Home Kepulauan Riau Natuna

Satgas Pengembangan Geopark Natuna Paparkan Program Kerja di Masa Pandemi

25
Geopark Natuna
Satgas Pengembabgan Geopark Natuna menggelar rapat pemaparan program kerja di Kantor Bupati Natuna, Kamis (1/10/20). (F: Dok. Pemkab Natuna)

Barakata.id, Natuna – Di masa pandemi Covid-19 ini banyak rencana kegiatan Geopark Natuna yang ditunda bahkan dibatalkan. Agar Geopark Natuna tak jalan di tempat, semua pihak dituntut untuk terus memberi dukungan.

Hal itu dibahas dalam rapat Pemaparan Program Kerja yang digelar Satuan Tugas (Satgas) Pengembangan Geopark Natuna di Ruang Rapat Kantor Bupati Natuna, Jalan Batu Sisir Bukit Arai, Ranai, kamis (1/10/20) pagi.

Rapat itu juga dihadiri oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Natuna Hendra Kusuma, Asisten Administrasi Umum, dan beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Dalam sambutannya ketika membuka rapat tersebut, Hendra Kusuma menerangkan bahwa di masa pandemi Covid-19 ini pengelolaan Geopark Natuna sedikit vakum. Pasalnya, semua rencana atau kegiatan yang berkaitan dengan Geopark harus dibatalkan atau ditunda.

Ia menegaskan, Pemkab Natuna akan selalu mendukung pengembangan Geopark Natuna agar tidak jalan di tempat.

“Namun hal tersebut harus dilakukan dengan membangun koordinasi dan sinergitas dengan berbagai pemangku kepentingan, untuk memacu sektor pariwisata menjadi unggulan, meningkatkan jumlah kunjungan wisata baik domestik maupun internasional,” katanya.

Baca Juga :

Hendra menyatakan bahwa Natuna saat ini telah ditetapkan menjadi kawasan strategis nasional oleh pemerintah pusat. Penetapan itu mengingat Natuna merupakan salah satu wilayah perbatasan dan letaknya sangat strategis.

Oleh karenanya, lanjut Hendra, pengembangan sektor pariwisata juga harus mempertimbangkan aspek keamanan. Setiap program kerja harus pula bersinergi dengan program pusat dengan tujuan utama, memacu pembangunan sekaligus memperkuat penjagaan wilayah kedaulatan NKRI.

Ketua BP Geopark Natuna, Muhammad Alim Sanjaya menyampaikan bahwa Geopark merupakan sebuah konsep manajemen pengembangan kawasan (dengan luas tertentu) secara berkelanjutan. Pengembangannya memadukan tiga keanekaragaman alam, yaitu geologi (geodiversity), hayati (biodiversity) dan budaya (culturaldiversity).

“Dalam pengembangannya, konsep ini berpilar pada aspek konservasi, edukasi, pemberdayaan masyarakat, dan penumbuhan nilai ekonomi lokal melalui geowisata,” ujarnya.

Setidaknya, ada 9 geoside atau potensi destinasi wisata yang masuk dalam Geopark Natuna yaitu Pulau Akar, Batu Kasah, Gunung Ranai, Pantai Gua dan Bamak, Pulau Senua, Pulau Setanau, Senubing, Tanjung Datuk serta Taman Batu Alif.

“Hal ini menjadikan potensi wisata yang luar biasa untuk dikembangkan ke depan,” kata dia.

Untuk itu, lanjut Alim Sanjaya, perlu melibatkan masyarakat tempatan bagi menjaga dan mengelola Geopark tersebut.

Dengan demikian, Geopark Natuna bisa dimanfaatkan menjadi objek wisata, tempat penelitian, konservasi flora dan fauna dan sebagainya (berbagai kegiatan yang tidak mengubah tatanan geologi).

*****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin