Home Kepulauan Riau Stok Vitamin C dan D di Batam-Tanjungpinang Menipis

Stok Vitamin C dan D di Batam-Tanjungpinang Menipis

14
Stok Vitamin Menipis
Tim Polda Kepri mengecek ketersediaan obat dan suplemen di perusahaan pedagang besar farmasi di Kepri. Saat ini stok vitamin C dan D di Batam dan Tanjungpinang menipis. (F: barakata.id)
Himbauan Pemprov Kepri

Barakata.id, Batam – Stok vitamin C dan vitamin D di Kota Batam serta Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) terus menipis di tengah pandemi Covid-19. Hal itu sjalan dengan terus meningkatnya permintaan dari masyarakat.

Menipisnya stok vitamin C dan vitamin D di dua kota tersebut terungkap saat Tim Satgas Pangan Ditreskrimum Polda Kepri melakukan pengecekan ke 14 perusahaan pedagang besar farmasi di Batam-Tanjungpinang.

Selain dua vitamin yang banyak diburu masyarakat tersebut, stok obat dan alat kesehatan yang sesuai dengan peraturan Menteri Kesehatan juga ikut menipis. Padahal, pandemi Covid-19 belum bisa dipastikan kapan bakal berakhir.

BACA JUGA : Indonesia Buru 3 Obat Terapi Covid-19

Dir Reskrimsus Polda Kepri, Kombes Pol Teguh Widodo mengatakan, pihaknya melakukan pengecekan langsung ketersedian alat kesehatan, obat-obatan, dan suplemen yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh dengan sasaran Pedagang Besar Farmasi (PBF) di wilayah Kota Batam dan Tanjungpinang.

“Dari hasil pengecekan yang dilakukan oleh tim di lapangan, dapat kita simpulkan bahwa saat ini permintaan obat-obatan dan vitamin sangat tinggi,” kata Teguh di Mapolda Kepri, Nongsa, Batam, Rabu (21/7/21).

Obat dan Suplemen
Tim Polda Kepri mengecek ketersediaan obat dan suplemen di perusahaan pedagang besar farmasi di Kepri. Saat ini stok vitamin C dan D di Batam dan Tanjungpinang menipis. (F: barakata.id)

Teguh yang didampingi Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt mengatakan, dari 14 perusahan farmasi dan apotek yang dicek, didapatkan ketersediaan obat yang sesuai Peraturan Menteri Kesehatan, vitamin C dan vitamin D mulai menipis. Menipisnya stok dikarenakan tingginya permintaan dari masyarakat.

BACA JUGA : Prosedur Isolasi Mandiri di Rumah dari Satgas Covid-19

“Untuk memenuhi kebutuhan obat yang meningkat sejalan dengan lonjakan kasus konfirmasi Covid-19, pemerintah telah mendorong seluruh industri farmasi baik swasta maupun BUMN untuk meningkatkan kapasitas produksinya, termasuk mempercepat proses pendistribusian obat,” kata Teguh.

Harry Goldenhard menambahkan, obat dan suplemen yang stoknya menipis di Kepri diharapkan bisa segera dipasok agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

“Tentunya kita berharap kebutuhan akan obat-obatan dan vitamin ini segera dapat terpenuhi dan disalurkan ke fasilitas-fasilitas kesehatan dan ke apotek-apotek, sehinga tidak ada penimbunan di industri maupun di pedagang besar farmasi,” tutup Harry.

*****

Editor : YB Trisn

Advertisement
SebelumnyaTelkomsel Tebar 906 Hewan Kurban ke Pelosok Negeri
SelanjutnyaTJK Power Salurkan 6 Sapi Kurban untuk 4 Kampung di Nongsa