Home Kepulauan Riau Batam Resmi, PPKM Darurat Batam Diperpanjang 11 Hari

Resmi, PPKM Darurat Batam Diperpanjang 11 Hari

388
PPKM Darurat Batam
Wali Kota Batam Muhammad Rudi
Himbauan Pemprov Kepri

Ikuti kami di Google Berita

Barakata.id, Batama – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Batam resmi diperpanjang hingga 31 Juli 2021. Sedianya, PPKM Darurat di Batam akan berakhir besok, Selasa (20/7/21) sejak diterapkan pada 12 Juli 2021 lalu.

“PPKM Darurat besok terakhir, dan akan diperpanjang dari 21 Juli sampai 31 Juli. Ini PPKM Level 4. Artinya terberat,” ujar Wali Kota Batam, Muhammad Rudi di Batam Centre, Senin (19/7/21) sore.


Rudi mengatakan, keputusan memperpanjang masa PPKM Darurat di Batam berdasarkan rapat bersama, termasuk dengan jajaran Pemerintah Pusat. Keputusannya, setelah pelaksanaan PPKM Darurat 9 hari (12-20 Juli 2021) maka ditambah lagi 11 hari yakni dari 21 Juli hingga 31 Juli 2021.

BACA JUGA : Rudi Isyaratkan PPKM Darurat di Batam Diperpanjang hingga 2 Agustus

Menurut Rudi, alasan perpanjangan PPKM Darurat di Batam lantaran angka kasus Covid-19 di kota itu belum turun, meski sudah dilakukan penyekatan atau pemabatasan mobilitas masyarakat selama 9 hari.

Diharapkan, perpanjangan masa PPKM Darurat di kota yang bertetangga dengan negara Singapura itu dapat lebih menekan laju penyebaran virus corona.

Karantina terpusat

Setelah resmi diperpanjang, lanjut Rudi, pihaknya kini sedang merancang untuk memberlakukan karantina terpusat bagi warga yang terpapar Covid-19.

“Kita lagi memikirkan ini, untuk melakukan karantina terpusat. Untuk pasien positif, orang tanpa gejala (OTG) akan dikumpulkan di rusun (rumah susun). Nanti dipisahkan dengan pasien yang sedang isoman (isolasi mandiri),” Kata dia.

BACA JUGA : PPKM Darurat di Batam Mulai 12 Juli, Rudi: Bukan Lockdown

Selain soal lokasi karantina terpusat, lanjut Rudi, pemerintah juga sedang menyusun program bantuan sosial untuk keluarga pasien yang sedang melakukan isoman.

“Tentu harus dipikirkan juga (bantuan) untuk keluarga mereka yang sedang dikarantina. Seperti apa bentuknya, ini masih dibahas,” kata dia.

Sebelumnya, Rudi mengatakan bahwa Kota Batam termasuk dalam daerah yang berada pada level 4 krisis Covid-19 di Indonesia. Level 4 berarti bahwa di Batam terdapat lebih dari 150 kasus Covid-19 per 100 ribu penduduk, lebih dari 30 kasus yang dirawat di rumah sakit per 100 ribu penduduk, dan lebih dari 5 kasus meninggal per 100 ribu penduduk.

Saat ini, data dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam, ppasien corona di Batam yang sedang dirawat tercatat sebanyak 3.300 pasien.

*****

Editor : YB Trisna

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin