Home Kepulauan Riau Rekrut 6 Orang Pekerja Migran, Polda Kepri Tetapkan 1 Tersangka

Rekrut 6 Orang Pekerja Migran, Polda Kepri Tetapkan 1 Tersangka

174
Polda Kepri
Kasubdit IV Dit Reskrimum Polda Kepri AKBP Dhani Catra Nugraha, didampingi Kasubbid Penmas Bidhumas, AKBP Imran saat ekspos penangkapan pengurus Pekerja Migran Indonesia Ilegal di Polda Kepri, Selasa (26/1/2021). F: ist
Himbauan Pemprov Kepri

Barakata.id, Batam- Tim Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri berhasil mengamankan seorang pengurus Pekerja Migran Indonesia Ilegal berinisial NA alias N (37). Polisi  juga menyelamatkan enam orang korban sebagai pekerja Migran Indonesia Ilegal yang akan diberangkatkan ke Malaysia.

Demikian disampaikan Kasubdit IV Dit Reskrimum Polda Kepri AKBP Dhani Catra Nugraha, SH., S.IK., MH didampingi Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kepri AKBP Imran, SH., saat Konferensi Pers di Mapolda Kepri. Selasa (26/1/2021).

AKBP Dhani menyampaikan  kronologis kejadian berawal pada Minggu, 24 Januari 2021 sekitar pukul 15.00 WIB, Tim Opsnal Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri memperoleh informasi dari masyarakat bahwa ada beberapa orang calon Pekerja Migran Indonesia Ilegal yang sedang ditampung di Perumahan Glory Tanjung Riau Kota Batam. Rencananya para calon pekerja ini akan diberangkatkan ke Malaysia sebagai pembantu rumah tangga.

Baca juga: 

Dari hasil penyelidikan, lanjut Dhani, di sekitar perumahan ditemukan adanya seorang perempuan calon PMI Ilegal asal daerah Jambi yang sedang ditampung disebuah rumah  di perumahan Glory Tanjung Riau. Selanjutnya tim terus melakukan pengembangan dan berhasil menemukan 5 orang korban lainnya yang telah diarahkan oleh pengurusnya dan sudah tinggal selama satu malam di sebuah Home Stay Mamora, di daerah Batam Center.

“Di Stay Mamora ini, tim juga berhasil mengamankan seorang pengurus yang berinisial  NA alias N,” tambah Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kepri AKBP Imran, SH.

Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kepri AKBP Imran saat ekspos di Polda Kepri, Selasa (26/1/2021). F: ist

AKBP menyampaikan bahwa identitas enam orang korban yang berhasil diselamatkan berinisial RS (50),  EL (44), DC (21), ND (43), LM (30), dan HS (21). Semua korban tersebut berasal dari daerah Sumatera.

Baca juga: 

“Sementara tersangka  NA Alias N (37) Perempuan, Alamat di Pasar Pelita, Kampung Pelita, Lubuk Baja, Kota Batam,” ujar AKBP Imran, SH.

Dikatakan AKBP Imran, modus operandi yang dilakukan tersangka yakni melakukan perekrutan terhadap para korban dengan membayar biaya sebesar Rp10.000.000,-. untuk pengurusan dokumen persyaratan dipekerjakan di luar negeri dengan iming-iming gaji yang tinggi.

“Barang bukti yang diamankan diantaranya, 1 unit Handphone dan 6 buah Paspor pekerja Migran Indonesia,” jelas AKBP Imran.

Pasal yang dipersangkakan adalah Pasal 81 jo pasal 83 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang perlindungan Pekerja Migran Indonesia jo pasal 53 kuhpidana dengan ancaman hukuman penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak rp. 15.000.000.000.

Baca juga: 

“Penyidik juga akan melakukan pemeriksaan saksi, saksi ahli dan berkoordinasi dengan BP2MI/ P4TKI terkait penanganan dan pemulangan korban ke daerah asalnya”. Tutup AKBP Imran.

*****

Editor: Ali Mhd

Advertisement
SebelumnyaTahun 2022, Tiap Kelurahan dapat Rp2 M untuk PIK
SelanjutnyaBareskrim Polri Jemput Paksa Ambroncius Nababan