Home Nusantara Sempat Ditahan, dr Lois Owien Dibebaskan Polisi

Sempat Ditahan, dr Lois Owien Dibebaskan Polisi

dr Lois Owien Dibebaskan
Penampakan dr Louis Owen yang ditangkap polisi atas dugaan sebar hoax soal Covid-19 (F: Yogi Ernes/detikcom)
Himbauan Pemprov Kepri

Ikuti kami di Google Berita

Barakata.id, Jakarta – Sempat ditahan di Bareskrim Polri, dr Lois Owien akhirnya dibebaskan. Ada beberapa pertimbangan polisi sehingga membebaskan dokter yang sebelumnya ditangkap dengan tuduhan menyebar berita bohong atau hoax soal Covid-19 tersebut.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Slamet Uliandi mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, maka diputuskan untuk tidak dilakukan penahanan terhadap dr Lois. Pertimbangan mengapa perempuan asal Kalimantan Utara itu tak jadi dipenjara di antaranya, penyidik berkesimpulan dr Lois tidak akan mengulangi perbuatannya.

Selain itu, dokter yang mengambil spesialis anti-penuaan (kulit) tersebut juga dinilai tidak akan menghilangkan barang bukti. Kemudian, dr Lois juga dipastikan tidak akan melarikan diri.

BACA JUGA : Akhirnya Dokter Lois Owen pun Ditahan

Slamet Uliandi menegaskan, seluruh barang bukti yang sudah dikantongi oleh polisi juga menjadi salah satu pertimbangan dr Lois Owien dibebaskan.

“Oleh karena itu, saya memutuskan untuk tidak menahan yang bersangkutan, hal ini juga sesuai dengan konsep Polri menuju Presisi yang berkeadilan,” kata Brigjen Slamet, yang akrab disapa Ulin.

Diberitakan sebelumnya, dr Louis Owien ditahan oleh polisi setelah beberapa hari menjadi perbincangan masyarakat. Perempuan itu terjerat kasus penyebaran berita bohong atau hoax tentang virus corona atau Covid-19.

Dokter Louis Owen ditahan Bareskrim Polri. Ia dipindahkan dari Polda Metro Jaya ke Bareskrim malam ini.

“Laporan Dirtipidsiber (Brigjen Slamet Uliandi) dilakukan penahanan oleh penyidik,” ujar Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto, seperti dilansir dari detikcom, Senin (12/7/21) malam.

Dijerat Pasal Berlapis

Polisi belum menjelaskan secara terperinci alasan penahanan dr Louis. Agus Andrianto menyatakan dr Lois Owien sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Dia terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara.

“(dr Lois ditetapkan sebagai tersangka) tindak pidana menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dan/atau tindak pidana menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat,” ujar dia.

“Dan/atau tindak pidana dengan sengaja menghalangi pelaksanaan penanggulangan wabah dan/atau tindak pidana menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berkelebihan atau yang tidak lengkap, sedangkan ia mengerti setidak-tidaknya patut dapat menduga bahwa kabar demikian akan atau mudah dapat menerbitkan keonaran di kalangan rakyat,” sambung Komjen Agus.

BACA JUGA : Hati-Hati, Beredar Informasi Hoaks Terkait Vaksin COVID-19 Buatan Sinovac Hanya untuk Uji Klinik dan Bahan Berbahaya

Komjen Agus menyebut dr Lois dijerat dengan pasal berlapis. Jeratan pasal itu membuat dr Lois terancam hukuman penjara maksimal 10 tahun.

Pasal-pasal yang menjerat dr Lois adalah, Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45A ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 dan/atau Pasal 14 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 dan/atau Pasal 14 ayat (1) Undang-undang Nomor 4 Tahun 1984 dan/atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Dokter Lois sebelumnya ditangkap petugas Polda Metro Jaya terkait pernyataan kontroversialnya soal Covid-19 dan kematian di sebuah apartemen di Jakarta Selatan, Minggu (11/7/21). Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan membenarkan kabar tersebut. Ahmad menyebut, penangkapan oleh Polda Metro Jaya sekitar pukul 16.00 WIB.

“Nanti lengkapnya rilis saja supaya tidak satu-satu,” ujar Ahmad.

Pernyataan Kontroversial dr Lois

Dokter Louis Owen kini ramai diperbincangkan masyarakat usai pernyataannya yang kontroversi terkait Covid-19. Ia sudah dipanggil IDI atas penyataan “bahwa kematian pendrita Covid-19 lebih dari akibat interaksi obat”.

Menurut Louis, “covid-19 bukan virus corona”. Pernyataan itu disampaikannya berulangkali melalui berbagai platform media sosial, termasuk di akun Twitternya, @LsOwien.

“Dokter L telah menyebarkan berita bohong dan atau menyiarkan berita atau pemberitaan bohong dengan sengaja yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan rakyat,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan dalam jumpa pers di Mabes Polri yang disiarkan melalui YouTube.

Berdasarkan informasi, petugas patroli siber awalnya mendapatkan informasi konten terkait dr Louis. Salah satunya di akun Instagram yang menyatakan ketidakpercayaannya terhadap Covid-19. Selain itu, ia juga tidak menyarankan masyarakat untuk melakukan vaksin.

“STOP menyiksa dan membunuh dengan obat dan Vaksin,” demikian salah satu bunyi postingan dr Louis.

Dalam video yang tersebar luas di media sosial, pengacara kondang Hotman Paris sempat mendebat pernyataan kontroversial dr Louis Owen terkait Covid-19 saat tampil di acara offline TV Hotman Paris Show dan di-record dalam konten YouTube Hotman Paris Show.

BACA JUGA : Dear Netizen, Ayo Bijak Bermedsos

Louis mengatakan bahwa korban yang meninggal bukan karena Covid-19, melainkan karena interaksi antarobat. Rekaman video itu pula yang dijadikan bahan pelapor sebagai barang bukti pengaduan.

Sejak sosoknya viral di media sosial, desakan agar dokter itu ditangkap memang sudah muncul, salah satunya dari pengacara Pitra Romadoni.

Menurut Pitra, perkataan dr Louis tentang Covid-19 telah menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Pernyataannya yang menyebut virus corona tidak berbahaya, termasuk soal vaksin tidak mampu meningkatkan antibodi terhadap Covid-19 dianggap Pitra telah meresahkan banyak pihak.

“Saya minta kepada Polri untuk menahan yang bersangkutan agar tidak terjadi keributan selanjutnya,” ujarnya.

*****

Editor : YB Trisna

SebelumnyaPPKM Darurat, Samsat Batam Tutup Layanan Tatap Muka, Ini Gantinya
SelanjutnyaPemuda di Batam Rudapaksa Gadis Belia di Hotel

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin