Home Warta Nusantara

Serupa di Batam, Warga Ambon Juga Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19

48
Rumah Sakit Cari Untung Covid-19
Warga Ambon mengambil paksa jenazah pasien Covid-19 dari RSUD Haulussy Ambon, Rabu (19/8/20). (F: CNNIndonesia.com)

Barakata.id, Batam – Insiden ambil paksa jenazah pasien positif Covid-19 bukan hanya terjadi di Kota Batam. Peristiwa serupa juga terjadi di Ambon, Maluku.

Di Batam, peristiwa itu terjadi pada Selasa (18/8/20) malam sekira pukul 22.00 WIB. Warga Bengkong Indah, mengambil paksa jenazah R, 65 tahun dari Ruang Jenazah Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK), Seraya, Batam. Jenazah pria lanjut usia itu dibawa ke rumah duka dengan Mobil Jenazah yang dibawa sendiri oleh pihak keluarga.

R dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil tes swab yang diambil tak lama saat ia masuk dan dirawat di rumah sakit itu. Hasilnya baru diketahui pada Selasa tengah malam, dua jam sebelum R dinyatakan meninggal dunia.

Baca Juga :
Jenazah Pasien Covid-19 Diambil Paksa di Batam, Kadinkes: Keluarga dan Pelayat Akan Dites Swab

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi membenarkan bahwa hasil lab terhadap R menyatakan bahwa warga Bengkong tersebut Positif Covid-19. Karena itu, jenazahnya pun rencananya akan dimakamkan dengan mengikuti standar protokol kesehatan.

Namun, pihak keluarga menolak. Mereka menganggap R meninggal karena penyakit yang diderita, bukan lantaran corona sebagaimana yang disebut pihak medis.

Ambil paksa jenazah di Ambon

Setelah geger pengambilan paksa jenazah pasien Covid-19 di Batam, sehari kemudian muncul peristiwa serupa di Ambon.

Dilansir dari CNN Indonesia, Kamis (20/8/20), Warga Ambon, jenazah YAWHT, 53 tahun diambil paksa pihak keluarganya. Sama seperti di Batam, pihak keluarga bersikeras bahwa YAWHT meninggal bukan karena Covid-19.

YAWHT semasa hidup diketahui sebagai PNS di salah satu instansi di Provinsi Maluku. Ia dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haulussy Ambon, Rabu (19/8/20).

“Iya benar, keluarga membawa jenazah [pasien] Corona. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (19/8) pukul 17.00 WIT,” kata Kepala Subbagian Humas Polresta Ambon Ipda Isaac Leatemia, Kamis (20/8/20).

“Jadi keluarga bersikeras untuk memulangkan jenazah untuk dimakamkan di TPU (tempat pemakaman umum) warga. Mereka beralasan almarhum bukan sakit corona, namun pihak RS memutuskan pemakaman dengan protokol kesehatan di pemakaman khusus corona rumah tiga,” sambung Isaac.

Baca Juga :
Geger! Keluarga Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19 di RSBK Batam

YAWHT sebelumnya diketahui dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haulussy dari Rumah Sakit Sumber Hidup Gereja Protestan Maluku, per Kamis (13/8/20). Saat itu, keluhan korban yang merupakan pasien dalam pengawasan (PDP) ini ialah penyakit paru-paru dan jantung.

Saat berada di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Haulussy Ambon, pasien menjalani tes swab dan dinyatakan positif Covid-19. Oleh pihak rumah sakit, pasien kemudian dipindahkan ke ruang isolasi untuk dilakukan penangan kesehatan berdasarkan standar operasi WHO.

Pasien meninggal dunia di ruangan khusus pasien Virus Corona RSUD Haulussy Ambon, pada Rabu (19/8) pukul 11.30 WIT. Pihak RS kembali melakukan tes ulang. Namun, hasilnya masih menunjukan positif Covid-19.

Sekitar pukul 17.00 WIT, pihak keluarga korban meminta RS untuk memakamkannya di TPU Benteng. Namun, Gugus Tugas Covid-19 Maluku tidak mengizinkannya.

Pihak keluarga korban kembali melakukan koordinasi lagi dengan memohon untuk jenazah bisa disemayangkan di rumah duka. Namun, tak berhasil.

Tak terima dengan keputusan itu, sejumlah anggota keluarga lalu menerobos masuk dan langsung mengambil jenazah yang tengah dipersiapkan pemulasaraan di kamar mayat untuk dibawa pulang.

Baca Juga :
Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19, 31 Warga Ditangkap, 8 Orang Jadi Tersangka

Dikutip dari Antara, sejumlah orang yang diduga merupakan keluarga korban mendorong ranjang tempat jenazah dibaringkan menuju jalan raya di samping RSUD Haulussy, di Kudamati, Nusaniwe, Kota Ambon.

Sejumlah warga yang menyaksikan pengambilan paksa jenazah tersebut menyebut aksi ini berlangsung di depan gang menuju jalan raya utama. Warga juga heran dengan aksi ini, sebab polisi sudah menempatkan personelnya di pos pengamanan di RS.

Jenazah yang diambil paksa ini kemudian dinaikkan ke sebuah mobil angkutan umum yang diparkir di tepi jalan. Mobil itu kemudian bergerak menuju rumah duka di Farmasi Atas, Jalur Gowa, Keluruhan Kudamati, yang lokasinya tidak terlalu jauh dengan RSUD Haulussy.

*****

Editor : YB Trisna

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin