Home Nusantara

Rudapaksa ABG, Anak Anggota DPRD Kota Bekasi Terancam 12 Tahun Penjara

Polda Metro Jaya
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusril Yunus. F: Barakata / ist
Himbauan Pemprov Kepri

Barakata.id,  Jakarta – RTS, 27 tahun, pelaku perampokan dan pemerkosaan (Rudapaksa) seorang Anak Baru Gede (ABG) di Bekasi, Jawa Barat, terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Pelaku merupakan anak dari salah satu anggota DPRD Kota Bekasi. Ia menyerahkan diri ke Polres Metro Bekasi Kota setelah sempat buron usai ditetapkan sebagai tersangka.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan pelaku melakukan aksi pencuriannya secara random. Saat berhasil masuk ke rumah korban melalui ventilasi udara, RTS melihat korban yang tengah bermain handphone.

Baca juga:

“Pelaku sempat melihat korban 30 menit bermain handphone di ruang keluarga. Kemudian timbul niat pelaku untuk memperkosanya. Pelaku pernah berkeluarga namun sudah bercerai,” ungkap Yusri di Polda Metro Jaya, Kamis (20/5/2021).

Yusril juga menyebut pelaku menjual korban ke orang lain melalui media sosial. Namun, Yusri masih belum menjelaskan secara rinci ihwal kasus ini. Ia hanya menyebut bahwa RTS menawarkan korban lewat aplikasi MiChat.

RTS, pelaku pemerkosaan dan perampokan ABG di Bekasi. F: Barakata.id /detik.com

“Pelaku menjual korban ke orang lain dengan aplikasi MiChat,” ucap Yusri, Jumat (21/5/2021).

Baca juga:

Kabag Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing mengatakan saat ini RTS  sedang diperiksa secara intensif oleh penyidik.

“Diserahkan keluarganya dan pengacaranya pukul 04.00 WIB tadi,” kata Erna saat dikonfirmasi.

Kasus ini diketahui bermula dari laporan korban terhadap RTS ke Polres Metro Bekasi Kota. Laporan itu diterima dengan nomor STPL/971/K/IV/2021/SPKT/Restro Bekasi Kota.

Berdasarkan keterangan orang tua korban, anaknya mengenal RTS sejak sembilan bulan yang lalu. Usai saling mengenal, keduanya menjalin hubungan.

Baca juga:

Namun, setelah menjalin hubungan, PU justru jarang pulang ke rumah. Menurut pengakuan PU, dirinya dilarang pulang oleh RTS.

Peristiwa perampokan dan pemerkosaan itu terjadi pada Sabtu (15/5) subuh. Polisi bergerak cepat dalam menyelidiki kasus tersebut.

Kurang dari 24 jam, dua pelaku berinisial RP dan AH berhasil dibekuk petugas. Kedua pelaku itu berperan dalam membantu RTS melancarkan aksinya.

Kini, bersama dua pelaku lainnya, RTS harus mendekam di sel untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dia terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara.

****
Editor: Ali Mhd

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin