Home Warta Dunia Siap Hidup Berdampingan, Singapura Akan Anggap Covid-19 Seperti Flu Biasa

Siap Hidup Berdampingan, Singapura Akan Anggap Covid-19 Seperti Flu Biasa

178
Singapura Anggap Covid-19 Flu Biasa
Singapura siap hidup berdampingan dengan Covid-19 dan menganggap virus tersebut seperti flu biasa. (F: straitstimes.com)
Himbauan Pemprov Kepri

Barakata.id- Singapura siap hidup berdampingan dengan Covid-19 dan akan anggap Covid-19 seperti halnya flu biasa. Oleh karena itu, saat ini pemerintah Singapura sedang menyiapkan penduduknya untuk memulai hidup normal baru.

Nantinya perkantoran kembali diizinkan buka, demikian juga dengan perjalanan dan perdagangan, tanpa aturan karantina dan lockdown.


Dilansir dari Bisnis.com, Pemerintah Singapura tak akan memberlakukan peraturan ketat lagi, tak ada karantina pelancong yang hasil swab PCR nya negatif dan tak perlu diisolasi atau pelacakan kontak bagi yang berkontak dengan orang dengan positif Covid-19.

Baca Juga:

Tiga wakil ketua gugus tugas multi kementerian Singapura tengah menggodok kebijakan transisi ke hidup normal baru.

Menteri Perdagangan dan Industri Gan Kim Yong, Menteri Keuangan Lawrence Wong dan Menteri Kesehatan Ong Ye Kung mengatakan, prioritas pihaknya beberapa bulan ke depan adalah menyiapkan Singapura untuk hidup berdampingan dengan Covid-19 sebagai penyakit yang berulang dan dapat dikendalikan.

“Sudah 18 bulan sejak pandemi dimulai dan orang-orang kami lelah berperang. Semua bertanya: kapan dan bagaimana pandemi akan berakhir?” ungkap mereka, dikutip dari Straits Times, Senin (28/6/21).

Negara yang bertetangga dengan Indonesia tersebut berencana tak lagi mengumumkan kasus harian Covid-19. Kendati demikian pemerintah mendorong masyarakat untuk tes rutin sebelum pergi bekerja.

Hal itu menunjukkan virus Covid-29 akan terus bermutasi dan hidup bersama masyarakat. Dilansir dari News.com, puncak kasus Covid-19 di Singapura mencapai 600 kasus sehari terjadi di pertangah April tahun lalu.

Gelombang itu mengecil pada Agustus 2020 sampai kini stabil dengan jumlah kasus per hari sekitar 20-30. Total kematian di Singapura tercatat sebanyak 35 orang.

Negara tersebut memang memiliki kontrol perbatasan ketat, di pintu masuk negara tersebyt juga dilakukan tes ketat, kemudian juga ada kebijakan untuk karantina ketat.

Vaksinasi Adalah Kunci

Menteri Kung, Yong dan Wong mengatakan setiap tahun banyak warga Singapura yang kena flu. Sebagian besar sembuh tanpa harus dirawat di rumah sakit, bahkan ada yang sembuh tanpa pengobatan.

Namun ada sebagian kecil, terutama orang yang memiliki penyakit penyerta dan orang tua bisa sakit parah dan meninggal.

“Kita tidak bisa memberantasnya, tapi kita bisa mengubah pandemi menjadi sesuatu yang tidak terlalu mengancam, seperti influenza atau cacar air, dan melanjutkan hidup kita,” kata ketiganya, dikutip dari Straits Times.

Tak heran jika kemudian Pemerintah Singapura akan anggap Covid-19 seperti flu biasa. Kendati demikian di Singapura vaksinasi diangggap kunci untuk menjinakkan Covid-19. Singapura menargetkan pada awal Agustus dua pertiga penduduknya telah divaksin lengkap.

Hal itu karena Singapura mencatat beberapa penduduk Singapura yang telah divaksin lengkap kena Covid-19. Tapi tak satupun yang mengalami gejala serius.

Dilansir dari News.com, Mei 2021 lalu Perdana Meneri Lee Hsien Long mengatakan dia tak dapat melihat Covid-19 menghilang. Menurutnya, Covid-19 akan menjadi endemik. Virus tersebut akan terus ada sampai beberapa tahun ke depan.

“Ini artinya kita akan melihat perjangkitan kecil dari waktu ke waktu, termasuk di Singapura,” ujarnya.

Baca Juga:

Menurut dia, beberapa orang bisa terinfeksi, seperti halnya flu biasa atau demam berdarah yang kini bisa ditangani dengan fasilitas kesehatan publik. Dia juga melihat vaksin tak bisa sepenuhnya melindungi dari Covid-19. Tapi vaksin bisa sedikit mencegah penularan.

Pihaknya tak akan menutup perbatasan sepenuhnya, karena negara membutuhkan bisnis, pelancong dan bahan pangan

“Kita tetap perlu terkoneksi dengan dunia melalui perlindungan dan restriksi perbatasan yang efektif agar tetap aman,” ungkapnya.

***

Editor: Asrul R

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin