Home Kepulauan Riau Karimun Status PPKM di Karimun Naik ke Level 3

Status PPKM di Karimun Naik ke Level 3

PPKM Darurat
Ilustrasi. (F: Istimewa)

Barakata.id, Karimun – Tingkat penyebaran Covid-19 di Kabupaten Karimun mengalami peningkatan yang disebabkan tingginya aktivitas masyarakat sehingga terjadinya klaster lokal.

Dalam waktu kurang dari dua pekan, status PPKM di Karimun naik ke level 3. Hal ini disebabkan tingkat penyebaran Covid-19 di Kabupaten Karimun yang mengalami peningkatan drastis selama Februari.

“Dengan kondisi penyebaran yang cukup banyak, maka berdasarkan hasil asesmen, daerah kita sudah PPKM level 3. Dengan kondisi saat ini, maka sudah saatnya kita tidak boleh abai dengan protokol kesehatan,” ujar Bupati Karimun, Aunur Rafiq, Senin (28/2/22).

Baca juga : Bupati Karimun Pimpin Operasi Yustisi, Imbau Warga Patuhi Protkes

Untuk diketahui, lanjut Bupati, tingginya penyebaran Covid-19 di Kabupaten Karimun karena tingginya aktivitas masyarakat. Sehingga, telah terjadi klaster lokal. Sebagai contoh, dalam tiga hari terakhir, yakni Sabtu (26/2) sampai dengan Senin (28/2) terdapat 125 kasus baru positif Covid-19. Selain itu, dalam waktu yang sama pasien yang sembuh hanya 14 orang.

“Ditambah juga dalam tiga hari terakhir, tepatnya pada Minggu ada satu orang yang meninggal dan merupakan salah satu pelajar SLTA di Karimun. Dan untuk jumlah kasus aktif Covid-19 sebanyak 248. Dengan kondisi seperti ini, Pemerintah Kabupaten Karimun akan mengeluarkan aturan sesuai dengan PPKM level 3. Termasuk melakukan pembatasan-pembatasan kegiatan sosial kemasyarakatan untuk mengurangi tingkat penyebaran. Salah satunya kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM),” jelasnya.

Baca juga : Bupati Karimun Temukan 78 Warga Langgar Protkes Saat Operasi Yustisi

Menyinggung tentang tingginya tingkat penyebaran tentunya membutuhkan tempat perawatan, Rafiq menyebutkan, dengan kembali meningkat kasus positif Covid-19, maka salah satu tempat rawat inap, yakni lantai 6 RSUD M Sani sudah mulai difungsikan untuk merawat pasien dengan gejala.

“Hasil rapat bersama, maka putuskan kalau lantai 6 RSUD M Sani dibuka atau digunakan kembali untuk merawat pasien Covid-19 dengan kondisi bergejala. Selain itu, mulai hari ini (Senin, red) lokasi isolasi terpadu (Isoter) di GOR Badang Perkasa juga sudah mulai dibuka. Sehingga, dapat menampung warga yang tidak memiliki tempat untuk isolasi mandiri,” ungkap Bupati.

IKLAN BP BINTAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin