Sembilan Pimpinan Daerah Tarung Inovasi di KIPP 2019

63
Suasana presentasi inovasi hari ke-10 KIPP 2019 di kantor KemenPAN-RB, Jakarta, Senin (15/7/19). (F: Humas KemenPAN-RB)

Jakarta – Hari ke-10 sesi wawancara Top 99 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2019 diisi dengan pertarungan konsep dari sembilan pimpinan daerah di Kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara, Reformasi dan Birokrasi (KemenPAN-RB), Senin (15/7/19). Masing-masing mempresentasikan inovasi atau terobosan yang dibuat di daerahnya, yang bertujuan pada kemudahan pelayanan publik.

Keembilan daerah itu adalah Pemerintah Provinsi Bali, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kota Denpasar, Pontianak, Kabupaten Bondowoso, Gresik, Grobogan, dan Kutai Kartanegara. Dalam presentasi itu, muncul inovasi di sektor pertanian, bidang pajak pendapatan daerah, administrasi kependudukan, serta pemberdayaan masyarakat.

Presentasi diawali oleh inovasi “Geladak Kancil Jawara” dari Pemkab Bondowoso yang dibawakan oleh Bupati Bondowoso Salwa Arifin. Dalam presentasinya, disebutkan bahwa Geladak Kancil Jawara merupakan gerakan para jawara sebagai penggerak utama menyadarkan kepedulian orangtua terhadap pendidikan anak sekaligus menjaring anak kembali ke sekolah.

Selain itu, SMPN 2 Pakem, Bondowoso juga memfasilitasi kebutuhan sekolah berupa seragam, sepatu, dan mobil antar jemput secara gratis. Jawara merupakan tokoh yang memiliki pengaruh kuat di desa, para Jawara kemudian diajak bersama untuk menyelesaikan masalah pendidikan anak kawasan terpencil.

“Gladak Kancil Jawara bertujuan untuk mengoptimalkan pelayanan prima pada pendidikan anak-anak di kawasan terpencil. Para tokoh masyarakat atau Jawara yang berjumlah 15 orang mengajak anak untuk kembali ke sekolah dan menyadarkan orang tua peduli terhadap pendidikan anak. Gerakan ini dilaksanakan karena banyak anak putus sekolah setelah lulus SD,” kata Salwa Arifin di depan Tim Panel KIPP 2019.

Baca Juga : Pemprov Kepri Gelar Lomba TTG 2019 Berhadiah Rp51 Juta

Selanjutnya presentasi dari UPTD Puskesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik yang menampilkan inovasi Cari Penderita Hipertensi Bersama Tukang Parkir dan Tukang Karcis Pasar Legi atau “Grebek Pasar Legi”. Pada presentasi yang disampaikan Bupati Gresik Sambari Halim, dijelaskan bahwa Gerebek Pasar Legi merupakan inovasi dari program penanggulangan penyakit tidak menular di puskesmas Bungah.

Inovasi ini bertujuan untuk mendeteksi dini penderita hipertensi secara luas, bekerja sama dengan tukang parkir dan tukang karcis pasar Legi. Hal ini dilakukan karena tukang parkir dan tukang karcis di pasar legi adalah orang yang paling awal berinteraksi dengan pengunjung pasar Legi.

Tukang parkir dan tukang karcis pasar Legi diberi wawasan agar dapat mengenali gejala maupun faktor resiko orang dengan hipertensi. Bila mereka menemukan orang yang mempunyai resiko hipertensi, maka akan diberi kupon khusus untuk pemeriksaan dan konsultasi lebih lanjut di tenda kesehatan.

“Pemeriksaan maupun konsultasi ini tidak dipungut biaya,” kata Sambari Halim.

Inovasi selanjutnya datang dari Badan Pendapatan Daerah Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dengan nama Samsat Delivery Pos atau “Sadelpos” yang dipresentasikan Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi. Sadelpos merupakan inovasi yang memudahkan bagi wajib pajak di Provinsi Kaltim untuk membayar pajak kendaraan bermotor tepat waktu dengan menggandeng PT Pos Indonesia.

Inovasi ini menghadirkan kemudahan dan menawarkan kenyamanan, sebab wajib pajak tak perlu datang jauh ke kantor Samsat dan mengantre lama.

“Cukup membayar biaya jasa Rp24 ribu, seluruh berkas hingga pencetakan SKPD/STNK bisa dijemput dan diantar langsung ke rumah. Selain hemat waktu, biaya yang dikeluarkan wajib pajak lebih sedikit ketimbang harus mengeluarkan ongkos transport dan kebutuhan lain,” kata Hadi.

Kemudian inovasi Sistem Pelayanan Administrasi Kependudukan di Wilayah Perbatasan dan Pedalaman atau “Sipelandukilat” dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Pemprov Kalimantan Utara yang disampaikan oleh Gubernur Kaltara Irianto Lambire. Disebutkan bahwa Sipelandukilat merupakan upaya pelayanan responsif gender bagi penduduk rentan di perbatasan pedalaman dalam melakukan pengurusan dokumen kependudukan secara tepat, akurat, lengkap, dan gratis.

Inovasi tersebut memfasilitasi Disdukcapil kab/kota yang memiliki daerah pedalaman dan perbatasan dalam mengatasi permasalahan kepemilikan dokumen. Tujuan projek inovasi adalah memudahkan masyarakat perbatasan dan pedalaman dalam pengurusan dan memiliki dokumen kependudukan secara tepat, akurat, lengkap, dan gratis.

Sesi pertama presentasi diakhiri oleh inovasi “Rumah Kedelai Grobogan (RKG)” dari Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten Grobogan yang disampaikan Sekda Grobogan Sumarsono. Ia menjelaskan, RKG adalah unit terpadu wadah pembelajaran agrobisnis kedelai lokal.

Unit ini dibuat dalam bentuk model layanan agrobisnis berbasis kedelai dari hulu sampai hilir yang berperan sebagai pusat informasi, pusat inovasi, dan pusat pembelajaran tentang agribisnis kedelai lokal.

“Sejak mulai dibangun pada Agustus 2013 sampai dengan peluncurkan oleh Gubernur pada tahun 2017, RKG telah mendorong peningkatan kontribusi kedelai lokal Grobogan yang semula 31,05 persen menjadi 43.08 persen di Jawa Tengah,” ujarnya.

Peserta mengikuti sesi wawancara dalam Top 99 KIPP 2019 di kantor KemenPAR-RB, Jakarta, Senin (15/7/19). (F: Humas KemenPAN-RB)

Sesi kedua presentasi dibuka oleh inovasi “Cegah Si Manis yang Berujung Kronis” (Klinik Edukasi Diabetes Mellitus) dari RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Pemkot Pontianak. Pada presentasi yang dijelaskan oleh Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, inovasi tersebut merupakan pelayanan kesehatan dengan promosi dan pencegahan pada masyarakat khususnya pasien penderita diabetes.

Melalui Klinik Edukasi Diabetes Mellitus, masyarakat diberi pengetahuan sehingga orang seha ttidak menjadi penderita diabetes, penderita diabetes tidak mengalami penyakit komplikasi akibat diabetes dan penderita diabetes dengan komplikasi tidak memperparah komplikasinya.

Program dari Klinik Edukasi Diabetes Mellitus seperti pemantauan gula darah mandiri (PGDM) agar kestabilan gula darah penderita terjaga, diajarkan cara penggunaan Glukometer di rumah, kemudian Sahabat Diabetes , program pendampingan dan pendidikan penderita secara menyeluruh dan berkesinambungan selama 20 minggu dari rumah melalui SMS dan telepon dan bila ada keluhan dapat menghubungi Call Center Bebas Pulsa. Kemudian, ada pula pembentukan group mentoring diabetesi melalui WhatsApp anggotanya dokter spesialis, tim edukator RS dan penderita diabetes, saat ini berjumlah 126 orang.

Selanjutnya presentasi dilakukan Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah dengan nama Inovasi Dagang Kemitraan atau “I-Daman” yang membantu mendesain produk sampai pemasaran, termasuk manajerial dan permodalan serta fasilitasi kebijakan, dengan pendampingan dari pemerintah, TJSP, dan akademisi. Edi mengatakan, pemerintah, akademisi, dan swasta bekerja sama dalam pembinaan UMKM serta menyediakan akses terhadap sumber daya produktif yang mereka perlukan, baik permodalan, manajemen, hingga pemasaran.

Program I-Daman terdapat peran serta akademisi dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui Laboratorium Unit Kemitraan (LUK). Pembangunan Toko I-Daman dengan investasi dari toko modern (Indomaret), yang bekerja sama dengan BUMDES/Koperasi untuk memasarkan produk UMKM yang akan menjadi milik BUMDES/Koperasi.

Presentasi selanjutnya oleh Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra dengan terobosan yang diberi nama “Pengembangan Pupuk Organik Sipadu Mendukung Pengentasan Kemiskinan”. Inovasi ini memfasilitasi dalam pembuatan surat rekomendasi dan subsidi pupuk organik serta melakukan melakukan pembinaan teknis untuk meningkatkan kualitas pupuk yang dihasilkan.

Seluruh kelompok Sipadu dan petani secara luas turut dilibatkan dalam penerapannya. Sipadu juga memberikan dukungan dalam pengeluaran surat rekomendasi pupuk dan menjembatani dalam pengujian pupuk, pengemasan dan pelabelan produk Sipadu baik pupuk padat maupun cair, pembuatan bio kultur dengan air slury yang telah diolah, pembuatan pupuk dengan mencampur agensia hayati berupa Trichoderma serta pembuatan sabun kosmetik dari susu kambing.

Tujuan inovasi ini adalah, terdapat perubahan sikap mental masyarakat, kesadaran akan kesehatan dan pertanian yang berwawasan lingkungan serta berkelanjutan, peningkatan produksi pupuk pupuk organik serta peningkatan pendapatan petani.

Baca Juga : Wali Kota Batam Raih Penghargaan Best Wali Kota Inovatif 2019

Selanjutnya inovasi Mantap Kesehatan Masyarakat atau “Damaskesmas” yang disampaikan oleh Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Mantra. Program ini merupakan inovasi pelayanan kesehatan masyarakat untuk meningkatkan akses, kapasitas dan kualitas kesehatan dan Pembangunan Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PISPK).

Layanannya meliputi Program Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Sehari-hari (SPGDT-S) dan Program Perawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas). Disebutkan, Damakesmas akan mengatasi kekurangan/kelemahan pelayanan pra rumah sakit sehingga penanganan bisa lebih optimal dilakukan di lokasi kejadian dan mengurangi tingkat rujukan ke fasilitas kesehatan.

Program ini juga berdampak positif terhadap kelompok-kelompok penduduk, termasuk kelompok yang rentan (yaitu anak-anak, perempuan, orang tua, orang cacat, dan lainnya) yang tercermin dari kunjungan rumah dengan metode jemput bola ke keluarga resiko tinggi terhadap masalah kesehatan.

Sesi wawancara dan presentasi KIPP 2019 hari ke-10 ditutup dengan inovasi Sungai Elok, Nyaman untuk Masyarakat dengan Menjaga Lingkungan dan Alam di Sungai/Tukad Bindu atau “Senyum Melia di Tubin”. Inovasi ini mengubah sungai kotor di wilayah Kelurahan Kesiman dan Desa Kesiman Petilan Kecamatan Dentim menjadi destinasi wisata baru/wisata alam (ecotourism) dengan memberdayakan masyarakat serta memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja bagi warga sekitar sungai.

*****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini