Home Kepulauan Riau

STAI MU Tanjungpinang, Kampus Sarat Prestasi dengan Biaya Kuliah Murah

486
Prosesi wisuda mahasiswa STAI MU Tanjungpinang. (F: Dok. Humas STAI MU)

Tanjungpinang – Memilih kampus untuk melanjutkan jenjang pendidikan tinggi memang gampang-gampang susah. Yang paling sering menjadi pertimbangan adalah, perguruan tinggi tersebut memiliki prestasi dan menawarkan biaya perkuliahan yang murah.

Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum (STAI MU) Tanjungpinang adalah satu dari banyaknya kampus yang ada di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Nama kampus ini belakangan semakin populer di kalangan pegiat pendidikan, termasuk para calon mahasiswa baru.

Sejak berdiri pada tahun 1997, kampus yang dulunya bernama Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Miftahul Ulum Tanjungpinang ini sudah mencetak para lulusan yang kompeten dan handal di bidangnya.

Berlokasi di Batu 11, Tanjungpinang, bendera STAI MU terus berkibar. Dan seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ajaran baru kali ini, STAI MU juga masih menjadi incaran para lulusan SMA yang ingin melanjutkan ke bangku perkuliahan.

Baca Juga : Palsukan Ijazah, Pelawak Qomar Ditahan

Tingginya minat mahasiswa untuk kuliah di kampus ini disebabkan beberapa hal, salah satunya adalah kualitas pendidikan yang ditawarkan STAI MU.

“Kualitas yang dimaksud, misalnya terlihat dari 82 alumni STAI MU yang lulus pada seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) pada tahun 2018 lalu,” kata panitia penerimaan mahasiswa baru STAI MU, Taufik Afdal, Kamis (4/7/19).

Taufik mengatakan, para lulusan STAI MU umumnya bisa langsung mendapatkan kesempatan kerja di berbagai perusahaan dan instansi pemerintah. Selain itu, sebagian juga sukses menjalankan bisnis sendiri.

Mengapa lulusan STAI MU bisa bersaing dalam dunia kerja? Menurut Taufik, hal itu lantaran para mahasiswa STAI MU mendapat gemblengan yang terarah selama mengikuti perkuliahan.

Selain harus mengikuti rutinitas perkuliahan, mahasiswa juga mendapat pembinaan berdasarkan potensi yang dimilikinya. Karena itu, tidak mengherankan jika selulusnya mereka dari kampus, para mahasiswa tersebut bisa langsung beradaptasi dan unggul dan persaingan dunia kerja.

Di STAI MU, lanjut Taufik yang juga Kepala Program Studi Tadris Bahasa Inggris ini, pihak kampus memberi pilihan jam kuliah kepada para mahasiswa. Jam perkuliahan di STAI MU dibagi tiga waktu yakni pagi, sore, dan malam.

Adanya pilihan jam perkuliahan itu membuat STAI MU banyak disukai oleh para calon mahasiswa. Bukan hanya lulusan SMA dan sederajat, tapi juga banyak mahasiswa STAI MU yang berasal dari karyawan baik pemerintah maupun swasta.

“Perkuliahan juga ditunjang dengan lingkungan kampus yang asri dan nyaman sehingga membuat proses belajar dan mengajar lebih kondusif,” kata dia.

Para mahasiswa STAI MU juga didorong mengikuti berbagai organisasi baik di kampus maupun di eksternal, juga kegiatan-kegiatan umum lainnya sepanjang tidak melanggar aturan dan bisa mendukung peningkatan prestasi mahasiswa tersebut.

“Di berbagai perlombaan karya tulis ilmiah dan lainnya, mahasiswa kita sering berhasil menjadi juara baik di tingkat Provinsi Kepri maupun nasional,” ujarnya.

Saat ini, jurusan-jurusan yang ada di STAI MU adalah, Pendidikan Agama Islam Tadris Bahasa Inggris, Ekonomi Syariah dan Pendidikan Guru MI. Semuanya untuk jenjang pendidikan Strata 1 (sarjana).

Beasiswa dan biaya murah

Keunggulan lain STAI MU adalah, biaya perkuliahaan yang relatif lebih murah dibanding kampus lain. Apalagi, setiap mahasiswa juga bisa mendapatkan beasiswa yang sangat banyak jenisnya.

Taufik mengatakan, beasiswa yang tersedia dan bisa dimanfaatkan mahasiswa STAI MU di antaranya, beasiswa prestasi, beasiswa Kementerian Agama, beasiswa pengembangan usaha dan beasiswa dari Pemprov Kepri, serta pemerintah kabupaten dan kota yang ada di Kepri. Belum lagi beasiswa dari berbagai perusahaan BUMN maupun swasta.

“Biaya kuliah per semester di sini juga dapat dicicil. Menurut kami, itu karena salah satu tujuan utama perguruan tinggi adalah meningkatkan kualitas masyarakat melalui pendidikan formal,” katanya.

Ketua STAI Miftahul Ulum Tanjungpinang, Amir Husin

Ketua STAI Miftahul Ulum Tanjungpinang, Amir Husin menambahkan, pihaknya hingga kini sudah meluluskan ribuan mahasiswa, dan setiap tahunnrutin menggelar wisuda.

”Alhamdulillah, selain mayoritas bekerja bahkan ada yang sudah jadi pejabat ada juga yang mampu menciptakan lapangan kerja dengan membuka usaha sendiri,” katanya.

Saat disinggung tentang banyaknya alumni STAI yang diterima CPNS pada 2018 lalu, Amir Husin mengaku itu merupakan kebanggaan juga bagi STAI MU karena pegawai negeri masih menjadi pekerjaan yang banyak didambakan sarjana namun hanya sebagian yang mendapat kesempatan untuk bisa diterima.

Baca Juga : Pemerintah Buka Lowongan 254.173 CPNS

Amir mengatakan, pada penerimaan CPNS tahun lalu, ada 82 lulusan STAI MU yang diterima. Mereka kini tersebar di berbagai daerah di Kepri.

Setiap libur semester, sambung Amir Husin, sebagian mahasiswa dan dosen gencar sosialisasi ke sekolah-sekolah yang ada di Kepri tentang pentingnya melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Kami selalu menekankan kepada lulusan SMA sederajat, terserah mau milih kuliah dimana, yang terpenting mesti melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi sebagai bentuk investasi di hari tua nantinya,” katanya.

Ia menuturkan, sebagian, siswa SMA ada yang mengaku tidak akan melanjutkan pendidikannya karena terbentur biaya, lantaran ekonomi orangtuanya yang tidak mendukung. Masalah-masalah yang seperti ini yang perlu hindari.

“Kita tidak ingin ada yang tidak melanjutkan pendidikan karena alasan biaya. Banyak program beasiswa yang bisa menjadi solusi dan tidak semua perguruan tinggi itu yang biayanya mahal,” kata dia.

*****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin