Home Kepulauan Riau Batam

Siswa di Batam Masih Belajar dari Rumah, Orangtua Pusing

538
Belajar dari Rumah
Foto ilustrasi. Siswa belajar dari rumah selama masa pandemi Covid-19. (F: shutterstock)

Barakata.id, Batam – Hari ini, tahun ajaran baru kembali dimulai. Pandemi Covid-19 yang masih belum berakhir membuat proses belajar mengajar masih harus dilakukan dari rumah secara online atau daring. Keputusan ini menuai beragam komentar dari orangtua siswa di Batam.

Beberapa waktu lalu, Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan kondisi saat ini masih belum memungkinkan anak-anak untuk belajar tatap muka di sekolah. Pembelajaran secara tatap muka, baru akan dilaksanakan apabila Batam sudah masuk zona hijau dalam penyebaran Covid-19.

Dewi misalnya. Warga Batam Kota itu mengaku cukup pusing dengan kebijakan belajar secara daring ini. Hari pertama mulai sekolah diisi dengan pengenalan materi saja. Sistem pembelajaran mengunakan aplikasi zoom. Siswa bisa menyimaknya menggunakan laptop maupun ponsel.

Baca Juga :
Sekolah di Batam Belum Dibuka, Belajar Tetap dari Rumah

Selama belajar secara daring ini, Dewi mengaku mengawasi anaknya. Karena jika tak diawasi, ia khawatir anaknya tidak fokus belajar.

“Untuk orangtua yang bekerja ini menjadi masalah baru, karena tak ada yang mengawasi anaknya selama belajar daring,” ujarnya.

Dewi meminta kepada pihak terkait untuk mengkaji ulang kebijakan terkait belajar daring ini. Menurutnya, saat ini proses belajar mengajar sudah bisa dilaksanakan secara tatap muka di sekolah. Yang penting, semua pihak mematuhi protokol kesehatan.

“Jumlah siswa kan bisa juga dibatasi, digilir gitu jam masuknya, jangan langsung bersamaan,” kata dia.

“Guru dan siswa juga harus tetap menggunakan masker, dan menyediakan sabun cuci tangan. Sebelum masuk ke area sekolah, semua juga harus dicek suhu tubuhnya. Kalau ini dijalankan, rasanya tak ada yang perlu dikhawatirkan. Toh, di Batam semua sudah mulai dibuka seperti mall, tempat-tempat wisata dan lainnya,” sambung Dewi.

Orangtua minta keringanan biaya

Penerapan belajar dari rumah juga menuai kontra dari warga yang disampaikan melalui media sosial. Di Facebook contohnya, banyak warga Batam yang mempertanyakan kebijakan Wali Kota Rudi yang belum memperbolehkan proses belajar mengajar tatap muka di sekolah.

Sementara itu, komentar masyarakat terkait pembelajaran daring ini banyak dicetuskan di media sosial, salah satunya Facebook. Dalam unggahan Barakata.id di Facebook mengenai pernyataan Wali Kota Batam M Rudi misalnya.

Rata-rata, para orangtua meminta keringanan dalam pembayaran SPP bagi yang anaknya bersekolah di sekolah swasta. Menurut warga, selama belajar di rumah, siswa tak menggunakan fasilitas sekolah.

“Sekolah libur dan belajar di rumah. Uang sekolah tetap harus bayar, belum lagi uang buku. Tiap bulan gaji gak sampai 2 jt, bayar kontrakan aja udah 1,5 jt lebih, belum makan, belum keperluan sehari-hari, ya Allah…Makin susah,” tulis akun dengan nama Selvi.

Senada dengan Selvi, akun Ati Hotmaida Sitorus juga meminta Wali Kota Batam memperhatikan anak-anak yang bersekolah di swasta.

“Bijaklah kpd masyarakatmu sekarang ini. Krn sekolah swasta uang sekolah berjalan terus, sementara suami kami kerja ada pemotongan gaji dari perusahaan,” kata dia.

“Pak Wali, adakah solusi agar uang SPP sekolah swasta dapat diturunkan selama proses belajar. Berharap sih 50 % saja,” kata akun Joyce Salsabila.

Tak hanya soal SPP, soal kuota internet yang meningkat juga dikeluhkan masyarakat.

“Nggak bisa beli beras… untuk beli kuota terus,” kata akun Siti Ningsih.

“Pengeluaran wajib, selain bahan pokok adalah kuota internet,” tulis akun Sinta Fadhil.

“Kuota nggak sanggup beli pak, tolonglah Pak Rudi pasang hotspot di tiap RT,” tulis akun Antoni Ibnu Abbas.

Ada juga komentar yang menyebutkan jika pembelajaran daring tak bisa maksimal.

Baca Juga :
DPRD Batam Minta Sekolah Swasta Beri Keringanan SPP

“Walah paaak.. klo pembelajaannya bisa maksimal GPP. lah ini?? Cuma dikasi tugas, disuruh kerjakan, dipoto, dikumpuli, g ada penjelasan apa2 dari gurunya, wes ngono AE.. Kan mumet saya pak..Blm lagi yg punya anak 5, opo g puyeng ngajarin mreka..??” tulis akun Tata Rainbow.

“Anak TK /paud mana lah efektif blajar by daring/0nline pak, anak masih kecil yg perlu bimbingan guru, kalau pun sekolah mau nya protokol kshatannya di perketat, tiap masuk sekolah cek suhu digerbang masuk sekolah ga da smbarangan orng masuk,” tulis akun Juwita Lorenzia Tarigan Mci.

Selain itu ada juga netizen yang menyayangkan tempat-tempat wisata, mal dan pasar-pasar dibuka. Sementara sekolah tetap di rumah.

“bingung sih..heran..skolah blm bs buka..tp kulihat mall2…pujasera…angkringan udh pd buka & ramai bgt. byk ortu2 yg bwa anak2nya. apa ga sama aj ya??,” tulis akun Anggih Indra Sabangsa.

“Elleh…sekolah diliburkan tpi tempat2 wisata dibukak.lebih bnyak virus ditempat wisata dari pada di sekolah,” kata akun Deri Anarki Chan.

****

Editor: Asrul R

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin