Home Nusantara SIB Dirancang Seperti Sirkuit Monza di Italia, Bamsoet: Menjadi Daya Tarik...

SIB Dirancang Seperti Sirkuit Monza di Italia, Bamsoet: Menjadi Daya Tarik Tersendiri

30
Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo bersama Kepala BP Batam/Walikota Batam, Muhammad Rudi mematangkan pembangunan Sirkuit Internasional Batam (SIB) di Jakarta, Kamis (9/9/2021). F: Barakata.id/ist
Himbauan Pemprov Kepri

Ikuti kami di Google Berita

Barakata.id, Jakarta- Proses pembuatan Sirkuit Internasional Batam (SIB) seluas 154 hektare semakin dimatangkan.

Hal ini dibuktikan dengan pertemuan antara
Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo bersama Kepala BP Batam/Walikota Batam, Muhammad Rudi dan Badan Pembina Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat Tinton Soeprapto di Jakarta, Kamis (9/9/21).


Kehadiran SIB yang rencananya dibangun di wilayah Nongsa, Kota Batam itu tidak hanya untuk balap F1 dan Moto GP. Namun kawasan sirkuit ini juga bisa dipakai untuk berbagai kegiatan motorsport seperti offroad, rally, hingga motocross.

Selain itu, menjadi destinasi sport automotive tourism yang mampu menggairahkan olahraga otomotif sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah untuk Kota Batam.

Baca juga:

“Lokasinya sangat strategis berada di Kecamatan Nongsa. Hanya memerlukan waktu sekitar 18 menit dari Bandara Hang Nadim, 30 menit dari pelabuhan Ferry Batam Centre, 40 menit dari Nagoya pusat perbelanjaan, 45 menit dari Harbour Bay Batam,” ujar Bamsoet saat menerima Kepala BP Batam, Muhammad Rudi dan Badan Pembina IMI Pusat Tinton Soeprapto di Jakarta.

Lokasi Batam, tambah Bamsoet, yang berada dekat dengan Singapura dan Malaysia, menjadikan industri pariwisata di sana sangat kompetitif.

Pertemuan Ketua Umum IMI Bambang Soesatyo dengan Kepala BP Batam Muhammad Rudi terkait proses pembuatan sirkuit Internasional Batam di Jakarta, Kamis (9/9/2021). F: Barakata.id/ist

“Kehadiran sirkuit balap bertaraf internasional akan menjadi daya tarik tersendiri, sebagai destinasi sport tourism unggulan dalam mendukung pengembangan Batam menjadi salah satu kota wisata terbaik di Indonesia,” ungkap Bamsoet.

Baca juga:

Turut hadir dalam pertemuan dari Pengurus IMI Pusat, antara lain Badan Penasihat Robert Kardinal, Hubungan Antar Lembaga Elvis Junaidi, Komisi Medis dr. Rheza Maulana. Hadir pula Ketua IMI DKI Jakarta yang juga Project Officer pembangunan Sirkuit Internasional Batam Anondo Eko, Direktur Pengelolaan Pertanahan BP Batam, Ilham Eka Hartawan dan Kepala Pusat Perencanaan Program Strategis BP Batam Fesly Abadi Paranoan.

Sosok yang juga pernah menjabat Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, Sirkuit Internasional Batam nantinya akan didukung berbagai infrastruktur ekonomi. Antara lain Bandara Internasional Hang Nadim, pelabuhan logistik internasional Batu Ampar, Kawasan Ekonomi Khusus Nongsa, Kawasan Ekonomi Khusus Batam Aero Teknik, Kawasan Ekonomi Khusus Kesehatan, Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre, pembangunan outer ring road Tj Pinggir – Jodoh, jalan dan jembatan Batam – Bintan, hingga pelabuhan penumpang internasional Sekupang.

“Karena lokasi lahannya berada pada HPL BP Batam, sehingga pembangunan sirkuit tidak memerlukan anggaran hingga ratusan miliar untuk pembebasan lahan,” ungkap Bamsoet.

Baca juga:

Keberadaan Sirkuit Internasional Batam, kata Bamsoet, nantinya akan seperti Sirkuit Monza di Italia, yang berlokasi di areal kebun raya. Sehingga pemandangannya sangat asri. Menjadi daya tarik tersendiri bagi para pembalap maupun turis untuk berkunjung ke sana.

Kepala Badan Penegakan Hukum, Keamanan, dan Pertahanan KADIN Indonesia ini menerangkan, keberadaan Sirkuit Internasional di Batam kelak bisa menjadi salah satu sumber pemasukan bagi pendapatan asli daerah (PAD) Batam. Sekaligus meningkatkan PAD Batam yang rata-rata berada di kisaran angka Rp1 triliun.

“Penyumbang terbesar PAD Batam dari sektor pariwisata, seperti dari pajak perhotelan dan restoran. Bahkan disaat pandemi Covid-19 pada tahun 2020, kedua sektor tersebut masih mampu memberikan sumbangan yang cukup tinggi, mencapai 24 persen dari total PAD Batam,” terang Bamsoet.

Baca juga: 

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini memaparkan, realisasi pajak hotel di Kota Batam pada tahun 2020 mencapai sekitar Rp 40,86 miliar dari target Rp 65,04 miliar. Sedangkan pajak restoran terkumpul sekitar Rp 61,37 miliar dari target Rp 77,66 miliar.

“Jika ada sirkuit internasional dengan berbagai event kejuaraan balap yang mampu mendatangkan penonton tidak hanya dari Indonesia, melainkan juga dari Singapura, Malaysia, dan negara lainnya, akan membuat PAD Batam semakin meningkat. Masyarakat lokal diuntungkan karena perputaran uang semakin kencang, Indonesia juga diuntungkan karena dari sirkuit tersebut bisa lahir para pembalap hebat,” pungkas Bamsoet.

*****

Editor: Ali Mhd

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin