Home Kepulauan Riau Tanjungpinang

Sekda Kepri Berharap Ada Bantuan PCR dan Reagen dari Singapura

46
Sekda Kepri
Sekda Kepri, TS Arif Fadillah teleconference dengan Dubes RI untuk Singapura dan perwakilan Temasek Foundation Singapura di Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Selasa (21//4/20). (F: dok. Humas Pemprov Kepri)

Barakata.id, Tanjungpinang – Sekda Kepri (Sekeretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau), TS Arif Fadillah berharap ada bantuan alat PCR dan spesimen reagen dari Singapura untuk Kepri. Saat ini Kepri sangat membutuhkan tambahan PCR dan reagen untuk mempercepat penanganan penularan virus corona (Covid-19).

Harapan itu dikatakannya saat melakukan video conference bersama Duta Besar RI untuk Singapura, I Geda Ngurah Swajaya beserta perwakilan dari Temasek Foundation di Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Selasa (21/4/20). Teleconference tersebut terkait dengan penyerahan bantuan 1 juta masker dari Temasek Foundation untuk Pemprov Kepri.

Turut mendampingi Sekda Kepri di antaranya, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Syamsul Bahrum dan kepala Dinas Kominfo Provinsi Kepri Zulhendi.

Baca Juga :
Pejabat Eselon Pemprov Kepri Jalani Rapid Test, Hasilnya Semua Non-Reaktif

Pada kesempatan itu, Arif menyampaikan gambaran perkembangan Covid-19 di Kepri kepada Dubes RI untuk Singapura. Ia mengatakan, ada tiga pekerjaan besar yang sedang dilakukan Pemprov Kepri dalam penanganan Covid-19 ini.

Pertama, menangani Covid-19 mulai dari sosialiasi kepada masyarakat, penyiapan alat kelengkapan dan pengobatan di rumah sakit. Kemudian menerima TKI yang jumlahnya saat ini sudah mencapai 48.000 dari Singapura dan Malaysia, kemudian bersama-sama dengan Pemerintah Kota Batam mendukung anggaran untuk operasional Rumah Sakit Khusus Covid-19 di Galang Batam.

”Pekerjaan penanganan Covid-19 ini adalah pekerjaan yang besar serta butuh sumber daya yang besar. Oleh karena itu, pemerintah daerah tidak dapt bekerja sendiri, kami tetap butuh dukungan berbagai pihak,” kata Arif.

Lebih lanjut Arif menjelaskan tentang data pasien corona di Kepri. Terhitung 21 April 2020 sore, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 247 orang, Orang Dalam Pengawasan (ODP) 2.650 orang, dan jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) 1255 orang.

Baca Juga :
4 Daerah di Kepri Didorong Terapkan PSBB Serentak

Dari jumlah itu, kematian pasien corona mencapai 53 orang dengan rincian pasien positif sebanyak 7 orang, dan 3 orang meninggal dalam proses laboratorium. Untuk pasien yang sembuh sebanyak 8 orang yaitu di Kota Tanjungpinang 6 orang, Karimun 1 orang dan Batam 1 orang.

Kemudian dari rombongan kapal Kelud yang singgah di Batam beberapa saat yang lalu, ada anak buah kapal (ABK) yang berjumlah 29 orang saat ini menjadi PDP dan ditempatkan di Rumah Sakit Khusus Corona di Galang.

Menurut Arif, jumlah ODP dan PDP serta positif corona di Kepri meningkat sangat siginifikan. Jika pada 20 Maret 2020 hanya ada 4 kasus positif, maka pada 20 April 2020 naik menjadi 53 kasus, atau naik sebanyak 49 kasus.

“Penyebaran Covid-19 di wilayah Kepri sangat cepat, khususnya di wilayah Kota Batam dan Tanjungpinang. Ini menjadi pekerjaan besar bagi kami untuk mengantisipasi penularan corona ini,” kata dia.

Oleh karena itu Arif sangat berterimakasih kepada Pemerintah Singapura dan juga Duta Besar RI untuk Singapura yang telah mengiring sehingga Pemprov Kepri mendapat bantuan 1 juta masker. Masker itu sangat dibutuhkan untuk mendukung aturan pemerintah yang mengharuskan semua warganya untuk menggunakan masker jika berada di luar rumah.

“Terima kasih atas bantuannya. Tapi saat ini kami juga sangat berharap bisa mendapatkan bantuan alat PCR dan spesimen reagen. Keduanya sekarang ini sangat sulit didapatkan,” ujar Arif.

“Biasanya kalau PCR dan reagen ini ada, hasilnya (uji swab pasien) bisa diketahui dalam waktu dua hari. Namun karena, saat ini reagen di kita lagi kosong maka uji sampel kembali harus dikirim ke Jakarta, dan hasilnya baru bisa diketahui hingga 8 hari,” sambungnya.

Sekda Kepri
Sekda Kepri, TS Arif Fadillah

Seperti diketahui, spesimen reagen di Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit Batam saat ini sudah habis. Bahan pendukung untuk uji swab PCR itu sudah kosong sejak Sabtu lalu.

Pemprov Kepri telah memesan reagen kepada distributor di Jakarta sebanyak 20 ribu reagen. Namun, belum diketahui kapan spesimen itu akan datang ke Batam.

“Kalau ada reagen itu, kita sudah bisa lebih cepat mendeteksi pasien positif, dan tentu akan lebih cepat pula dalam penanganannya,” ujar Arif.

Baca Juga :
Reagen di BTKLPP Batam Habis, Uji Swab Corona di Kepri Macet

Pada teleconference itu, perwakilan dari Temasek Foundation, Lim Hock Chuan mengatakan bahwa Indonesia dan Singapura adalah bersaudara. Karena itu, dalam penanganan Covid-19 ini, keduanya harus saling membantu.

Ia berharap bantuan satu juta masker dapat meringankan beban pemerintah Indonesia yang sedang bekerja keras melawan corona ini.

“Hari ini kami berikan bantuan 3 juta masker. Untuk TNI 1 juta, untuk Polri 1 juta, dan untuk Pemprov Kepri 1 juta masker. Tentang PCR dan reagen itu, tentu akan kami pertimbangkan. Kami berharap hubungan kerja sama kita terus berlanjut,” katanya.

*****

Editor : Yuri B Trisna

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin