Gaya Komunitas Serunya Bikin Konten Video Kreatif Bersama Telkomsel

Serunya Bikin Konten Video Kreatif Bersama Telkomsel

112
Proses pengambilan gambar pada pembuatan konten video kreatif bersama Telkomsel di kawasan Nagoya, Batam, Kamis (25/7/19). (F: Barakata.id/YBT)

Batam – Membikin konten video kreatif yang disukai orang ramai ternyata gampang-gampang susah. Apalagi jika kita sebelumnya tidak pernah terlibat dalam kegiatan itu.

Untuk menciptakan satu konten video kreatif, dengan durasi tayang maksimal satu menit, misalnya, dibutuhkan ide-ide segar dan keberanian berakting di depan kamera. Oh ya, peralatan yang diperlukan tak harus mahal.

Jika kita punya smartphone, itu saja sudah cukup. Yang penting bisa menghasilkan kualitas gambar dan suara yang bagus.

Nah, yang paling perlu disiapkan adalah skenario atau jalan cerita yang menarik, segar dan lucu. Jangan lupa, sebaiknya sisipkan juga pesan-pesan yang ingin kita sampaikan.

Pesan itu bisa moral, agama, pendidikan, dan sebagainya. Soal lokasi juga nggak usah ribet. Pilih saja lokasi yang terdekat, sesuaikan dengan tema cerita.

Jika ide sudah matang, peralatan telah siap, lokasi pun siap, sekaranglah saatnya Anda beraksi.

Ajaran-ajaran membuat konten video kreatif tersebut menjadi tema pembahasan sekitar 67 jurnalis perwakilan media cetak, elektronik dan online se-Sumatera yang hadir di acara Media Gathering di i Hotel Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Rabu-Kamis (24-25/7/19).

Berbeda dengan acara-acara serupa sebelumnya, tahun ini Telkomsel menantang para jurnalis untuk membuat video kreatif. Temanya bebas, yang penting mengandung edukasi bagi masyarakat, dan tak harus terfokus pada produk operator seluler itu.

Manager Corporate Communication Area Sumatera, Hadi Sucipto menyampaikan pengantar di acara Media Gathering 2019 Telkomsel di Batam, Rabu (24/7/19) malam. (F: Barakata.id)

Manager Corporate Communication Area Sumatera, Hadi Sucipto mengatakan, pemilihan Batam sebagai lokasi Media Gathering tahun ini mengingat di kota itulah Telkomsel lahir 24 tahun silam.

Dari 67 jurnalis yang ikut, mereka dibagi dalam lima kelompok. Masing-masing kelompok didampingi seorang perwakilan dari Telkomsel yang akan “melatih” dan menjawab berbagai hal tentang pembuatan video kreatif.

“Peralatan untuk merekam boleh apa saja, kamera atau smartphone. Untuk editing, seakrang ini banyak aplikasinya. Kami percaya teman-teman jurnalis juga bisa membuat konten video kreatif,” kata Hadi.

Waktu pembuatan video dimulai Rabu (24/7/19) pukul 21.00 wib sampai Kamis (25/7/19) pukul 15.00 WIB. Durasi video tak boleh lebih dari 59 detik.

Hasil karya video dari lima kelompok akan diputar pada acara malam award, Kamis (25/7/19). Telkomsel akan memilih dua video terbaik.

Selain membuat konten video kreatif, kelima Telkomsel para juga ditantang membuat koreografi dengan lagu hip-hop milik Telkomsel. Dance hip-hop itu akan ditampilkan sebelum penayangan video.

Konsep pembayaran digital

Salah satu kelompok, “Grup 2” dalam tantangan membikin video mengambil tema pembayaran digital. Tema itu dipilih setelah masing-masing anggota kelompok menyampaikan idenya.

Salah satu adegan dalam pembuatan video kreatif oleh “Grup 2” di Batam, Kamis (25/7/19). (F: Barakata.id)

Dalam pembahasan ide, muncul beberapa tema lain seperti soal air, listrik, Hari Anak hingga sampah plastik. Setelah dilakukan voting, akhirnya dipilih tema pembayaran digital.

“Sekarang ini kan era digital, apa-apa sudah bisa dibayar cukup dengan pencet jari di smartphone. Ini lebih aman dan nyaman dibanding kita harus membawa uang tunai dalam jumlah besar,” kata M Ali Akbar, Ketua Grup 2.

Baca Juga : Telkomsel Hadirkan Halo Fast Track, Benefit Lebih untuk Pelanggan

Jurnalis harian Analisa itu mengaku senang bisa belajar proses pembuatan konten video kreatif. Apalagi, saat penyusunan jalan cerita dan pengambilan gambar di lokasi.

“Luar biasa seru. Banyak lucunya juga. Ternyata asyik bikin video seperti ini, kita bebas menuangkan ide. Yang penting idenya tidak melanggar aturan yang berlaku,” ujarnya.

Dalam video yang dibuat Grup 2, Ali Akbar sendiri memainkan peran sebagai seorang peminta-minta. Tapi, ia tidak mau menerima uang saat seorang “bos” hendak menyerahkan selembar uang kertas.

“Pengemis” itu malah menyodorkan mesin gesek ATM atau kartu kredit yang biasa ada di kasir toko-toko atau pusat perbelanjaan.

Ada juga seorang penyemir sepatu yang model pembayarannya juga digital yakni menggunakan barcode Link Aja.

“Kami yakin bakal menang,” sambung Ali.

*****

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here