Home Kepulauan Riau Batam

Ratusan Orang Tertipu Beli Emas Antam Lewat Facebook, Puluhan Miliar Lesap

317
Beli Emas Antam di Facebook
Foto ilustrasi emas Antam. (F: Medcom.id)

Barakata.id, Batam – Ratusan orang tertipu transaksi jual beli emas Antam melalui media sosial Facebook. Total kerugian yang diderita para korban diperkirakan mencapai puluhan miliaran rupiah.

Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat yang suka berbelanja online dan tergiur dengan harga murah. Dari ratusan orang korban itu, belasan orang berasal dari sejumlah daerah di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

NU, salah satu korban asal Batam mengaku menelan kerugian hingga Rp170.150.000. Ia mengaku tergiur dengan tawaran logam mulia emas Antam dengan harga murah yang dijual di Facebook.

NU mengaku mengetahui jual beli emas Antam dengan harga murah tersebut dari tetangganya. Sang tetangga sering membeli emas Antam di Facebook dengan harga murah di Facebook.

Ia pun tergiur dan mencoba membeli emas lewat tautan link yang diberikan tetangganya tersebut. Berdasarkan link itu, ia mengetahui bahwa pelaku atau pihak yang menjual emas Antam tersebut adalah Drealia Wangsih dan ibunya, Rohimah.

“Saya diceritai sama tetangga, dia bilang pesan emas di Facebook waktu puasa atau Lebaran gitu. Kemudian saya dikasih dia link tempat dia beli di Facebook,” kata NU di Batam, Sabtu (5/9/11).

“Bulan Juni itu saya mulai mengikuti akun penjualnya di Facebook itu, hampir setiap malam dia dia (pelaku) pasti live jual (emas) Antamnya. Saya pertama kali pesan ya bulan Juni itu. Saya sampai pesan belasan kali.”

“Terakhir pesanan saya nyangkut mulai tanggal 28 Juni sampai ke Juli, itu sudah nggak ada dikirim lagi barangnya sampai sekarang,” kata NU.

Baca Juga :
* Harga Emas Antam Naik Rp2.000 per Gram

* Rekor Baru, Harga Emas Tembus Rp755.000 per Gram

Emas yang dijual pelaku, menurut NU, sudah versi yang baru, lengkap dengan barcode. Hal itulah yang membuat NU dan ratusan korban tergiur membeli emas Antam dari pelaku.

Menurut NU, total pesanan emas yang belum diterimanya seberat 268 gram yang jika dirupiahkan sebanyak Rp170.150.000. NU mengakui, harga yang ditawarkan penjual di Facebook itu sangat murah dibandingkan harga emas Antam di pasaran.

“Harganya itu setiap hari berbeda. Saya pernah dapat paling murah itu Rp15 juta untuk 25 gram dan paling tinggi Rp17.700.000. Pokoknya murahlah, jauh dibanding pasaran, selisihnya bisa Rp4-5 juta kalau kita jual lagi,” ujarnya.

Kericuhan mulai terjadi

NU menceritakan, proses pemesanan logam mulia tersebut sangat gampang. Ia hanya diminta mengirimkan format orderan dengan melampirkan bukti transfer bank.

Awalnya, semua berjalan lancar. Sampai pada tanggal 24 Juli 2020, pelaku Drealia mulai menunjukkan gelagat mencurigakan.

Pertama, pelaku melakukan siaran langsung (live) di Facebook, tapi dengan mencantumkan nomor handphone dan nomor rekening yang baru. Dalam siaran live itu, Drealia menyiarkan bahwa setiap transaksi kini ditujukan ke nomor baru tersebut, karena nomor yang lama adalah milik admin yang sudah dipecatnya.

“Sejak itu mulai gonjang-ganjing, heboh. Kami para pembeli diinvite ke grup oleh admin yang lama biasa kami transaksi. Dia (admin) bilang kalau grup itu dibuat karena disuruh oleh mamanya pelaku (Rohimah), dan minta jangan ada pemesanan atau transaksi ke nomor baru yang dikirim pelaku karena keluarga nggak akan tanggung jawab. Tapi kalau yang transfer ke rekening mama, mamanya akan tanggung jawab katanya. Setelah itu, saya diskusi sama suami dan kami putuskan untuk refund. Kami sudah proses refundnya tapi sampai sekarang nggak jelas, belum ada dikembalikan uang kami,” kata NU.

Setelah munculnya dua grup, kehebohan semakin ramai. Para pembeli mulai banyak mendapat cerita-cerita miring tentang pelaku.

Baca Juga :
* INVESTASI BODONG: Kasir Money Changer Tipu Belasan Korban, Raup Rp12,9 Miliar

* Janda Pekalongan Termakan Rayuan Kapten TNI Gadungan, Tekor Rp60 Juta

Informasi yang berkembang di antara sesama pembeli, kata NU, pelaku Drealia diduga telah menggunakan uang para korban untuk memenuhi gaya hidupnya. Perilakunya juga sudah tak bisa lagi dkontrol oleh keluarga terutama sang mama (Rohimah).

“Informasinya sih gara-gara salah pergaulan, pelaku ikut-ikut gaya temannya yang seorang selebgram gitu. Seminggu setelah ribut-ribut di grup Facebook, pelaku (Drealia) ini membuat video di grup dan bilang akan tanggung jawab. Dia minta waktu seminggu untuk menjual asetnya dan mengembalikan uang kami, tapi ini sudah mau dua bulan belum ada juga kabarnya,” kata NU.

“Kami sudah berusaha menghubungi dia, telelpon dan chat di Facebook, tapi nggak dibalas,” sambung NU.

Korban asal Kepri

Pengakuan NU, dari ratusan korban transaksi jual beli logam mulia emas Antam di Facebook itu, belasan orang berasal dari Provinsi Kepri. Selain dirinya, ada 7 orang warga Kota Batam, sisanya dari Tanjungpinang, Karimun hingga Natuna.

“Rata-rata kami rugi lebih dari Rp100 juta. Ada satu orang, inisialnya AR, dia katanya sampai juga rugi Rp1 miliar,” kata NU.

Menurut Nu, berdasarkan informasi sesama korban, banyak yang meminjam uang untuk membeli emas Antam itu. Semua itu karena memang harga emas yang dijual jauh lebih murah dibanding harga pasaran, yang kalau dijual lagi, untungnya pun lumayan besar.

“Sekarang kami banyak yang pusinglah, hari cari uang untuk bayar pinjaman itu,” katanya.

Mengapa bisa percaya dengan pelaku? Menurut NU, mereka percaya karena pelaku (Drealia) memberi identitas yang asli dan benar, alamatnya pun sesuai.

“Emas itu dikirim dari alamat rumahnya sendiri, kalau nggak salah di Komplek Walikota, daerah Cilincing,” ujarnya.

Kini, NU hanya berharap uangnya bisa dikembalikan. Menurut dia, para korban sudah melaporkan kasus ini ke Bareskrim Mabes Polri melalui kuasa hukum para korban, John Ferry Situmeang.

*****

Editor : YB Trisna

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin