Home Nusantara RS Aminah Veteran, Tepis Tanggapan Miring Masyarakat Soal Pasien Luka Bakar Pemengang...

RS Aminah Veteran, Tepis Tanggapan Miring Masyarakat Soal Pasien Luka Bakar Pemengang KIS

20
Foto : Garnesia.Com
Himbauan Pemprov Kepri

Ikuti kami di Google Berita

Barakata.id, Blitar (Jatim) – Tanggapan miring masyarakat soal pemegang Kartu Indonesia Sehat (KIS) Hengki Maulana (25) tahun, warga Kelurahan Pakunden Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, yang tidak mendapat Jaminan fasilitas berobat di rumah Sakit (RS) Aminah di Jalan Veteran, terjawab sudah.

Dimana, menurut dr. Prima Isnaini, Direktur RS Aminah Ini bahwa pasien tersebut akibat kecelakaan kerja dan bukan pederita BPJS Kesehatan. Selain itu, pasien juga tidak mempunyai BPJS Ketenagakerjaan apabila mau dibebaskan biaya pengobatan.


“Kami tidak memberlakukan standarisasi penanganan pasien yang berobat ke rumah sakit kami. Semua pasien kami berlakukan sama. Mengenai kebijakan tergantung kriteria pasien. Apakah mereka pasien BPJS Kesehatan atau BPJS Ketenagakerjaan, maupun lainnya. Yang penting, pasien kita tangani terlebih dahulu,” terangnya kepada barakata Kamis (27/5/2021).

Baca Juga : Karena Luka Bakar, Warga Blitar Pemegang KIS Kesakitan di Atas Daun Pisang

Kemudian Isnaini menegaskan, bahwa RS Aminah dalam melakukan tindakan awal penanganan pasien, yakni dengan standart prosedur operasional (SPO) BPJS pasien itu sendiri dan tidak membeda-bedakan pasien umum maupun  pasien yang dibiayai pengobatannya ditanggung pemerintah.

“Nah kalau mas Hengki itu, kemarin dia mempunyai KIS tapi tidak mempunyai kartu BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga, SPO yang kita berlakukan yakni sebagai pasien umum,” ungkapnya.

Tambah lagi, kata direktur, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan, apakah derita Hengki Maulana ini masuk dalam kriteria pasien KIS atau tidak.

Baca Juga : Sempat Viral, Kemudian Hutang Keluarga Luka Bakar di Atas Daun Pisang Dibebaskan

“BPJS Kesehatan mengatakan tidak masuk,” pungkas Isnaini.

Dari informasi pihak rumah sakit, Hengki Maulana dirawat selama 7 hari. Karena faktor biaya, kemudian keluarganya meminta pulang paksa dengan membuat surat keterangan.

Reporter : Achmad Zunaidi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin