Home Kepulauan Riau Batam

Rudi: Covid-19 Belum Hilang di Batam

104
Wali Kota Batam
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi menyatakan PPDB di Batam akan diperpanjang jika sampai batas akhir pendaftaran masih banyak orangtua yang belum berhasil mendaftarkan anaknya secara online.

Barakata.id, Batam – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengingatkan seluruh warga agar tetap mewaspadai Covid-19 dengan kembali mendisiplinkan diri dan patuh terhadap protokol kesehatan. Ia menegaskan, virus corona atau Covid-19 belum hilang dari Batam.

Rudi mengatakan, masih terjadi penambahan kasus positif Covid-19 di Batam. Ia minta masyarakat terus waspada karena vaksin penyakit ini belum ada.

Ia pun menyayangkan kondisi sekarang ini dimana banyak warga Batam yang mulai abai dan menganggap remeh virus corona.

“Tadi saya sarapan di salah satu tempat makan di Batam Center. Saya perhatikan tak ada lagi yang jaga jarak kursi sudah dekat-dekat seperti tidak ada apa-apa. Ini kita sayangkan,” katanya di acara penyerahan bantuan paket sembako tahap 4 untuk Kecamatan Nongsa di Kabil, Jumat (7/8/20).

“Saya minta masyarakat bisa mengingatkan diri sendiri dan keluarga untuk terus melaksanakan protokol kesehatan,” sambung Rudi.

Baca Juga :
Covid-19 Batam: 340 Kasus, 254 Sembuh, 18 Meninggal

Pria yang juga Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam itu kembali mengingatkan agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan. Menggunakan masker, jaga jarak dan mencuci tangan wajib dilakukan saat ke luar rumah.

Menurut dia, saat ini banyak masyarakat yang tak mematuhi protokol kesehatan. Hal itu tak lepas dari kelonggaran yang sempat diberikan pemerintah pada bulan lalu.

Kelonggaran beraktivitas itu diakuinya, diberikan lantaran kondisi penularan Covid-19 di Batam sudah bisa dikendalikan, dan Batam pun nyaris menjadi zona hijau

Dari hijau kembali ke kuning

Covid-19 Batam
Sebaran kasus Covid-19 per kecamatan di Kota Batam. (Sumber: Gugus Tugas Covid-19 Batam)

Hingga pertengahan bulan lalu, dari 12 kecamatan di Batam, tinggal tersisa 4 kecamatan yang masih berstatus zona kuning.

Baca Juga :
COVID-19 BATAM: Seorang WN India Dinyatakan Positif, Tinggal di Bengkong Kerja di Citra Buana

Namun, akhir Juli semuanya berubah. Kasus positif corona melonjak, Batam pun berubah menjadi kuning. Bahkan Kecamatan Batam Kota yang sebelumnya hijau, berubah menjadi merah.

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, hingga Rabu (5/8/20) diketahui ada 340 kasus positif Covid-19 di Batam. Dari jumlah tersebut, sebanyak 254 orang di antaranya sudah sembuh, 18 meninggal (satu orang warga Lingga) dan 68 orang lainnya masih dalam perawatan di sejumlah rumah sakit rujukan.

Melonjaknya kasus corona di Batam membuat kota ini harus kembali ke zona kuning, setelah sebelumnya nyaris menjadi zona hijau.

Pekan lalu, dari 12 kecamatan di Batam, hanya tersisa 4 kecamatan yang masuk zona kuning, sedang yang lainnya hijau.

Baca Juga :
Batam Zona Merah Lagi, Bagaimana Nasib Belajar Tatap Muka di Sekolah?

Tapi sekarang tampilan visual peta wilayah Batam menunjukkan hanya ada 3 kecamatan yang hijau yaitu Belakangpadang, Bulang, dan Galang. Adapun 8 kecamatan berwarna kuning.

“Sekarang ini semua kecamatan ada (kasus Covid-19), kecuali di hinterland. Bahkan (Kecamatan) Batam Kota merah lagi, padahal kemarin sudah sempat hijau,” kata dia.

Kondisi ini memaksa pemerintah memperketat lagi aktivitas masyarakat. Kegiatan belajar tatap muka di sekolah yang rencananya akan dilaksanakan pada pertengahan Agustus nanti, pun terpaksa dikaji ulang.

“Rencana belajar tatap muka kita pertimbangkan kembali karena melihat kondisi sekarang ini sepertinya belum memungkinkan. Tapi karena kemarin dibahas dalam rapat maka untuk memutuskan penundaannya pun harus melalui rapat lagi. Mungkin dalam pekan ini kita bahas kembali,” pungkas Rudi.

*****

Editor : Yuri B Trisna

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin