Satu Pekerja Korban Ledakan Kapal Roro Meninggal

59
Lokasi terbakar dan meledaknya Kapal Roro KM Sembilang di PT KMS Karimun, Kepri, Rabu (31/7/19). (F: barakata.id/Abdul Gani)

Karimun – Satu dari 10 orang pekerja yang menjadi korban ledakan kapal Roro KM Sembilang di Karimun, Kepulauan Riau (Kepri), akhirnya meninggal dunia, Rabu (31/7/19) sekira pukul 12.10 WIB. Korban bernama Durja, usia 26 tahun, warga Desa Pangke, Kecamatan Meral Barat, Karimun.

Surja merupakan pekerja PT Karimun Marine Shipyard (KMS), yang ikut mengerjakan tugas perbaikan KM Sembilang di Parit Rampak, Meral, Karimun. Ia sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhakti Timah (RSBT).

Baca Juga : Kapal Roro Meledak di Karimun, 10 Orang Terluka, 2 Kritis

Namun, luka-luka yang dialaminya termasuk luka bakar cukup serius. Korban adalah satu dari dua pekerja yang kondisinya kritis saat dievakuasi dari tempat kejadian.

Bupati tinjau lokasi

Sementara, pantauan di lokasi meledaknya kapal Roro itu, tampak Bupati Karimun, Aunur Rafiq datang ke area kerja PT KMS. Ia sempat menjenguk para korban yang dirawat di RSBT Karimun.

Bupati Karimun, Aunur Rafiq (pakai kopiah) menjenguk para korban ledakan kapal KM Sembilang di RSBT Karimun, Rabu (31/7/19). (F: barakata.id/Abdul Gani)

Rafiq datang didampingi Kepala Dinas Tenagakerja (Disnaker) Karimun, Hazmi Yuliansyah, setelah menghadiri sidang paripurna di DPRD Karimun.

“Saya belum bisa komentar terlalu banyak. Yang jelas ini kejadian di PT KMS, sumbernya dari docking Roro KM Sembilang,” jelas Rafiq.

Rafiq mengatakan, informasi yang diterimanya dari pihak PT KMS, ada 10 pekerja yang menjadi korban dalam insiden tersebut. Enam korban merupakan kru KM Sembilang, dan sisanya pekerja dari PT KMS.

“Sekarang sedang ditangani tim medis. Kita tunggu saja perkembangannya. Semoga para korban ini diberi keselamatan,” ujarnya.

Ia meminta aparat hukum dan Disnaker mengusut kasus ini. Ia ingin tahu seperti apa tingkat pengamanan atau safety pekerja di lingkungan PT KMS.

Rafiq menjelaskan, kapal Roro KM Sembilang memliki jalur pelayaran di Karimun. Rutenya, Parit Rampak Meral menuju Button-Riau, atau menuju Pulau Kundur Tanjungbatu.

“Rutenya antara dua itulah, kalau tidak ke Kundur ataupun ke Button-Riau. Kita pun belum dapat informasi lebih jelas, karena belum mendapatkan keterangan dari pihak Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP),” jelasnya.

Baca Juga : Kapal SB Tenggiri 4 Bocor Lalu Tenggelam di Laut Karimun

Rafiq mengaku belum dapat informasi jelas mengenai sudah berapa lama kapal tersebut berada di PT KMS untuk docking.

“Pihak PT KMS tadi masih sibuk di dalam (ruang rawat), jadi belum bisa saya tanyakan detail. Mungkin nanti tunggu pihak PT KMS dan ASDP yang menyampaikan agar lebih jelas lagi,” kata dia.

*****

Reporter : Abdul Gani

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini