Home Kepulauan Riau Batam Selamat! Penerapan ETP di Batam Terbaik se Indonesia

Selamat! Penerapan ETP di Batam Terbaik se Indonesia

71
Penerapan ETP di Batam
penandatanganan SK Wali Kota Batam dalam pembentukan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah di Kantor Wali Kota Batam, Jumat (19/3/21). (F: Humas Pemko Batam)
Himbauan Pemprov Kepri

Ikuti kami di Google Berita

Barakata.id, Batam- Kota Batam terbaik dan tercepat se Indonesia dalam penerapan program Elektronisasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETP).

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Musni Hardi Kasuma Atmaja mengatakan, predikat ini menunjukkan penerapan digitalisasi, dalam hal ETP di Batam berada di papan atas.


“Desember kemarin Batam nomor satu se-Indonesia dalam penerapan nontunai seperti aktivitas penerimaan dan pengeluaran anggaran daerah,” kata Musni saat penandatanganan Surat Keputusan Wali Kota Batam dalam pembentukan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Kantor Wali Kota Batam, Jumat (19/3/21).

Baca Juga:

Kendati sudah berada di papan teratas, namun Musni meminta Pemerintah Kota (Pemko) Batam untuk terus mengembangkan penerapan non tunai. Hal itu karena daerah lain akan terus mengejar. Maka Batam harus terus berkembang agar tetap jadi yang terbaik.

Musni mengapresiasi dibentuknya TP2DD dan mengeluarkan SK Wali Kota. Dia akan segera melaporkan hal itu ke pusat. TP2DD ini merupakan inisiasi BI bersama lima kementerian, termasuk diantaranya Kementerian Keuangan dan Kementerian dalam Negeri.

TP2DD diminta bisa merumuskan program apa saja yang akan didorong untuk nontunai. Sehingga diharapkan RP2DD dapat mendorong digitalisasi daerah lebih sempurna. Sehingga diharapkan tiap tahunnya

“Harapannya tiap tahun ada program kerjanya demi mewujudkan Batam Smart City dan cita-cita lain di kepemimpinan Muhammad Rudi,” kata Musni.

Menurut Musni, saat ini momennya memang tepat karena di masa pandemi. Digitalisasi ini sangat pas untuk diterapkan bersama-sama.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi menegaskan penerapan digitalisasi di lingkungan Pemko Batam menjadi upaya untuk menekan kebocoran anggaran daerah. Penerapan digitalisasi ini pun demi peningkatan pendapatan Kota Batam.

“Hari ini kita melaksanakan penandatangan SK TP2DD, untuk digitalisasi sudah lama dimulai,” ujarnya.

Dengan adanya tim itu, Rudi berharap penerapan digitalisasi maupun nontunai dapat ditingkatkan lagi. Ke depan, digitalisasi ini mestinya tak hanya di pemerintahan saja, tapi juga merambah swasta. Sehingga sumber pendapatan daerah lebih tercatata dan lebih jelas.

Baca Juga:

“Ayo kita mulai, seluruh kegiatan harus digital agar bisa dipantau pemerintah. Dengan begitu, pendapatan daerah akan lebih besar,” katanya.

Batam yang terdiri dari pulau-pulau diakui Rudi akses sinyalnya susah. Untuk itu dia menginstruksikan Sekretaris Daerah (Sekda) Batam Jefridin Hamid untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“Supaya semua penerimaan Pemko Batam bisa nontunai,” ujarnya.

***

Editor: Asrul R

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin