Home Gaya

Re-Start Peduli Lingkungan, Mengubah Ancaman Sampah Jadi Peluang Bisnis

125

Batam – Persoalan sampah di Kota Batam semakin mengkhawatirkan. Dalam satu hari, sedikitnya ada sekitar 900 ton sampah yang dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Padahal, Batam tidak memiliki cukup ruang untuk menampung sampah. Sebagai daerah kepulauan, Batam pun dihantui dengan banyaknya sampah di wilayah pesisir pantai.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam memperkirakan, sekitar 20 persen sampah di Batam berasal dari sampah plastik dan sejenisnya. Kondisi ini sangat berbahaya mengingat butuh waktu yang sangat lama bagi alam untuk mengurai plastik.

Zero Waste

Berlatar kekhawatiran itu, di Batam banyak muncul komunitas yang peduli lingkungan. Para aktivisnya bergerak masif memberi edukasi kepada masyarakat khususnya ibu rumah tangga dan generasi muda untuk bersama-sama ikut mengurangi produksi sampah.

Di antaranya adalah Re-Start, lembaga yang menekankan pada pola hidup sehat berkualitas yang ramah lingkungan. Mengambil momentum peringatan Hari Bumi, Hari Kesehatan Dunia, dan Hari Kartini di bulan April ini, Re-Start menggelar “Zero Waste” di Fotosintesa, Palm Spring, Batam, Sabtu (20/4/19).

Kegiatan itu diisi berbagai tema seperti talk show “Dari Dapur untuk Bumi”, mini bazar yang memajang produk-produk ramah lingkungan maupun berbahan dasar sampah (barang bekas). Juga ada kuliner olahan dan sayur serta buah organik.

Puluhan peserta tampak antusias mengikuti acara itu. Dalam talk show yang menghadirkan beberapa narasumber, para peserta mendapatkan wawasan tentang besarnya ancaman sampah bagi kehidupan makhluk hidup dan lingkungannya.

Peserta talk show Dari Dapur untuk Bumi mendengar pemaparan narasumber tentang pemanfaatan sampah rumah tangga, Sabtu (20/4/19). BARAKATA.ID

Peserta juga dicekoki ilmu tentang pemanfaatan atau pengolahan sampah/barang bekas menjadi barang bermanfaat hingga bernilai ekonomis.

Dewi Koriati dari Re-Start mengatakan, Zero Waste adalah gerakan harapan untuk mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk meminimalisir produksi sampah. Yang paling utama adalah mengurangi sampah jenis plastik.

Kegiatan kali ini menyasar pada generasi muda dan ibu rumah tangga yang banyak bersinggungan dengan sampah rumah tangga. Para ibu rumah tangga diajarkan untuk bisa memanfaatkan sampah rumah tangga menjadi pupuk kompos, misalnya.

“Kita ingin masyarakat ikut aktif menjaga lingkungan. Misalnya di lingkungan rumah atau tempat tinggal, banyak sampah rumah tangga yang bisa kita manfaatkan untuk menjadi barang-barang bermanfaat. Sisa-sisa bahan dapur dan makanan dapat diolah menjadi pupuk kompos,” katanya.

Selain bisa dipakai sendiri untuk tanaman di rumah, pupuk kompos tersebut juga dapat dikemas menjadi produk ekonomis. Dewi meyakinkan bahwa kerja pengolahan sampah rumah tangga tidak berat dan tidak butuh biaya besar.

Re-Start bersama komunitas peduli lingkungan dan hidup sehat lainnya di Batam juga getol mengajak masyarakat untuk tidak gampang membuang sampah, apalagi sembarangan.

“Momentum Hari Bumi 21 April ini, kami ingin mengajak kita semua untuk bersama-sama merawat alam ini, menjaga kebersihan lingkungan dengan mengurangi sampah demi masa depan bumi yang berkelanjutan,” ujar Dewi.

Mini bazaar sayur dan buah organik. (BARAKATA.ID)

Wakil Ketua I Tim Penggerak PKK Kota Batam, Erlita Sari Amsakar yang membuka acara itu mengatakan, kegiatan-kegiatan peduli lingkungan sejalan dengan program PKK Batam dan Pemko Batam.

“Saya sangat setuju dan mendukung penuh acara seperti ini. Juga aktivitas dari masyarakat maupun komunitas yang peduli lingkungan. Kita memang harus bersinergi menciptakan Batam bebas sampah,” katanya.

Erlita mengatakan, para anggota PKK Batam juga sedang berupaya aktif memanfaatkan sampah atau barang bekas menjadi produk bernilai ekonomis. Bersama pemerintah daerah, juga digalakkan Bank Sampah.

Dewi Koriati (kanan) dan Erlita Sari Amsakar di antara produk-produk olahan dari Bank Sampah, Sabtu (20/4/19). BARAKATA.ID

Data DLH Batam, saat ini sudah terbentuk 200 unit Bank Sampah, yang tersebar di penjuru Batam. Adanya Bank Sampah itu sejauh ini cukup berhasil mengurangi produksi sampah di Batam sekitar 31 ton dalam sebulannya.

Pengurangan sampah kertas tercatat hingga 9,42 ton per bulan, sampah plastik sekitar 6,3 ton per bulan, sampah alumunium sebesar 12,81 ton per bulan.

Pemerintah Kota Batam pun mulai serius membereskan persoalan sampah ini. Melalui Peraturan Wali Kota, setiap pegawai dan masyarakat umum diajak untuk mengurangi sampai melarang pemakaian kantong plastik.

*****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin