Salut, Begini Proses Evakuasi Pasien Positif Corona oleh Tim Puskesmas Tanjunguncang Batam

Himbauan Pemprov Kepri

Ikuti kami di Google Berita

Rusun Tanjunguncang
Petugas melakukan sterilisasi area Rusun Tanjunguncang dengan penyemprotan disinfektan usai melakukan evakuasi pasien positif Covid-19 ke RSUD Embung Fatimah, Jumat (8/5/20). (F: barakata.id/istimewa)

Saat mengevakuasi ketiga pasien itu, tim Puskesmas Tanjunguncang juga didampingi petugas dari Dinas Sosial dan Tagana Batam. Mereka tampil lengkap dengan kostum alat pelindung diri.

Satu mobil untuk armada angkut ketiga pasien juga sudah disiapkan di halaman rusun. Selanjutnya, ketiga pasien dipindahkan dari ruang karantina menuju mobil.

Mulai dari proses penjemputan hingga menuju RSUD Embung Fatimah, semua dilakukan dengan menerapkan protokol keselamatan yang cukup ketat.

Baca Juga :
Zona Merah, Tim Covid-19 Batam Bubarkan Jamaah Masjid di Bengkong

Setelah proses evakuasi selesai, bukan berarti selesai pula kerja tim medis tersebut.

Keesokan harinya, Jumat (8/5/20) pukul 08.00 WIB, tim Puskesmas Tanjunguncang bekerjasama dengan petugas dari Tim Desinfektan Dinas Kesehatan Kota Batam kembali datang ke Rusun Tanjunguncang. Setibanya di sana, tim langsung melakukan penyemprotan terutama di kamar yang sebelumnya ditempati ketiga pasien positif tersebut.

Diah Komalasari mengatakan, tindakan itu (penyemprotan disinfektan) harus dilakukan untuk pencegahan virus corona di lingkungan rusun tersebut, sekaligus memutus mata rantai Covid-19.

“Semoga ke depan Rusun Tanjunguncang ini bisa menjadi rumah isolasi yang dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Batam. Harapan kami, semoga pasien tersebut cepat sembuh dan bisa berkumpul sama keluarganya,” ujar wanita berjilbab ini.

Baca Juga :
Satu Keluarga di Bengkong Batam Positif Corona

Diah menjelaskan, salah satu peran puskesmas dalam upaya melawan Covid-19 ini salah satunya adalah melakukan screening. Caranya adalah, melakukan penelusuran warga yang diduga melakukan kontak langsung dengan seseorang yang terjangkit.

Rusun Tanjunguncang
Tim medis melaukan sterilisasi dengan menyemprotkan disinfektan di kamar bekas pasien positif corona di Rusun Tanjunguncang, Batam, Jumat (8/5/20). (F: barakata.id/istimewa)

Metode screening di puskesmas terdapat dua cara. Pertama, menggunakan pemeriksaan alat rapid test antibodi dengan cara pengambilan sampel darah melalui kaviler atau ujung jari tangan. Yang kedua, melakukan swab pada tenggorokan maupun pangkal hidung.

Setelah itu, lendir dari swab tersebut dibawa ke laboratorium untuk diperiksa dengan PCR. Hasil dari dua cara itulah yang dipakai untuk menentukan apakah seseorang terpapar virus corona atau tidak.

Pada kesempatan itu, Diah meminta masyarakat ikut membantu kerja tim medis, yakni dengan mematuhi anjuran pemerintah.

“Stay at home, rajin cuci tangan, pakai masker, dan jaga jarak. Semoga covid cepat berlalu,” pungkas Diah.

*****

1
2
SebelumnyaTelkomsel Gelar Turnamen eSport 2020, Hadiahnya Rp1,6 Miliar
SelanjutnyaSekolah di Batam Dilarang Wajibkan Seragam bagi Murid Baru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin