Sensus Penduduk 2020, BPS Libatkan Ketua RT di Batam

90

Barakata.id, Batam – Badan Pusat Statistik (BPS) akan melibatkan Rukun Tetangga (RT) untuk membantu Sensus Penduduk 2020 yang akan menggunakan sistem online. Para ketua atau perangkat RT bakal diberi pelatihan tentang sistem input data.

Kepala BPS Kota Batam, Rahyudin mengatakan, sensus 10 tahunan kali ini memang sedikit berbeda dibanding sebelumnya karena menggunakan sistem daring atau online.

“Nanti perangkat RT akan kita beri pelatihan agar mereka bisa login (masuk) ke sistem dan memperbaiki data diri. Mereka akan mengajarkan warganya untuk login ke sistem juga,” katanya di Batam Centre, baru-baru ini.

Baca Juga : 355 Rumah di Batam Dapat Bantuan Rp17,5 Juta dari Pusat

Rahyudin mengatakan, masing-masing RT di Batam nantinya diharapkan bisa mengajak minimal 30 persen penduduknya untuk sensus mandiri secara online. Dengan demikian, target BPS, 30 persen warga Batam mengisi sensus online, bisa terpenuhi.

Selain mengajarkan warganya untuk login ke sistem online, RT juga diberi tugas menemankan petugas saat verifikasi. Rata-rata, tiap petugas mendapat jatah verifikasi di 5 RT.

“Kita nanti akan melantik petugas sebanyak 1.600 orang. Dijadwalkan pada bulan Juni tahun depan,” ujarnya.

Petugas ini turun ke lapangan, setelah warga mengisi dan memperbaiki data di sistem. Pendataan secara manual dari rumah ke rumah dijadwalkan pada bulan Juli.

Rahyudin menjelaskan, dalam sensus penduduk online ini BPS bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri. Tahap awal BPS Pusat akan memasukkan data penduduk berdasarkan database yang diberikan Dirjen Dukcapil.

“Data dari Dukcapil dimasukkan ke sistem, sesuai NIK (nomor induk kependudukan). Nanti penduduk dapat SMS Blast, token untuk login. Cara login-nya, masukkan NIK dan nomor token yang diberikan lewat SMS tadi. Setelah itu masyarakat bisa memperbaiki data di sistem tersebut,” kata dia.

Baca Juga : Ekonomi Kepri Tumbuh 4,72 Persen, Naik tapi Lambat

Menurut Rahyudin, token akan diberikan per kepala keluarga (KK). Pemberian token melalui SMS bertujuan untuk mencegah perubahan data oleh orang lain.

“Kadang ada RT yang merasa tahu warganya, lalu mereka yang mengisi. Kita meminimalisir hal seperti itu,” katanya.

Guna mensosialisasikan kegiatan ini, BPS akan memasang banner di lokasi yang biasa dikunjungi warga. Misalnya di loket layanan pengurusan izin di kecamatan-kecamatan se-Kota Batam. Rencananya sosialisasi sudah mulai dilakukan sebelum Februari 2020.

*****

Penulis : Ali Mhd

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here