Home Kepulauan Riau Batam Srikandi Debat Pilkada Kepri Itu Bernama Suryani

Srikandi Debat Pilkada Kepri Itu Bernama Suryani

305
Debat Pilkada Kepri
Suryani, calon Wakil Gubernur Kepri nomor urut 2 saat berkunjung ke kawasan pesisir, baru-baru ini. (F: istimewa)

Tubuhnya yang mungil dibanding lima orang lain yang berdiri di atas panggung debat Pilkada Kepri itu tak membuat Suryani kehilangan panggung. Justru, sepanjang jalannya debat, wanita berhijab yang mengenakan baju kurung warna kuning itu mampu menguasani momentum.

Setiap kata yang meluncur dari mulutnya bak anak-anak panah yang membuat lawan kelimpungan, berusaha mengelak. Lontaran kata-katanya juga mampu membikin sang lawan terkesima, sambil mengangguk-anggukan kepalanya, meski nyaris tak terlihat.

Suryani begitu menguasai materi. Bicara soal ekonomi ia mumpuni, pelayanan publik ia ciamik, infrastruktur ia terukur. Apalagi soal pendidikan, konsep dialah yang paling bisa diandalkan.

Saat memberi jawaban dari pertanyaan pasangan calon lain, Suryani menjelaskan dengan bernas. Tata bahasanya rapi, kalimatnya runut dan jelas, seakan-akan ia sudah menerima bocoran soal sebelum naik ke atas panggung.

Suryani adalah Srikandi dalam debat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur KepriKepala Daerah (Pilkada) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Jumat (20/11/20) malam. Debat itu disiarkan langsung di stasiun TVRI, juga secara live streaming melalui akun media sosial KPU Kepri.

Srikandi adalah salah satu tokoh wanita dalam kisah pewayangan yang sangat terkenal karena keberanian, ketangguhan dan kecerdasannya.

Baca Juga :

Dari gestur tubuhnya, tampak jelas jika Suryani ingin menjelaskan lebih banyak, lebih detail dari setiap pertanyaan yang diajukan paslon lain. Namun, ia harus mengalah dengan batas waktu yang ditetapkan panitia.

Saat memaparkan tentang konsep ekonomi kemaritiman usai ditanya panelis debat, Calon Wakil Gubernur Kepri nomor urut 2 itu sempat melepaskan senyum manisnya sesaat. Matanya pun sekilas melirik pria di sampingnya, Isdianto, pasangannya dalam debat itu, seolah meminta izin untuk memberi pencerahan.

Tak jauh dari podium Isdianto-Suryani, dua paslon lain tampak menunggu. Seakan ingin pula mendengar “kuliah umum” dari wanita yang sudah tiga periode duduk di DPRD Kepri itu.

Dalam debat itu, KPU Kepri menghadirkan sembilan orang panelis. Mereka adalah Prof Eko Prasojo, Prof Agung Dhamar Syakti, Iskandar Itan, Uuf Brajawidagda, Muhamad Faisal, Oksep Adhayanto, Asmaul Husna, Muhammad Zaenuddin, dan Emy Hajar Abra.

Pilkada Kepri
Paslon nomor urut 2, Isdianto-Suryani dalam debat Pilkada Kepri, Jumat (20/11/20) malam. (F; screenshot)

Pembangunan ekonomi maritim

Suryani mengawali pemaparannya dengan menyebutkan bahwa Provinsi Kepri merupakan wilayah perairan yang sangat luas, terbentang hingga 96 persen berbanding 4 persen daratan. Dengan dominasi lautan itu, sudah sepantasnya Kepri menjadi daerah yang paling unggul di sektor kemaritiman di Indonesia.

Bagaimana membangun sektor kemaritiman di Kepri? Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera itu, Kepri perlu memperbanyak pembangunan di bidang pendidikan kemaritiman untuk mendukung pembangunan ekonomi.

Dengan adanya pendidikan bidang kelautan dan kemaritiman, maka akan ada pondasi yang kuat bagi Kepri di masa hadapan agar dapat melakukan eksplorasi dan pemanfaatan sumber daya kelautan.

“Menyesuaikan dengan kondisi wilayah Kepri, maka kita harus memperbanyak lembaga pendidikan formal seperti sekolah hingga perguruan tinggi ataupun institusi pelatihan keterampilan yang khusus di bidang kemaritiman. Selama ini, kita memang belum maksimal mengeksplorasi kekayaan laut, memang sudah dilakukan tapi masih banyak lagi yang bisa digali,” katanya.

Menurut Suryani, sumber daya manusia yang ahli kemaritiman di Kepri perlu diperkuat. Bukan hanya jumlahnya yang diperbanyak, tapi keahlian SDM-SDM kemaritiman di Kepri juga harus ditingkatkan. Karena itu, ia bersama Isdianto telah menyiapkan program pelatihan peningkatan keterampilan bagi generasi muda.

“Anak-anak Kepri itu pandai melaut, jadi tinggal diasah lagi keterampilannya bagaimana kepandaian yang sudah tradisi itu menjadi lebih modern, lebih ahli lagi supaya bisa benar-benar mengeksplorasi potensi laut Kepri menjadi sumber ekonomi yang tangguh,” ujarnya.

Pemaparan Suryani itu dilengkapi pula dengan peryataan Isdianto bahwa mereka, pasangan INSANI akan memprioritaskan pendidikan sebagai salah satu upaya peningkatan kualitas SDM di Kepri. Peningkatan SDM itu dimulai sejak dini.

INSANI, kata Isdianto, punya program pendidikan gratis untuk pelajar tingkat SMA/SMK se-derajat. Nantinya, anak-anak di Kepri akan dibebaskan dari segala macam biaya pendidikan.

Baca Juga :

Bukan cuma itu, lanjut Isdianto, Pemerintah Provinsi Kepri di bawah kepemimpinan Isdianto-Suryani juga akan memberi subsidi pendidikan bagi mahasiswa sarjana sampai pascasarjana (S1 dan S2).

“Tujuan kita memberikan beasiswa untuk melatih dan mendidik anak kita untuk bisa terampil dalam bekerja. Kami menyadari SDM kita di beberapa sektor saat ini masih belum memadai, karena itu akan kita fasilitasi agar ke depan muncul SDM-SDM handal di Kepri,” kata dia.

Debat Pilkada Kepri itu diikuti oleh tiga paslon yakni Soerya Respationo-Iman Setiawan (nomor urut 1), Isdianto-Suryani (nomor urut 2), dan Ansar Ahmad-Marlin Agustina (nomor urut 3).

Masing-masing paslon diberi kesempatan memaparkan program mereka jika nantinya terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri. Para paslon juga diberi ruang debat tanya-jawab. Sesi ini yang paling menarik karena masing-masing calon berusaha tampil mengesankan.

Dan dari jalannya debat, terlihat jelas kalau paslon nomor urut 2 lebih memberi solusi konkrit tentang apa yang bakal dikerjakan agar bisa membawa Kepri menjadi provinsi yang unggul dan diperhitungkan di Tanah Air.

Adapun paslon lain, meski juga menguasai materi debat, tapi terlihat lebih tekstual, seolah menghapal dari buku. Ada pula paslon lain yang terkesan gugup, sampai salah sebut nomor urutnya.

“Kami dari paslon nomor urut dua…” kata Calon Wakil Gubernur Kepri dari nomor urut 3 itu tanpa sadar kalau ia salah sebut.

*****

Editor : YB Trisna

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin