air sebanyak itu hanya bisa didistribusikan menggunakan 3.500 mobil tanki setiap harinya.

“Opsi mobil tanki itu mustahil. Jumlah armada yang dimiliki ATB sangat terbatas dan kita tidak akan mampu. Jadi, kita tidak akan melakukannya, kecuali untuk pelayanan rumah sakit,” jelas Maria.

Ia mengatakan, kondisi ini tidak bisa dihindari, karena kondisi air baku yang semakin terbatas. Satu-satunya harapan agar Batam terhindar dari kondisi ini adalah turunnya hujan dengan intensitas yang memadai.

Baca Juga :
Terkait Pengelolaan Air Batam, Ombudsman: Pelayanan ke Pelanggan Jangan Terganggu

Karena itu, lanjut Maria, ATB mendukung segala upaya yang dilakukan BP Batam agar hujan segera turun.

“Mari kita bantu upaya pemerintah melalui doa-doa kita, agar hujan segera turun. Tingkatkan toleransi dalam menggunakan air. Jangan berlebihan menampung air, kita harus peduli dengan sesama yang membutuhkan air bersih,” ajaknya.

ATB juga mengimbau pelanggan untuk lebih bijaksana di musim kemarau ini, dengan menggunakan air bersih untuk aktivitas yang penting saja. Budaya 3R (Reuse, Reduce, Recycle) sudah harus menjadi budaya bersama. Penggiliran tak terhindari mari budayakan toleransi untuk berbagi.

*****

Editor : Yuri B Trisna

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin