SKK Migas Bangun Migas Centre di Kampus Putera Batam

71
Diskusi SKK Migas di Radisson Hotel Batam, Kamis (22/8/19). (F: Barakata.id)

Barakata.id, Batam – Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas membangun Migas Centre di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) tepatnya di kampus Universitas Putera Batam. Batam termasuk lima kota yang akan memiliki Migas Centre di wilayah Sumatera bersama Aceh, Medan, Padang, dan Pekanbaru.

Kepala Perwakilan SKK migas Wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Avicenia Darwis mengatakan, Migas Centre di Batam akan dibangun tahun ini. Migas Centre yang lokasinya berada di dalam kampus tersebut akan menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang industri migas di Indonesia.

Pendirian Migas Centre sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo dimana mulai tahun ini, pemerintah akan mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Terutama untuk adik-adik mahasiswa, di Migas Centre juga ada kurikulum yang kami siapkan bagi mahasiswa yang ingin mengetahui banyak hal tentang industri migas,” katanya dalam Diskusi Hulu Migas di Radisson Hotel, Batam, Kamis (22/8/19).

Baca Juga : Isdianto Minta SKK Migas Berkontribusi Majukan Pariwisata Kepri

“Hadirnya Migas Centre ini, nantinya kita bisa saling menghubungkan komunitas oil (minyak) dan gas (migas). Ini yang ingin kita munculkan, agar masyarakat khususnya mahasiswa punya pemahaman lebih mendalam tentang oil dan gas,” sambungnya.

Menurut Avicenia, Migas Centre ini akan banyak diisi kegiatan yang bervariasi. Dalam setahun, misalnya, akan ada berbagai kurikulum perihal industri migas.

“Kita akan hadirkan tenaga-tenaga ahli di bidang minyak dan gas ke Migas Centre untuk mengisi kurikulum dan kegiatan. Mahasiswa bisa memanfaatkan kehadiran mereka semaksimal mungkin untuk mencari tahu tentang industri migas di Tanah Air,” kata dia.

Kontribusi pada pembangunan daerah

Dalam diskusi dengan tema Kontribusi Sektor Hulu Migas dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Daerah itu, Avicenia mengatakan, selain menyumbang pendapatan negara, sektor hulu migas juga ikut berkontribusi mendorong perkembangan dan pertumbuhan ekonomi di daerah operasi.

Bpk Avicenia Darwis Kepala Perwakilan SKK Migas wilayah Sumbagut, Avicenia Darwis menyerahkan momento kepada Plt Gubernur Kepri, Isdianto di acara diskusi SKK Migas di Radisson Hotel, Batam, Kamis (22/8/19). (F: Barakata.id)

Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Kepri, Isdianto dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada SKK Migas yang telah membantu pelatihan dan pendidikan bagi anak-anak Kepri. Ia berharap, SKK Migas meningkatkan kontribusinya pada berbagai bidang pembangunan di Kepri.

“Untuk bidang sumber daya manusia, apa yang dilakukan SKK Migas dan rekanannya di Kepri sudah cukup bagus. Ke depan kami minta ikut memperhatikan pembangunan di sektor pariwisata,” katanya.

Baca Juga : 18 Ribu Warga Batam Daftar Sambung Jaringan Gas PGN

Isdianto mengatakan, di dua wilayah penghasil migas di Kepri yakni Kabupaten Natuna dan Kepulauan Anambas, potensi pariwisatanya sangat luar biasa. Namun, akses untuk menuju ke dua daerah itu masih butuh dorongan. Begitu pula dengan infrastruktur penunjang lainnya.

“Kami berharap ke depan SKK Migas bisa lebih jeli dan cermat dalam membuat program kerja ke masyarakat. Sinergi dengan pemerintah di daerah operasi harus ditingkatkan, agar program-program SKK Migas bisa ‘nyambung’ dengan program pembangunan pemerintah daerah,” katanya.

Pada diskusi itu, Commercial Manager PT Saipem Indonesia, Budi Karnadi menyampaikan bagaimana Saipem menjadi bukti konkrit multiplier effect sektor hulu migas dengan meningkatkan perkembangan ekonomi dan sumber daya manusia nasional, khususnya di wilayah Kepulauan Riau.

Menurut catatan perusahaan yang berlokasi di Kabupaten Karimun itu, proyek-proyek hulu migas sejak tahun 2016 hingga 2018 telah membuka 23.420 lowongan pekerjaan bagi tenaga kerja nasional termasuk di dalamnya pekerja lokal.

*****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini