Home Warta Ekonomi

Rudi Ingin Siapkan Lahan untuk Bangun Pusat UMKM

Lahan untuk Pusat UMKM
Wakil Gubernur Kepri Marlin Agustina dan Wali Kota Batam Muhammad Rudi meninjau galeri Dekranasda yang baru diresmikan, Rabu (3/3/21). (F: Humas Pemko Batam)

Barakata.id, Batam- Wali Kota Batam Muhammad Rudi ingin siapkan lahan untuk bangun pusat Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Tujuannya agar ekonomi masyarakat Batam dapat bangkit melalui UMKM.

“Kalau bisa, kita siapkan lahan bangun satu tempat menjadi pusat seluruh UMKM yang ada di Batam ini. Galeri ini tidak bisa memuat seluruh UMKM yang ada di Batam,” ujarnya saat menghadiri Gebyar Melayu Pesisir dan Peresmian Galeri Dekranasda Batam, Rabu (3/3/21).

Gebyar Melayu Pesisir ini merupakan acara yang digelar oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Batam dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kepri.

Baca Juga:

Kegiatan yang dihelat hingga 31 Maret 2021 ini diadakan di Gedung Dekransada Batam. Beragam kesenian dan budaya Melayu hingga kerajinan daerah Batam disajikan.

Rudi berharap kegiatan itu menjadi momentum pemulihan ekonomi untuk memakmurkan rakyat Batam melalui peran UMKM.

Kendati demikian, Rudi mengingatkan kepada para pelaku UMKM untuk melihat kemampuan pasar dalam menentukan harga. Dia berharap dengan kemampuan masyarakat membeli, maka produk yang ada akan laris.

“Ingat pesan saya, bagi para UMKM, daya beli masyarakat sedang rendah, bagi para produsen mari menghitung berapa kemampuan masyarakat membeli,” katanya.

Senada dengan hal itu, Wakil Gubernur Kepri Marlin Agustina yang juga Ketua Dekranasda Batam juga setuju dengan keinginan terkait pusat UMKM. Dia berharap lahan segera tersedia. Sebab, pada dasarnya Pemerintah Provinsi (Pemrov) Kepri siap membantu pembangunan fisiknya.

“Bisa kita bangun fisiknya secara bertahap. Yang penting sudah tersedia lahannya,” ujar Marlin.

Terkait harga jual UMKM, Marlin mengatakan sejauh ini harga yang dipatok oleh para pelaku UMKM yang ada di bawah naungan Dekranada sudah berdasarkan survei.

Marlin mengatakan jika tak ada pandemi banyaknya wisatawan yang datang ke Kepri menjadi modal untuk menciptakan produk khas Kepri.

“Sejauh ini Batam sudah punya batik khas dan kita juga mendorong semua daerah punya produk khas masing-masing,” ujarnya.

Kepala Disperindag Batam, Gustian Riau, mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah pemerintah mempromosikan dan memasarkan produk khas Batam dan Kepri. Galeri Dekranasda disebutnya menjadi pusat belanja oleh-oleh premium pertama.

“Galeri ini terintegrasi dengan paket pariwisata dengan menghadirkan 45 tenant untuk memenuhi kebutuhan oleh-oleh premium bagi wisatawan,” kata Gustian.

Di lokasi sama, Kepala Kantor Perwakilan BI Kepri, Musni Hardi K Atmaja, mengatakan kegiatan tersebut Sebagai bentuk dukungan produk lokal dan mendukung Gerakan Bangga Buatan Indonesia (GBBI), Gerakan Bangga Berwisata Indonesia (GBWI), dan Karya Kreatif Indonesia (KKI).

Baca Juga:

“Ini sinergi BI bersama Pemprov Kepri, Pemko Batam, dan Dekranasda Batam sebagai langkah globalisasi dan digitalisasi UMKM dan pariwisata,” ujarnya.

Musni berharap Galeri Dekranasda menjadi wadah bagi UMKM Batam yang sudah melewati uji kurasi seperti kualitas, kuantitas dan keberlanjutan.

“Semoga UMKM bisa survive di pasar domestik maupun ekspor,” katanya.

Selama pelaksanaan tersebut ditunjang dengan pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

***

Editor: Asrul R

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin