Sepanjang 2020, 63.140 PMI Masuk Lewat Batam

PMI Masuk Lewat Batam
Pemko Batam menggelar rapat bersama BNPB membahas penanganan Covid-19 dan pemulangan pekerja migran Indonesia lewat Batam, Senin (19/4/21).(F: Humas Pemko Batam)
Banner Pemprov Kepri

Barakata.id, Batam- Sepanjang 2020 hingga April 2021, sebanyak 63.140 Pekerja Migran Indonesia (PMI) masuk ke Indonesia lewat Batam.

Dari jumlah tersebut sebanyak 57.532 atau 85 persen datang dari Malaysia, dan sisanya 5.608 atau 15 persen dari Singapura.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan, dari jumlah itu PMI yang positif Covid-19 berjumlah 425 orang.

Advertisement

Baca Juga:

“Dengan rincian 275 orang tahun 2020 dan 150 orang tahun 2021. Sebanyak 95 orang diisolasi di RSKI Galang,” kata Rudi dalam rapat bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Batam, Senin (19/4/21).

Dalam rapat yang membahas penanganan Covid-19 dan pemulangan PMI ini Rudi menuturkan sejauh ini permasalahan yang berkaitan dengan PMI yang lewat Batam di antaranya terkait biaya operasional penanganan PMI. Meliputi makanan, tempat karantina, transportasi dan SDM.

Selain itu, juga terdapat PMI yang membawa dokumen PCR test yang diduga palsu. Masalah lain adalah jadwal kedatangan kapal dari Singapura atau Malaysia tak tetap. Kadang siang, sore bahkan malam.

“Terdapat juga PMI yang sakit ketika masuk Batam, sehingga harus dirawat tersendiri,” kata Rudi.

Untuk itu, dia meminta dukungan anggaran dari pemerintah atau BNPB terkait penanganan kedatangan PMI melalui Batam. Rudi juga meminta dispensasi atas karantina PMI 5×4 jam. Jadi ketika hasil swab negatif telah keluar, PMI yang bersangkutan dapat melanjutkan perjalana ke daerah asal.

Selain itu, menurut Rudi, selain Batam perlu ada alternatif pintu masuk lain bagi PMI, baik itu di Kepri maupun di Riau.

“Kita harap juga ada solusi terkait karatina dan pemulangan PMI selama periode penutupan moda angkutan tanggal 6 sampai dengan 17 Mei 2021,” katanya.

Kepala BNPB Doni Monardo mengapresiasi Pemko Batam dalam pemulangan PMI. Kedatangannya ke Batam memang dimaksudkan untuk berkoordinasi agar ke depan penanganan Covid-19 dan pemulangan PMI berjalan dengan baik.

“Saya sudah melakukan kunjungan ke beberapa daerah yang merupakan pintu masuk PMI,” kata Doni.

Dia meminta Pemerintah Provinsi (Pemrov) Kepri bersama Pemko Batam dan Pemko Tanjungpinang membentuk tim pemulangan PMI.

Baca Juga:

Terkait hambatan atau usulan, nanti dia akan menyampaikan kepada kementerian atau lembaga terkait.

“Seperti tadi terkait logistik PMI selama karantina, tentu pemerintah bisa membantu anggarannya setelah ada usulan dari Pemda,” ujarnya.

Selain mengadakan rapat, pada kesempatan itu BNPB juga menyerahkan bantuan berupa 7.500 masker kain INA, 7.500 masker kain anak, 5.000 tes rapid test antigen dan 1 unit mesin PCR.

***

Editor: Asrul R

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin