Selamat Jalan, Arswendo Atmowiloto

97
Arswendo Atmowiloto

Jakarta – Penulis dan Budayawan, Arswendo Atmowiloto meninggal dunia pada Jumat (19/7/19) pukul 17.50 WIB di usia 70 setelah berjuang melawan kanker prostat. 

Mengutip CNN Indonesia, sebelumnya Arswendo sempat dilarikan ke Rumah Sakit karena kondisi kesehatannya yang menurun.

Arswendo Atmowiloto merupakan seniman dan budayawan legendaris di Indonesia. Bermula berprofesi sebagai wartawan, kepiawaian Arswendo menciptakan banyak karya tulis menjadikan dirinya sebagai sosok penting dalam sejarah literasi Indonesia.

Baca Juga : Ani Yudhoyono Meninggal Dunia di Singapura

Pria kelahiran Solo, Jawa Tengah pada 26 November 1948 ini adalah pengarang serba bisa dan sebagian besar karyanya berupa novel. Isi ceritanya bernada humoris, fantastis, spekulatif, dan suka bersensasi, seperti novel Surkumur, Mudukur, dan Plekenyun (1995) yang ditulis ketika ia berada dalam tahanan karena kasus tabloid Monitor. 

Arswendo Atmowiloto juga telah menerima beberapa penghargaan, baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri.

Lagu Keluarga Cemara

Pantauan di rumah dukua, Sabtu (20/7/19) pagi seperti dikutip dari Kapanlagi, dari rumah duka, jenazah langsung dibawa ke Gereja Santo Matius Penginjil, Tangerang Selatan, Banten. Di sana digelar misa pelepasan yang dipimpin oleh Romo Gerpasius S Rantetana SX.

Misa pelepasan jenazah Arswendo Atmowiloto, Sabtu (20/7/19). (F: Kapanlagi.com)

Rombongan keluarga Arswendo Atmowiloto tiba di Gereja sekira pukul 09.15 WIB. Peti langsung diletakkan di depan altar begitu turun dari mobil jenazah.

Istri mendiang bernama Agnes Sri Hartanti tampak dalam iringan peti jenazah. Tak sendiri, ia didampingi ketiga anaknya yakni Albertus Wibisono, Pramudha Wardhana, serta Cicilia Tiara.

Di tengah misa pelepasan, terdengar lagu Harta Berharga dilantunkan oleh koor BIA dari Paroki Matius Penginjil sebagai persembahan terakhir. Lagu tersebut merupakan soundtrack dari serial dan film “Keluarga Cemara” yang menjadi karya populer dari Arswendo Atmowiloto.

Tak lama prosesi pelepasan pun berakhir. Peti mati langsung dimasukkan ke mobil jenazah untuk dibawa menuju tempat peristirahatan terakhir di San Diego Hills, Kawarang, Jawa Barat.

*****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini