Home Kepulauan Riau Batam

Sabu dari Bukit Harimau Batam, Diedarkan ke Tangerang

50
Polisi Tangkap Kurir Sabu, untuk Peredaran di Batam
Kapolresta Barelang, Kombes Pol Nugroho Tri menanyai pelaku penyelundupan sabu dari Batam ke Tangerang, Selasa (29/11/2022). F Polresta Barelang.
artikel perempuan

Barakata.id, Batam – Penyelundupan sabu tidak ada habisnya, Batam masih saja menjadi daerah transit penyelundupan sabu. 

Hal ini terungkap dari penangkapan Nr,39 yang membawa sabu seberat 24,589 kilogram di Pantai Tangga Seribu, Bukit Harimau, Patam Lestari, Batam, 7 November lalu. 

Saat penangkapan, Polresta Barelang mengamankan dua tas ransel berisikan 25 paket sabu. 

“Penangkapan ini dilakukan saat Nr, menunggu tekong speedboat, yang akan membawanya ke Perairan Jakarta,” kata Kapolresta Barelang Nugroho Tri, Selasa (29/11/2022). 

Begitu menangkap Nr, polisi melakukan pengembangan dengan menggunakan control drugs delivery. Polisi bersama Nr, melakukan perjalanan membawa sabu itu, untuk menangkap bandar besarnya. 

Saat di Jakarta, Nr mengirim pesan melalui aplikasi WhatsApp ke bosnya. Nr lalu diarahkan untuk mengambil sebuah mobil merek Mazda berwarna merah, yang diparkir di pinggir jalan, Teluk Naga, Tangerang. 

Nr diminta memasukan sebanyak 25 paket sabu itu ke dalam mobil. Setelah itu, Nr diminta memarkir mobil itu di depan Apartemen Atria Residence, Gading Serpong, Tangerang. 

Usai meninggalkan mobil itu, polisi melihat dua orang laki-laki mendekati mobil tersebut. Keduanya yakni Hr dan M, adalah orang yang direkrut Bandar Narkoba, Nyak. 

“Saat keduanya mengambil mobil itu, kemudian tim menangkap pelaku,” ucap Nugroho.

Nugroho mengatakan jumlah barang bukti 24.589,67, bisa menyelamatkan 98.358 jiwa dari ketergantungan narkoba. 

“Modus pelaku ini jalur darat, lalu gunakan jalur laut dari Batam ke Jakarta. Jika melihat modus dan kemasan ini, merupakan berasal dari china-malaysia yg masuk ke Indonesia (Batam),” tuturnya. 

Kurir narkoba yang diminta membawa sabu seberat 24 kilogram itu, diupah Rp 40 juta. 

Nugroho mengatakan para pelaku terancam hukuman penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun, atau denda paling banyak Rp 10 miliar. 

Dapatkan update berita pilihan setiap hari bergabung di Grup Telegram "KATA BARAKATA", caranya klik link https://t.me/SAHABATKATA kemudian join.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin