Home Kepulauan Riau Batam Selamat! Museum Batam Raih Sertifikat Tipe B dari Kemendikbud Ristek

Selamat! Museum Batam Raih Sertifikat Tipe B dari Kemendikbud Ristek

35
Museum Batam Raih Sertifikat
Museum Batam Raja Ali Haji meraih sertifikat Tipe B dari Kemendikbud Ristek. (F: mediacenter.batam.go.id)
Himbauan Pemprov Kepri

Ikuti kami di Google Berita

Barakata.id, Batam- Museum Batam Raja Ali Haji meraih sertifikat tipe B dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).

Meski masih tergolong baru, Museum Batam memang telah mengikuti standarisasi dan sosialisasi sesuai Pedoman Standarisasi Museum pada 20 April 2021 lalu.


Sebelumnya, Museum Batam ini juga sudah didaftarkan ke Kemendikbud Ristek bersama 475 museum lainnya di Indonesia.

Baca Juga:

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Ardiwinata mengatakan, sertifikat yang diraih itu merupakan hasil dari standarisasi museum yang telah dilakukan sebelumnya.

“Museum Batam sudah memenuhi standar kriteria tipe B,” kata Ardi, Minggu (19/9/21) lalu.

Berdasarkan pencapaian itu, Ardi mengatakan museum yang terletak di Dataran Engku Putri tersebut telah memenuhi standar kelayakan menjadi destinasi wisata sejarah di Batam.

Sebelum diubah menjadi museum dengan peresmian (soft launching) pada 18 Desember 2020 lalu, gedung tersebut merupakan gedung astaka MTQ XXV tingkat nasional.

“Gedung tersebut disumbangkan oleh Pemerintah Provinsi Kepri kepada Pemerintah Kota Batam,” kata Ardi.

Ardi mengatakan, pihaknya akan terus mengenalkan Museum Batam kepada masyarakat Batam dan Kepri. Sehingga museum tersebut semakin dikenal masyarakat.

Tak hanya jadi destinasi wisata, museum tersebut juga menjadi sarana edukasi mengenai sejarah Batam. Sebab ada banyak koleksi mengenai sejarah Batam di dalam museum tersebut.

Ardi mengaku, tim Disbudpar Batam saat ini terus mencari benda-benda bersejarah untuk melengkapi koleksi museum. Sehingga peninggalan bersejarah itu pun terawat dan dikenal bagi generasi selanjutnya.

Sejauh ini, timnya telah menemukan beberapa koleksi benda bersejarah. Seperti cerobong asap yang dibangun dari batu bata buatan Batam di masa silam. Belum lama ini tim Disbudpar Batam juga menemukan tugu perbatasan wilayah saat Batam menjadi kota adminstratif.

Baca Juga:

Ke depannya, Ardi berharap koleksi di museum akan semakin bertambah. Kepada masyarakat maupun komunitas yang mengetahui adanya peningalan sejarah Bumi Melayu Batam dan Kepri diminta untuk berkenan menyumbangkannya ke Museum Raja Ali Haji.

“Tujuannya, agar benda-benda tersebut bisa dikenal luas oleh masyarakat, dan menjadi bahan edukasi bagi generasi muda kita nanti,” jelasnya.

Sertifikat tipe B yang diterima Museum Batam ini ditandatangani oleh Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Ristek, Judi Wahjudin. (asrul)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin