Beranda Kepulauan Riau Bintan

Rakornas KPI se-Indonesia di Kepri, Momen Menjaga Kedaulatan NKRI dari Perbatasan

14
0
Rakornas KPI
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad membuka Rakornas KPI se-Indonesia di Doulos Phos the Ship Hotel, Lagoi, Bintan, Kamis, (10/8/23) malam. (F: barakata.id/ist)
- Advertisement -
DPRD Batam

Barakata.id, Bintan – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) KPI se-Indonesia di Doulos Phos the Ship Hotel, Lagoi, Bintan, Kamis, (10/8/23) malam. Rakornas ini mengusng tema “Dari Perbatasan Wujudkan Siaran Ramah, Bermartabat, dan Berbudaya”.

Rakornas KPI tahun 2023 merupakan salah satu rangkaian agenda dalam Peringatan Hari Penyiaran Nasional (Harsiarnas) ke-90 di mana tahun ini Provinsi Kepri menjadi tuan rumah penyelenggaraannya.

- Advertisement -

Hadir dalam acara tersebut Menteri Komunikasi dan Informatika RI Budi Arie Setiadi yang diwakili Dirjen PPI Wayan Toni Suprianto, Ketua KPI Pusat Ubaidillah beserta Komisioner KPI Pusat, Deputi VII Kemenko Polhukam Marsda TNI Arif Mustofa, Plh. Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan BNPP Gutmen Nainggolan, Forkopimda Kepri, Bupati Bintan Roby Kurniawan, dan peserta Rakornas KPI se-Indonesia. Acara juga dihadiri Wakil Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari secara online melalui zoom.

BACA JUGA : Kenapa Publisher Right Platform Digital Sepatutnya Ditolak Masyarakat Pers?

Dalam sambutannya Gubernur Ansar mengapresiasi kepercayaan KPI Pusat memilih Kepri sebagai tuan rumah penyelenggaraan Rakornas KPI dan Rangakaian Harsiarnas ke-90.

“Bagi kami ini menjadi suatu keberkahan untuk memperkenalkan Kepri lebih jauh dan luas ke seluruh pelosok tanah air” ujar Ansar.

Ansar juga menyorot Tema Peringatan Harsiarnas ke-90 yakni “Dari Perbatasan Wujudkan Siaran Ramah, Bermartabat, dan Berbudaya”. Menurutnya ini jadi bagian penting untuk menjamin semangat menjaga kedaulatan di perbatasan.

“Di masa lalu, sebelum penyiaran di Indonesia berkembang, di Kepri hanya ada TVRI dan lebih banyak siaran dari negara tetangga, sehingga masyarakat Kepri lebih mengenal siaran dari Singapura dan Malaysia, ” ungkapnya.

Namun, dengan perkembangan penyiaran dan migrasi dari televisi analog ke digital, saat ini siaran didominasi dari dalam negeri.

“Di perbatasan ini menjadi sangat penting untuk menjaga sense of belonging, rasa cinta tanah air masyarakat. Juga mendorong pendekatan prosperity daripada pendekatan security di perbatasan,” kata dia.

Di tempat yang sama, Komisioner KPI yang juga PIC acara I Made Sunarsa dalam laporannya menyampaikan rakornas akan diisi seminar dengan narasumber dari Kemendagri, Kemenkominfo, dan Komisi I DPR RI.

“Rakornas yang merupakan agenda tahunan, kali ini selain dihadiri seluruh Komisioner KPI Pusat, juga dihadiri oleh KPID dari 33 Provinsi se-Indonesia,” ucapnya.

BACA JUGA : Hari Radio Nasional dan Lahirnya RRI, Perjalanan Radio Dari Awal Kemerdekaan Hingga Era Digital

I Made Sunarsa mengungkapkan ada dua alasan utama KPI Pusat memilih Kepri sebagai tuan rumah penyelengggaraan Hasiarnas ke-90 dan Rakornas KPI 2023.

“Pertama menuruti arahan pemerintah pusat membangun daerah perbatasan. Citra nasional yang bisa disampaikan melalui penyiaran sehat. Dan kedua komitmen Gubernur Kepri dan jajaran yang dari awal berkomitmen dalam menyukseskan acara ini sehingga tidak ada keraguan melaksanakan acara ini di Kepri,” kata dia.

Dirjen PPI Kemenkominfo, Wayan Toni Suprianto menyampaikan dengan selesainya proses migrasi siaran analog ke digital, bukan berarti transformasi digital di Indonesia telah selesai.

“Kemenkominfo akan melanjutkan digitalisasi dengan mengajak penyedia siaran untuk meningkatkan jangkauan. Sehingga TV dan Radio bisa mempertahankan posisinya sebagai kanal informasi massa yang menjadi rujukan masyarakat apabila terjadi krisis komunikasi di media sosial” ujarnya. (ron)

- Advertisement -