Home Kepulauan Riau Batam

Sah, Dua Bos BP Batam Bertarung di Pilwako Batam 2020

74
Pilwako Batam
Lukita dan Rudi akan bertarung id Pilwako Batam 2020. (F: barakata.id/ist)

Barakata.id, Batam – Dua bos Badan Pengusahaan (BP) Batam sudah resmi akan bertarung pada Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Batam 2020. Mereka adalah Lukita Dinarsyah Tuwo dan Muhammad Rudi.

Lukita adalah Kepala BP Batam periode 19 Oktober 2017 hingga Januari 2019. Posisinya kemudian digantikan oleh M Rudi sampai sekarang. Selain menempati posisi puncak di BP Batam, saat ini Rudi juga menjabat Wali Kota Batam.

Kedua orang itu dipastikan bakal saling adu strategi untuk meraih kemenangan dalam pesta demokrasi Pilwako Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam secara resmi sudah menetapkan bahwa Pilwako Batam diikuti oleh dua pasangan calon (paslon).

Mereka adalah, pasangan Muhammad Rudi dan Amsakar Achmad yang merupakan pasangan petahana serta pasangan Lukita Dinarsyah Tuwo dan Abdul Basyid sebagai “penantang”.

Baca Juga :

Komisioner KPU Batam, William Seipattiratu mengatakan, kedua paslon itu telah memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam PKPU 3/2017, PKPU 15/2017, PKPU 18/2019, PKPU 1/2020, dan Juknis Nomor 394/2020. Sebelum penetapan calon, KPU Batam sudah melaksanakan serangkaian tahapan mulai dari pengumuman, pendaftaran, hingga verifikasi.

Pasangan Rudi-Amsakar diusung oleh 8 partai politik (parpol) yaitu: Partai Nasional Demokrat (NasDem), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Adapun pasangan Lukita-Basyid diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

William menggatakan, setelah penetapan peserta Pilwako Batam 2020, selanjutnya KPU Batam akan melaksanakan tahapan pengundian nomor urut pada Kamis (24/9/20). Ia memastikan, rapat pleno penetapan paslon peserta Pilwako Batam dilakukan internal KPU tanpa melibatkan pihak luar.

Langgar prokes, pengundian nomor urut ditunda

Sementara itu, anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Fritz Edward Siregar mengatakan, tahapan pengundian nomor urut paslon pada Pilkada Serentak 2020 bisa ditunda jika terjadi pelanggaran protokol kesehatan (prokes) pencegahan virus corona (Covid-19).

Baca Juga : 

Fritz mengatakan hal itu jadi salah satu poin kesepakatan antara Bawaslu, KPU, pemerintah, dan DPR dalam rapat Selasa (23/9/20) malam. Rapat itu membahas sejumlah perubahan PKPU Nomor 6 Tahun 2020 dan PKPU Nomor 10 Tahun 2020.

“Pengundian melalui rapat pleno tetap dilakukan dengan jumlah terbatas. Apabila tidak dipatuhi, maka proses pengundian ditunda pelaksanaan,” kata Fritz seperti dilansir dari CNNIndonesia.com, Rabu (23/9/20).

Ia mengatakan, pengundian nomor urut akan dihelat pada 24 September. Paslon boleh hadir, tapi tidak boleh membawa massa pendukung.

Fritz juga bilang rapat dengan KPU dan pemerintah setuju untuk menghindari potensi kerumunan pada penetapan paslon hari ini, Rabu (23/9). Dengan demikian, pengumuman penetapan paslon dilakukan via situs masing-masing KPUD dan surat resmi ke masing-masing paslon.

Rapat tersebut juga sepakat mengubah aturan kampanye tatap muka. Kampanye akan diprioritaskan menggunakan metode daring.

“Kegiatan kampanye yang tidak dilarang, seperti konser, perlombaan dan ulang tahun, hanya dilakukan secara daring serta terkait sanksi dan larangan,” ujarnya.

*****

Editor : Yuri B Trisna

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin