Home Kepulauan Riau Batam

RDP Kecelakaan Kerja di PT Marcopolo, DPRD Batam Kecewa Perusahaan Mangkir

PT Marcopolo Batam
RDP Komisi IV DPRD Batam bersama Disnaker dan PT Marcopolo Shipyard di gedung DPRD Batam, Kamis (20/5/21).
Himbauan Pemprov Kepri

Barakata.id, Batam – Komisi IV DPRD Batam menggelar rapat dengar pendapat (RDP) tentang kecelakaan kerja di lingkungan PT Marcopolo Shipyard, Kamis (20/5/21) pagi. Para anggota Dewan pun kecewa karena pihak perusahaan tidak membawa data yang dibutuhkan.

Seperti diketahui, dalam kecelakaan kerja di PT Marcopolo Shipyard tersebut, satu orang pekerja bernama Calvin Alfahri meninggal dunia. Pemua yang tercatat sebagai pekerja perusahaan subkon di PT Levian CG tersebut terjatuh dari ketinggian 12 meter ketika menuruni sebuah tangga kapal yang sedang digarap di PT Marcopolo Shipyard.

Sayangnya, dalam RDP tersebut, selain perwakilan PT Marcopolo yang tidak membawa laporan tertulis, perwakilan dari PT Levian pun tidak hadir. Hal itu memantik kekecewaan jajaran Komisi IV DPRD Batam serta pihak Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam dan Provinsi Kepri.

BACA JUGA : Jatuh dari Tangga Kapal, Pekerja PT Marcopolo Shipyard Tewas

RDP tersebut dipimpin Ketua Komisi IV, Ides Madri, didampingi anggota Tumbur Sihaloho, Mustofa dan Kapten Luther. Sementara Dinas Pengawasan Tenaga Kerja Provinsi Kepri dihadiri Kepala UPT Sudianto, Jalfriman, Aldi dan Hendra dari Dinas Tenaga Kerja Kota Batam. Sedangkan pihak PT Marcopolo Shipyard hanya diwakili Saptono.

RDP itu hanya berlangsung singkat karena perusahaan subkon tidak datang. Sementara PT Marcopolo pun tidak membawa laporan sebagaimana yang diminta pada RDP pertama, beberapa waktu lalu.

“Bagaimana ini, kok seperti main-main ya. Apa perusahaan menganggap kami yang hadir di sini sebagai boneka saja,” kata anggota Komisi IV DPRD Batam, Mustofa.

Ides Madri juga menyatakan kekecewaanya terhadap perwakilan dari PT Marcopolo Shipyard karena tidak menghargai RDP. Saptono yang hadir dalam RDP tersebut tidak melengkapi diri dengan data yang dibutuhkan.

“Kami sangat kecewa dengan manajemen PT Marcopolo dan juga PT Levian, tidak menghargai forum resmi ini,” kata dia.

BACA JUGA : Terjatuh dari Ketinggian 25 Meter, Karyawan Galangan Kapal di Batam Tewas Mengenaskan

Menurut anggota Komisi IV lainnya, Tumbur Sihaloho, dalam persoalan ini ada dua dalil yang ingin dibahas. Pertama, PT Marcopolo Shipyard Batam selaku mainkon lalai menjaga subkonnya PT Levian karena tidak menggunakan K3, dan kedua soal BPJS Ketanakerjaan dan Kesehatan pada pekerjanya.

“Kan seharusnya sejak hari pertama bekerja, para pekerja itu sudah dimasukan dalam dua dalil itu,” kata dia.

“Kasus ini jangan diabaikan, jangan dianggap sepele. Khawatirnya nanti ada masalah baru di perusahaan tersebut,” tambah Sudianto dari Disnaker.

“Kami juga sangat kecewa dengan sikap dua perusahaan ini. Padahal ini masalah serius,” tambah Hendra dari Disnaker Batam.

*****

Editor : YB Trisna

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin