Beranda Kepulauan Riau Tanjungpinang

Revitalisasi Kawasan Kota Lama Tanjungpinang Berdampak Positif pada Ekonomi Warga

5
0
Kota Lama Tanjungpinang
Ketua Harian PSMTI Tanjungpinang dan Bintan, Hartojo bersama Gubernur Kepri, Ansar Ahmad menghadiri acara Bazar Imlek di kawasan Kota Lama Tanjungpinang, Minggu (21/1/24(). (F: barakata.id/ist)
- Advertisement -
DPRD Batam

Barakata.id, Tanjungpinang – Ketua Harian Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Tanjungpinang dan Bintan, Hartojo mengakui jika proyek revitalisasi kawasan Kota Lama Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) berdampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat. Dampak paling terasa dialami para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).

“Penyelenggaraan pasar malam menyambut Imlek tahun ini sangat luar biasa. Antusias UMKM dan juga masyarakat yang datang sangat luar biasa. Ini merupakan dampak dari program Bapak revitalisasi kawasan Kota Lama,” ujar Hartojo di acara Bazar Imlek 2575 di Jalan Merdeka, Tanjungpinang, kemarin malam.

- Advertisement -

Pria yang akrab disapa Among itu mengatakan, pelaku UMKM yang terlibat dalam bazar yang telah berlangsung sejak 12 Januari 2024 lalu ini meningkat cukup signifikan. Dari 200 stan pada bazar Imlek 2023, tahun ini bertambah 50 persen menjadi 300 stan.

“Ini luar biasa. Sejak dibuka, bazar ramai pengunjung. Kami mewakili masyarakat Tanjungpinang mengucapkan terimakasih. Atas pembangunan yang terealisasi, Kota Tanjungpinang menjadi indah,” kata dia.

BACA JUGA : Wajah Kota Lama Tanjungpinang Kian Bedelau

Di tempat yang sama, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad menyatakan rasa bangganya atas pelaksanaan Bazar Imlek 2575 Tanjungpinang. Menurutnya, acara ini melambangkan  kebersamaan dan moderasi di Tanjungpinang sangat baik.

“Ini dapat dilihat dari pelaku UMKM dan pengunjung yang datang, berasal dari berbagai etnis, adat dan suku,” kata dia.

Gubernur Ansar menyampaikan komitmennya untuk terus mengembangkan kawasan Kota Lama Tanjungpinang, khususnya kawasan di sekitar Jalan Merdeka, Teuku Umar dan kawasan sekitarnya sebagai heritage “China Town”. (*)

- Advertisement -